Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 87. Redblack


__ADS_3

Setelah Dominic dan yang lain pergi. Vin menghampiri Dewa Marlin sambil tersenyum. "Terimakasih tuan Marlin, sudah datang tepat waktu untuk membantu. Jika tuan tidak datang, aku tidak tau apa yang akan dilakukan Wiliam padaku."


Kakek Dewa tertawa, "Terimakasih untuk apa? bukankah kamu memiliki anugerah yang sudah menyelamatkan hidupku? Walaupun aku tidak muncul, aku yakin kamu tidak akan kenapa-kenapa. Aku hanya datang kebetulan saja."


Susi mengangkat wajahnya dan menarik baju Vin, " Aku. Kamu tidak ingin berterimakasih padaku? Aku sudah membantumu tadi dengan pisau terbang ku," ucap Susi.


" Oke, terimakasih banyak atas bantuannya. Aku rasa aku perlu memberimu cuti selama setengah bulan sebagai ucapan terimakasih." jawab vin, malah membuat Susi cemberut.


'Aku pikir kamu akan membatalkan taruhan, tapi ternyata.' Gumam Susi sambil mendengus kesal.


Vin kembali fokus pada Kakek Dewa, karena dia tidak ingin terlalu lama menatap kecantikan Susi.


"Tuan Marlin, apakah akhir-akhir ini ada masalah dengan kesehatan tuan?" tanya Vin.


"Kamu sudah membantuku, bahkan pandai meremajakan. Tubuhku semakin hari semakin baik. Intinya kehidupanku sudah kembali normal. Masalah penyakit Susi juga hilang. Aku ingin mengundangmu untuk meminum-minum untuk membalas kebaikanmu. Tapi Ambar bilang kalau kamu sedang sibuk merenovasi klinik CRISHAN. Jadi aku tidak ingin mengganggu dan berencana gabung saat peresmian klinik. Tapi kebetulan tanpa sengaja kita bertemu malam ini di sini dan aku melihatmu baik-baik saja. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa memeriksaku untuk memastikan." jelas Kakek Dewa, lalu mengulurkan tangannya untuk diperiksa nadinya oleh Vindra dan berharap semuanya baik-baik saja.


Susi pun kini bersikap lembut pada Vin. Walaupun dia benci dengan taruhannya, tapi dia masih sangat mengagumi kemampuan medisnya.


"Baiklah tuan aku akan memeriksa denyut nadi mu." Vin tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk memeriksa kondisi Dewa Marlin.


"Tubuh tuan pada dasarnya baik-baik saja, hanya saja masih memiliki tekanan darah tinggi dan radang tenggorokan juga asam lambung yang tidak seimbang. Tapi tidak masalah, aku akan memberikan resep pada Susi. Nanti setelah tuan meminumnya tuan akan baik-baik saja." Jelas Vin.


Dewa Marlin pun merasa lega, mendengar penjelasan Vindra tentang kondisi kesehatannya.


"Bagaimana denganku? Periksa aku." Dengan tidak sabar Susi segera mengulurkan tangannya.


"Baiklah aku akan periksa."


Setelah memeriksa nadi Susi, Vin sedikit mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa kamu sering makan makanan pedas atau sering begadang?" tanya Vin.


Susi sedikit terkejut, " Aku hanya makan makanan ringan dan juga tidak begadang."


"Apakah ada yang salah dengan kesehatan Susi?"


"Tidak papa. Aku hanya bertanya saja, Kerena dia memiliki masalah radang tenggorokan. Aku pikir karena dia makan makanan pedas."


Saat sedang ngobrol, tiba-tiba ponsel Susi berdering. Setelah mengangkatnya sebentar, Susi pun bicara dengan kakeknya.


"Kakek, dia ada disini."


Marlin paham dan mengangguk. Lalu dia menatap Vindra.


"Saudaraku Vin, apakah malam ini kamu tidak sibuk?"


Vin sedikit terkejut," Ada apa tuan Malin?"


"Tentu saja, malam ini aku tidak sibuk dan bisa pergi bersama tuan Malin." jawab Vin sambil mengangguk.


"Kalau begitu aku mohon bantuan saudara Vin, terlepas dari keterampilan medis. Aku akan membayar biasa konsultasinya nanti." Marlin menarik tangan Vin dan mengajaknya pergi ke lift.


Susi menepuk belakang Vin mengunakan Telapak tangannya dan kemudian melarikan diri, sambil tersenyum. Vin menyipitkan matanya dengan sikap Susi yang sedikit genit.


Pintu masuk lift sudah di jaga sekelompok orang dan didepannya berdiri tiga wanita yang terlihat cantik dan anggun namun nampak arogan.


wanita yang memiliki rambut panjang dan berdiri di tengah adalah yang lebih kuat.


"Saudaraku Vin, izinkan aku memperkenalkan kamu. Dia Anita Bakti saudara angkat Susi. Dia dah kedua wanita itu adalah master dari lihat Redblack."

__ADS_1


"Kakak angkat ku itu sangat kuat." imbuh Susi sambil mengepalkan tangannya.


"Nona Anita, ini saudara Vin, Vindra memiliki pencapaian mendalam dalam ilmu metafisika medis. Jika kamu merasa tidak sehat, kamu bisa meminta saudara Vin untuk memeriksanya." jelas Marlin.


Vin menganggukkan kepalanya pada Anita Bakti. Walaupun sebenarnya Vin tidak suka melihat kesombongan Anita Bakti, tapi karena tuan Marlin membantunya mempromosikan dirinya. Mau tidak mau dia harus bersikap lebih sopan dan menundukkan kepala.


"Dokter?! Tuan Marlin apakah anda bercanda? keterampilan medis macam apa yang dimiliki laki-laki muda seperti dia?"


"Nona Anita. Anda jangan terlalu meremehkan saudara Vin. Beberapa waktu yang lalu Susi dan aku memiliki penyakit serius dan kamu pergi ke banyak rumah sakit, tapi tidak ada satu rumah sakit yang bisa mengobati. Lalu saudara Vin datang dan mempu membuat kami sembuh." Jelas Marlin. Sebenarnya tuan Marlin tidak terlalu suka dengan Anita Bakti, namun cucunya mempekerjakan Anita dan dua lainnya sebagai pengawal, membuatnya tetap harus menunjukkan diri.


Melihat tuan Marlin menghargai Vindra, membuat Anita Bakti menyipitkan matanya. " Walaupun dia adalah dokter genius, keberadaannya malam ini tidak ada gunanya."


Malin tertawa terbahak." sejumlah dokter selalu ada di sisiku di saat darurat." saut Marlin dan mengalihkan pandangan minta maaf pada Vin pada saat yang sama, agar tidak mengambil hati kata-kata yang keluar dari mulut Anita.


"Dengan adanya kita bertiga dari Redblack. Dimana akan ada bahaya? Aku pikir lebih baik melepaskan dia, daripada menyeret kita dalam bahaya." Anita sangat kesal melihat posisi Vin yang ada di hari tuan Marlin.


Vin mengerutkan keningnya, namun tuan Marlin segera melambaikan tangannya." Ayo nona Anita, waktu kita hampir habis." dalam hati marlin, sebenarnya Vin jauh lebih penting ketimbang Anita Bakti.


Melihat situasi tuan Marlin, Anita hanya bisa menahan amarahnya, tapi dia mendengus pada Vindra.


"Kami bertanggung jawab atas masalah ini. Kamu seharusnya tidak bertindak gegabah dan ikuti aturan kami. Jangan kuatir tuan Marlin dan Nona Susi tidak akan mendapatkan masalah selama kami ada disana. Kamu hanya akan mengawasi."


"Selama tuan Marlin dan Nona Susi baik-baik saja, aku tidak akan ikut campur." jawab Vin sambil tersenyum tipis.


Tiga menit kemudian, lift berhenti di lantai 16, Vin mengikuti tuan Marlin dan yang lain di belakang. Tiba-tiba Vin merasakan bahaya.


Saat Vin mengamati koridor, dia tidak mendapati sesuatu, hanya jejeran patung asing di kedua sisi.


Vin memandang patung prajurit di ujung pintu masuk. Itu adalah patung satu laman satu yang memiliki tatapan membunuh dan membawa pedang dan terlihat megah.

__ADS_1


Melihat langkah Vindra melambat, Tuan Marlin segera bertanya dengan rasa ingin tau yang tinggi." Saudaraku Vin, ada apa?"


To Be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2