Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 188. Minum untuk wanita


__ADS_3

Satu persatu para tuan muda melangkah maju dan mengajak Vindra untuk bersulang.


Tiffani mulai cemas, menggigit bibirnya dan segera menarik lengan baju Vindra dengan ringan untuk memberi syarat agar dia tidak melanjutkan minumnya. Namun Vindra mengabaikan Tiffani dan meneguk anggur lagi sambil tersenyum lebar.


“Tuan Vindra kamu mempunyai kekayaan miliaran, jadi kamu harus hati-hati..”


“Suatu kehormatan bagi kami untuk mengenalmu. Mari kita minum kembali.”


Para pria itu terus mengajak Vindra bersulang dengan berbagai alasan. Vindra tidak menolak, terus minum bersama mereka hingga dua belas botol anggur habis dengan cepat.


“Kakak ipar jangan minum lagi, kamu bisa mabuk berat nanti.” Melihat Vindra minum begitu banyak, Tifani berkeringat deras dan berusaha terus membujuknya, tapi Vindra sama sekali tidak mau mendengarkan. Dia sangat menyesal menjadikan Vindra sebagai tameng.


“Tiffani, kamu tidak bisa menghentikannya, dan kamu Vindra jangan mempermalukan aku,” ucap Reni yang berusaha menghentikan Tiffani yang mencegah Vindra minum lagi.


Tiffani yang kesal berdiri tanpa sadar, “kalau begitu aku ingin minum denganmu.”


“Tidak, hanya pria yang minum untuk wanitanya, dan tidak ada yang bisa menghentikannya.”


“Maksudmu Vindra yang harus terus minum menggantikan aku?”


“Tiffani duduklah, Nona Reni benar, aku tidak bisa membiarkan kamu dan bagaimana seorang pria mengatakan tidak?” Vindra tertawa dan kembali meneguk satu gelas anggur.


Kali ini wajah Vindra mulai panas dan merah, bahkan tubuhnya sedikit bergetar. Namun masih banyak dari mereka yang mengajak bersulang dan ingin membuat Vindra mabuk.


Enam kotak anggur akhirnya banar-benar kosong. Glenn sangat senang melihatnya dan memperkirakan Vindra akan mati dalam setengah putaran lagi.

__ADS_1


Ben senyum main-main, membayangkan tuan muda Glenn akan membunuh Vindra tanpa pedang dan tanpa darah.


Beberapa botol anggur datang lagi dan segera saja Ben menuang anggur tersebut ke dalam gelas, dia tidak ingin membiarkan ritme Vindra berhenti, “Tuan vindra ayo minum lagi sebagai pertemanan.” Mereka pun terus minum dan menghabiskan beberapa botol lagi.


Tifanni menarik Vindra dengan cemas dan berteriak. “ Vindra kamu tidak bisa minum lagi.”


Pandangan mata Vindra mulai kabur dan dia mengguncang tubuhnya, merasa dirinya akan sekarat karena mabuk.


“Kamu tidak akan bisa pulang sebelum pesta selesai.” Ben membuka kerah bajunya dan memesan anggur lagi dan kedua belah pihak bertarung lagi. 


Glenn dan Ben sedikit terkejut saat vindra minum begutu banyak anggur namun sampai detik ini dia belum juga tumbang sedangkan mereka sudah hampir sekarat karena mabuk.


Beberapa botol lagi habis, Glenn, Ben dan yang lainnya sudah terengah-engah tidak mampu melawan Vindra lagi.


“Ayo kita bersulang untuk yang terakhir di malam ini.” Vindra berkata sambil tersenyum.


Semua yang ikut bersulang termasuk Reni akhirnya tersungkur ke lantai bersama yang lainnya yang ikut serta bersulang dengan Vin.


Sudut mulut Glenn bergerak, setelah menghabiskan beberapa botol anggur.


Ben juga tidak kuat lagi dan jatuh ke lantai lalu tertidur.


Saat ini Tiffani sangat tercengang melihat Vindra yang luar biasa.


Melihat Glenn yang masih berusaha bertahan, Vindra memaksa Glenn terus minum bersama. “tuan Glenn ayo bersulang lagi.”

__ADS_1


Bang...


Glenn ambruk seperti yang lainnya dan disaat bersamaan Vindra meletakkan gelas anggur yang terakhir, dan mengeluarkan tiga jarum perak dan menusukkan ke tubuhnya, tak lama kemudian seluruh tubuhnya kembali sadar.


Setelah kembali setabil, vindra mengedarkan pandangannya dan tersenyum mencibir, kemudian dia mengambil sebotol anggur  dan berjalan menuju Glenn. Vin segera mencubit hidung Glenn dan menuangkan sebotol anggur kedalam mulutnya dan memastikan Glenn benar-benar mabuk.


Tiffani melihat semua adegan ini dan keberhasilan Vindra mengalahkan yang lainnya. “ kakak ipar kamu luar biasa.” Teffani memeluk Vindra dan membersihkan keningnnya, “Apa kamu melakukan sesuatu? Apa kamu mabuk?”


“ Aku baik-baik saja, Tiffani bisa kamu keluar dulu dan panggil taksi. Aku ingin mencuci muka sebelum keluar.” Perintah vindra sambil tersenyum. Tiffani mengangguk ringan lalu pergi keluar.


Begitu Tiffani keluar, wajah Vindra kembali dingin. Kemudian mengangkat Glen n dan Ben ke ruang khusus dan menanggalkan pakaian mereka. Kemudian dia menemukan sebotol air dari Glenn, yang jelas akan digunakan Glenn untuk berurusan dengan Tiffani.


“ kalian rasakan ini.”


Vindra menuangkan sebotol air ke mulut mereka berdua dan kemudian mengeluarkan jarum perak dan menusukan nya di beberapa  tempat, hingga membuatnya sadar kembali.


Setelah vindra keluar dan mengunci mereka, terdengar raungan  mereka seperti binatang buas.


***


Setelah kembali dari klub, Vindra meminta Tiffani untuk tidak keluar selama beberapa hari.


Vindra tidak perduli dengan Glenn maupun Ben, hanya saja dia sedikit takut jika mereka balas dendam dan mengancam Tiffani. Tapi jika itu terjadi, Vin tidak keberatan jika mereka harus memiliki nasib yang sama dengan Fendi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2