Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 97. Salah tangkap


__ADS_3

Setelah membantu Jimmy Wiston, Vin duduk di bangku pintu rumah sakit karena kelelahan, sambil menyeruput soda untuk mengisi energinya kembali.


Walaupun jarum hanya terbuat dari perak, tapi Vin membutuhkan banyak energi untuk menggunakannya.


Dia terlalu lelah, hingga membuatnya enggan untuk pergi kemana-mana lagi. Jadi dia berhenti untuk sementara mencari keberadaan Wiliam Wells untuk balas dendam.


Tak terasa Vin sudah menghabiskan tiga kaleng soda, dan hendak pergi untuk memulihkan kekuatannya. Namun seorang pria muncul didepannya. Jhonatan Wiston sudah mengganti pakaiannya yang berlumuran darah dengan pakaian asisten polisi dan saat ini dia terlihat lebih energik, hanya saja setengah kepalanya dibungkus perban, hingga membuatnya seperti mumi.


Tanpa sepatah katapun dia langsung memeluk Vindra dengan erat. "Adik terimakasih. Mulai sekarang, jika kamu mengalami masalah apapun di masa depan, jangan ragu untuk memberitahuku. Aku akan membantumu tanpa ragu."


"Opsir Jhonatan terlalu baik. Tuan Jimmy sudah baik-baik saja." Jawab Vin sambil tertawa."


"Apakah Kamu punya jimat? Jika punya berikan beberapa padaku, Terutama yang kebal. Bahkan jika ada berapapun tidak masalah."


Vin tak bisa menahan tawa melihat Ekspresi Jhonatan kali ini. " Apakah aku ini dewa? jika ada hal semacam itu aku akan membuka toko jimat, dan akan menjadi kaya saat pergi ke medan perang hanya untuk menjual jimat.


"Tidak papa kan aku membutuhkannya, setidaknya untuk melindungi diri dari gangguan roh jahat." Saut Jhonatan sambil cengengesan. Pada saat ini Jhonatan sama seperti Jimmy Wiston yang percaya sepenuhnya pada Vindra.


"Baiklah, nanti setelah kamu menyelesaikan masalahmu, datanglah ke klinik dan aku akan memberikan jimat giok untukmu." Vin pun tak tahan untuk tidak menyetujuinya, saat melihat Jhonatan merengek seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu.


"Aku titip Tasku sebentar, aku ingin pergi ke toilet." Vin meletakkan tasnya dan di atasnya ada kotak yang berisi jarum akupuntur dan juga ponsel. Lalu dia bergegas pergi ke toilet, menghabiskan tiga kaleng soda membuatnya dingin segera ke toilet secepat mungkin.


Setelah Vin menghilang, Ponsel yang Vin tiba-tiba berdering, Jhonatan melirik ponsel tersebut dan terlihat nama Romi sebagai pemanggil. Jhonatan nampak ragu- ragu namun akhirnya tidak di angkat, panggilan Romi yang kedua pun masih tidak di angkat Jhonatan, hingga akhirnya panggilan ke tiga pun Jhonatan akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat panggilan tersebut. Karena Jhonatan pernah melihat Romi yang selalu bersama dengan Vin, Jhonatan pun berfikir jika Romi memiliki hal-hal penting.

__ADS_1


"Halo, Vindra, dia sedang pergi ke toilet..." Jawab Jhonatan ragu.


"Tuan Vin, Bajingan itu menemukan kamar rawat inap Sifa," ucap Romi dan di ujung telepon terdengar teriakan."Dia akan menangkap mu dan dan juga istrimu."


Jhonatan seketika berdiri karena terkejut. " Kamu dimana sekarang?"


"Kami masih ada di lantai enam, Ana ditangkap oleh mereka. Aku akan segera menyelamatkannya."


"Ah-" Kemudian, Jhonatan mendengar telepon jatuh dan suara pertengkaran dan teriakan, disertai suara wanita menangis dan juga suara pria sedang tawa.


Jhonatan mendongak dan terlintas lantai enam yang merupakan tempat rawat inap. Wajah Jhonatan langsung berubah drastis. Dia meninggalkan catatan dan segera pergi menyusul kelantai enam.


Pada saat ini lantai enam di kamar nomor 8 terjadi ketegangan, dimana beberapa menit yang lalu beberapa orang berpakaiannya hitam menendang tempat sampah. Mereka berjalan dengan niat membunuh. Salah satunya yaitu pria botak yang sering dipanggil Ray Jegar.


"Vindra, Sifa Gibson, Keluar!" teriak pria itu sambil mengusap kepalanya yang botak. " Tuan Ederson mengundangmu makan malam."


Romi segera membawa Sifa ke balkon kamar nomor enam, setelah Vindra sebelumnya meminta kamar rawat Sifa dipindahkan ke kamar nomor delapan. Romi menyembunyikan Sifa dan menghubungi Vindra, lalu menguncinya ia bergegas keluar untuk menyelamatkan Anna.


"Lepaskan aku, lepaskan aku." Ana meronta sambil menangis.


Didepan lima orang, Anna diseret, Anna berusaha minta tolong. Beberapa orang berusaha membantu namun dengan mudah di tendang mereka, hingga tidak ada satupun yang berani untuk maju.


"Bajingan, aku akan membunuhmu!" teriak Romi sambil membawa kursi untuk memukul si botak.

__ADS_1


Namun sayangnya, Ray Jegar lebih dulu ambil tindakan dan langsung meninju Romi. Lalu beberapa pria maju mendekati Romi dan menghajarnya dengan kuat.


" Seret wanita ini ke mobil." Perintah Ray. Anna pun langsung diseret ke lift seperti seekor domba yang diseret ke rumah jagal tanpa daya. Romi ingin menolong, namun saat ia berusaha bangkit berdiri dia di tendang lagi.


"Vindra keluar kamu! Atau kalau tidak aku akan membunuh istrimu!" Teriak Ray Jegar, lalu menyalakan sebatang rokok dan tersenyum jahat.


"Berhenti."


Ketika Ray Jegar meneriaki Vindra, Jhonatan melangkah maju untuk menghalangi.


"Aku Jhonatan Wiston, memerintahkan kamu untuk berhenti melakukan kejahatan."


"Jhonatan Wiston?! "Rey Jegar mengeluh kepulan asap dan melirik mantel yang dikenakan Jhonatan yang bertuliskan asisten polisi.


"Lepaskan dia!" teriak Jhonatan.


Ray Jegar memandang Jhonatan dan mencincibir nya " Memangnya siapa kamu?" detik berikutnya lima senapan menodong kepala Jhonatan.


Rey Jegar meludah ke tanah, lalu mendekati Jhonatan dan menamparnya. Jhonatan ingin melawan namun senjata itu sudah siap menembak kepalanya. Beberapa orang pun akhirnya menendang dan memukul Jhonatan hingga ia memuntahkan darah dari mulutnya.


Jhonatan benar-benar marah dan dia ingin membalas dengan blackhand namun malah di pukul lebih keras lagi oleh lawan.


Romi berusaha sekuat tenaga untuk membantu Jhonatan, "Bajingan, dia adalah opsir Wiston." teriak Romi namun lagi-lagi Romi di tendang.

__ADS_1


Ray Jegar semakin dominan, dia pun ingin menendang Jhonatan lagi dan kali ini bersiap dengan sekuat tenaga. Namun saat bersiap menendang, tiba-tiba terdengar suara tong sampah yang ditendang hingga pecah.


To be continued ☺️ ☺️☺️


__ADS_2