Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 125. Tamu terhormat keluarga Mars


__ADS_3

Sifa terkejut dan memegang kuncinya sambil bergumam "Ini Peach Blossom No. 1?"


Vin tersenyum. "Iya itu peach blossom No.1"


"Sifa apa kamu tau latar belakang Vindra? Apakah mungkin dia bisa membeli Villa seharga 1 milyar?" tanya Naura.


"Ya...ya... Vindra hanyalah menantu miskin, tidak mungkin dia memiliki uang sebanyak itu. Itu mungkin hanya kartu biasa yang digunakan untuk membodohi mu, hanya untuk menunjukkan wajahnya pada kami." Saut Dian.


"Tuan, Nona, maaf kamu manager penjual disini." Seorang wanita jangkung datang dan membungkuk pada Vindra dan yang lainnya dengan sopan. "Bisakah saya melihat kartu kunci villa ini?" Matanya tertuju pada card Lock yang berada ditangan Sifa.


Sifa segera menyerahkan kartu tersebut. Wanita itu mengambil dan memindai kartu card Lock tersebut beberapa kali dan memfokuskan kepalanya untuk memastikan card Lock itu asli.


"Card Lock ini asli, Milik villa Peach Blossom No.1" wanita itu memperjelas.


Hal ini membuat ibu dan anak itu sangat kecewa, mereka berfikir jika card Lock itu palsu tapi pada kenyataannya itu asli.


Manager itu menatap Vindra lalu berteriak. "Tuan, bolehkah aku bertanya? jika tuan pemilik kunci ini perantara mana tempat anda membeli melalui kantor pusat kami?"


Vindra terkejut dan menggelengkan kepalanya, "Aku tidak membeli Villa ini."


"Ah, aku tahu kamu pasti tidak membelinya, kamu mencuri kartu kunci ini kan?" ucap wanita itu seraya menuduhnya.


"Mencuri?"


Semua pengunjung pun langsung riuh mendengar card Lock Villa Blossom No 1 di curi, dan pencurinya sedang berdiri didepan mereka.


"Kamu akan mempertanggung jawabkan ucapan mu yang telah menuduhku." Jawab Vin seakan tak terima dengan tuduhan yang di lontarkan manager itu.


Namun sayangnya manager itu tak menggubris, dia segera melambaikan tangannya memanggil dia petugas keamanan." Villa Peach Blossom No 1 adalah rajanya bangunan di pulau ini. Villa itu tidak di jual ataupun di gadaikan, karena Villa itu milik pimpinan kami. Seharusnya kunci itu berada di tangan bos kami.


Kamu bilang kamu tidak mencurinya. Lalu darimana kamu mendapatkannya?


Apakah kamu sengaja mengambilnya dari bos kami?

__ADS_1


Apa kamu pikir aku percaya jika tuan Jack Mars yang sengaja memberikannya?" Manager itu mendominasi dan menegur Vindra berturut-turut.


"Dasar pencuri," ucap Naura.


"Vindra... Vindra... Kamu terlalu sombong untuk hal ini. Menjadi seorang pencuri itu sangat memalukan. Kamu tidak pantas untuk Sifa bahkan keluarga Gultom. Sungguh memalukan. " Bibi Dian menekan suaranya dengan kesombongan.


"Vindra pasti tidak mencuri mencurinya. Jangan memfitnahnya." Sifa membela dan masih memiliki sedikit rasa percaya pada Vindra.


"Jika tidak dicuri olehnya, bisakah card Lock itu diambil dari bos kami? Aku sudah katakan, bahwa tuan Jack Mars tidak akan memberikan Villa pada siapapun. Aku bilang akui saja dengan jujur, atau aku akan meminta petugas keamanan untuk membantumu ke kantor polisi dan kamu bisa masuk penjara," ucap manager itu.


"Sifa kami sudah tau intinya, katakan pada Vin untuk menyudahi kebohongannya." Naura masih saja menekan.


"Kamu-" Sifa ingin marah namun ditahan Vindra.


"Peach blossom no 1, aku tidak membelinya dan aku juga tidak mencurinya. Itu diberikan kepadaku oleh tuan Jack Mars."Jelas Vin


"Lelucon yang bagus, kamu orang yang baik dan Jack Mars memberikan Villa senilai satu milyar


Kamu benar-benar menghina IQ kami." manager tertawa menghina.


"Apa yang kalian lakukan? Berisik. Sejak kapan kantor pemasaran menjadi pasar." Tiba-tiba terdengar suara wanita yang bertanya dengan dingin.


Beberapa sosok muncul di depan semua orang, Vindra mendongak dan melihat ternyata itu adalah nyonya Mars.


Wajah Naura langsung pucat dan tak menyangka akan bertemu dengan Nyonya Mars.


"Nyonya Mars, selamat siang, hanya ada sedikit masalah disini." Manager itu segera menghampiri dan menyapa nyonya Mars sekaligus mengadukan masalah yang dihadapi. "Ada yang mencuri card Lock milik bos."


"Siapa yang berani mengganggu barang-barang milik Jack Mars?' tanyanya dengan amarah.


"Aku." Vindra tersenyum tipis.


Sintia Mars menoleh dan mendapati jika itu adalah Vindra dan membuatnya langsung bergetar. Nyonya Mars itu pun segera menghampiri dan tersenyum untuk menyapa.

__ADS_1


"Tuan Vindra, selamat pagi, mengapa anda disini?"


"Tuan Vindra? Nyonya apakah anda mengenal lelaki ini?" tanya manager tersebut.


"Aku ingin melihat Peach Blossom No. 1 yang diberikan tuan Mars padaku. Tapi manager itu malah menuduhku sebagai pencuri. "Jelas Vindra.


Nyonya Mars langsung berbalik dan menampar manager itu."Apa kamu buta? Tuan Vindra adalah tamu paling terhormat di keluarga Mars, dan kamu bilang dia seorang pencuri." nyonya mars langsung mendorong manager itu hingga terjatuh.


"Pergi dari sini dan barang-barang mu. Mulai sekarang kamu dipecat. Aku tidak ingin punya karyawan yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah dan merendahkan orang lain." Nyonya mars sangat marah


Manager itu langsung pucat." Nyonya..."


Nyonya Mars menamparnya sekali lagi. "Pergi! tidaklah kamu mendengarnya? atau aku akan bicara untuk yang ketiga kalinya?"


Manager itu pun tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah saat dirinya dipecat, atas kesalahan yang dia buat sendiri.


Melihat situasi ini, Naura tidak tahan untuk tidak bicara.


"Nyonya Mars , bagaimana bisa Keluarga Mars memberikan peach blossom no 1 kepada Vindra?"


"Kemampuan Vindra tidak akan bisa dijelaskan dengan kata-kata."


"Apa maksud nyonya? Apa yang bisa dibayangkan tentang dia? Dia hanyalah seorang menantu dan menopang hidupnya dari sepupuku. Bahkan dia tidak bisa hidup tanpa bantuan keluarga Gultom. Nyonya Mars, sepertinya kamu telah ditipu olehnya." Naura sangat marah, sampai dia lupa jika putri Mars diselamatkan oleh Vindra.


Plakkk....


Nyonya Mars langsung menampar Naura saat mendengar kata-katanya.


"Terlalu sombong, kamu tidak bisa menghina tamu kehormatan keluarga Mars. Naura Bakti, seharusnya kamu sadar diri setelah berpura-pura menjadi dokter genius dan hampir membunuh putriku. Kamu tidak hanya tidak bisa bercermin pada diri sendiri, tapi kamu juga menghina tuan Vindra. Aku tidak tahu apakah ini bagus atau tidak, tapi jika bukan karena tuan Vindra kamu sudah akan mendekam dipenjara. Aku beri kamu waktu dua hari untuk mengembalikan uang satu miliar yang kamu bawa, kalau tidak aku akan membiarkan polisi turun tangan dan menyeret mu ke penjara."


Plakkk...


Sekali lagi nyonya Mars menampar wajah Naura. Saat itu juga Naura terduduk sambil memegangi wajahnya yang cantik dan menangis.

__ADS_1


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2