
"Seratus persen aku akan menang," ucap Anita dengan sombong.
"Berhati-hatilah, Andaro dan Snake Black sangat kuat, tidak mudah untuk mengalahkan mereka." Saran Vin yang tak yakin Anita akan menang.
"Tidak mudah?!" Anita dan dua saudaranya Redblack tertawa dan ada penghinaan dimatanya.
"Apa yang kamu katakan kuat, itu lemah bagi kita. Kami sudah membunuh banyak musuh." Dimata mereka, Andaro dan Snake Black bukanlah apa-apa.
"Aku tau kamu hebat tapi Andaro..." Vin ingin menasehati tapi malah tidak di gubris.
"Ayo jangan terlibat dengan dokter kecil ini. Dia tidak tau kehebatan kita."
"Yasmin, Lita lindungi tuan Marlin dan Nona Susi, aku akan melawan mereka!"
Anita Bakti sudah terkenal selama bertahun-tahun, kemampuannya sesudah mendapatkan penghargaan. mengajari Susi menggunakan pisau terbang, dan memenuhi syarat untuk bisa melindungi Susi.
"Nona Anita, Andaro memiliki kekuatan, untuk menghadapinya lebih baik kalian bertiga bekerja sama. Terlalu berbahaya jika kamu mengatasinya sendirian." Vin masih berusaha menasehati.
"Diam! Aku sendiri saja sudah cukup." Anita memarahi Vindra. Setelah itu dia mengeluarkan tongkat berduri dan segera meluncur untuk menyerang Andaro.
pertemuan berlangsung sengit, lampu aula redup, dan mereka di blokir dua wanita cantik. Vin tidak bisa melihat dengan jelas, namun dari kerlap kerlip cahaya pedang, asap peluru dan terdengar kerasnya pertarungan dan teriakan. Dan lebih jelasnya raungan Anita Bakti dari waktu ke waktu.
"Vindra jangan khawatir, kak Anita sangat kuat. Dia pasti menang." ucap Susi yang begitu mengagumi kemampuan Anita.
__ADS_1
"Sebentar lagi musuh akan musnah." Timpal Kedua wanita Redblack. Dewa Marlin tak mengatakan apa-apa, sedangkan Vin masih terus menyelidiki.
Pada saat ini yang terdengar hanyalah suara pedang yang saling beradu. Namun suara teriakan Anita tiba-tiba menghilang. Kemudian ada sebuah teriakan dan membuat aula bergetar.
Terdengar suara pedang yang menggores lantai sepanjang langkah, sebelum akhirnya suara teriakan terdengar kembali.
Susi dan yang lainnya terkejut, saat melihat Anita mundur dengan tubuh di penuhi luka dan lengan kirinya patah, membuatnya sangat malu sebagai seorang master. Susi yang awalnya penuh semangat seketika langsung melengkungkan bibirnya melihat orang yang dia kagumi kini bersimbah darah.
Anita mengalami kegagalan total, dan tak akan pernah menyebutkan seratus persen keberhasilannya lagi. Karena pada saat ini yang ada Anita melarikan diri dari musuh dan wajahnya sudah tak terlihat seperti master lagi.
"Vin, tolong selamatkan kak Anita, cepat! Hentikan pendarahannya." Teriak Susi seketika saat melihat darah yang terus keluar. Vin mendekati Anita untuk menolong.
"Aku tidak akan menyerah, tangan ini tidak akan jadi masalah. Yasmin gunakan obat rahasia kita..." ucapan Anita masih seolah merendahkan Vin yang hanya dokter biasa.
"Aku akan menolong mu." Vin mengeluarkan jarum perak untuk membantu menghentikan pendarahan.
Anita masih enggan di tolong Vin dan masih berusaha menolak dengan putus asa." Kamu tidak bisa menolongku."
Melihat Anita terluka, sebenarnya Vin malas membantunya namun ini karena permintaan Susi, Vin pun dengan terpaksa menusukkan beberapa jarum perak dan pendarahan pun berhenti. Setelah itu Vin merobek kain dan membungkus lengan Anita dengan kain robekan itu.
Anita dan yang lain terkejut, dan tak menyangka pendarahan itu berhenti, dan rasa sakit itu sedikit berkurang. Mereka tak berharap penampilan medis Vin begitu baik. Namun sayangnya Redblack masih bersikap sombong dan tidak mau berterimakasih.
"Kak Anita, kenapa kamu bisa terluka?" tanya Susi yang masih penasaran.
__ADS_1
"Itu semua kerena dia." Anita berusaha bangkit dan menunjuk Vindra. " Jika bukan kerena mulut gagaknya telah menyakitiku. Jika dia tidak mengguncang semangat tarung ku, aku tidak akan kalah. Jika aku tidak takut dengan tanganku, aku sudah mengalahkan Andaro. Ini semua karena bajingan ini yang menyebabkan kerugian besar. Aku akan ingat terus masalah ini."
Vin menyernyitkan keningnya, dia berusaha meningkatkan dan nasehatnya berubah menjadi mulut gagak. Vin hanya bisa menghela nafas.
"Nona Anita, walaupun kamu master Redblack, seharusnya kamu juga punya pemikiran. Aku hanya memintamu untuk berhati-hati, dan aku tidak mengatakan kalau mereka lebih kuat dari kamu. Aku mengingatkan kamu, kalau yang terbaik adalah menyerah secara bersama, tapi kamu tidak mendengarkan dan malah bertidak sendiri sesuai dengan caramu. Sekarang sudah seperti ini dan tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan, tapi kamu masih mengatakan aku mulut gagak." Vin tanpa basa-basi menyerang balik kata-kata Anita.
"Kamu..." Raut wajah Anita di selimuti kemarahan, namun i
dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
"Jangan bicara omong kosong, mulut gagak. Kamu bisa melihat kan kak Anita ini seorang wanita. Bahkan jika keadaannya jadi begini, kamu juga tidak bisa marah padanya. Kamu tidak benar-benar menahannya, hingga membuat kakak terluka parah seperti ini. Andai kamu tadi menahan kakinya untuk tidak pergi, atau menghalangi kakak untuk tidak gegabah, mungkin semuanya tidak akan jadi begini." Yasmin dan Lita memarahi Vin dengan kesal.
Vin tercengang, tak menyangka dia bertemu dengan para wanita yang tidak tahu malu, bukannya berterimakasih tapi malah menyalahkan.
"Kalian benar-benar wanita tidak tau malu,"ucap Vin seketika.
" Apa yang kamu katakan? Siapa yang kamu bilang tidak tahu malu?" Anita semakin marah.
"Berhenti, jangan bertengkar lagi. Black snake dan Andaro ada disini..." Susi yang memperhatikan ke depan, melihat pergerakan Mereka yang mendekat.
Vindra mengangkat kepalanya, memperhatikan ke depan dan melihat Andaro berjalan mendekat sambil menyeret pedang panjangnya.
To Be continued ☺️☺️☺️
__ADS_1