Menantu Hina Menjadi Penguasa

Menantu Hina Menjadi Penguasa
Bab 170. Kemunculan Steven Rapunzel


__ADS_3

Setelah menyelesaikan Fendi, Vindra mencari tahu apa yang terjadi sebelumnya di lintang bar, dan rekaman kamera pengintai memberitahu bahwa Sifa diberi obat bius dan dalangnya adalah Medina.


Saat itu juga Medina langsung masuk daftar hitam kematian setelah Fendi.


Vindra membuat beberapa panggilan untuk menuntaskan masalah yang terjadi pada Sifa hingga tuntas.


Baru saja Vin meletakkan ponselnya, ada panggilan telepon lainnya yang masuk. Suara lambut langsung mengisi pendengaran Vindra.


"Vindra, kamu dimana? keluarga Rapunzel mencari mu dimana-mana. Mereka ingin mengambil Fendi. Aku dengar ayahnya sendiri yang muncul."


"Beritahu saja mereka." Vin tersenyum tipis. Awalnya Vindra ingin pergi ke keluarga Rapunzel dan meminta untuk menyerahkan Medina, namun siapa sangka keluarga Rapunzel lebih dulu datang padanya.


"Kenapa? Ini akan menjadi masalah besar jika kamu berhadapan dengan mereka."


"Bukan gayaku suka menyimpan dendam. Beritahu mereka aku ada di klinik CRISHAN, agar aku bisa menyelesaikan semuanya secepatnya."


Setengah jam kemudian, puluhan mobil off-road datang ke klinik dan dengan arogan mengelilingi klinik CRISHAN.


Ratusan orang berpakaian hitam dan membawa senjata muncul. Mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya menyebar dan menguasai klinik CRISHAN.


Vindra nampak tenang, dia hanya mengirim beberapa pesan singkat kepada beberapa orang.


Mobil Cadillac muncul dan saat pintu di buka beberapa orang muncul. Pimpinannya pria paruh baya, mengenakan kacamata dan terlihat mirip Fendi Rapunzel. Dibelakangnya ada beberapa wanita dan seorang pria botak.


Vindra menatap tamu tak diundang itu. "Siapa kamu?"


"Kamu Vindra, kan?" tanya pria paruh baya itu sambil membuka kacamatanya, menyingsingkan lengan bajunya, dan bicara dengan santai.


Vindra tak menjawab saat mendengar pihak lain bertanya, dia hanya memperhatikan mereka dan langsung bisa mengetahui jika adalah keluarga Rapunzel.


"Tuan Rapunzel bertanya padamu, bodoh." teriak pria botak saat memarahi Vindra yang nampak acuh tak acuh.

__ADS_1


"Ayah Fendi Rapunzel?" ucap Vindra samar.


Pria botak itu mengeluarkan pukulan backhand pendek dan berteriak. " Nama tuan Rapunzel adalah sesuatu yang tidak bisa kamu sebut dengan sembarangan.


"Ray jangan emosi." pria paruh baya itu melambaikan tangannya agar pria botak itu tidak gegabah, lalu dia tersenyum kepada Vindra. " Ya, aku Steven Rapunzel, ayah Fendi."


"Ternyata itu benar-benar Keluarga Rapunzel."


"Kamu ingat kejadian di cempaka hotel?" Steven tersenyum lalu memakai kacamatanya lagi. "Ada benar dan salah, tidak perlu mengatakannya. Di dua yang keras ini hanya ada yang kuat dan yang lemah, tidak ada yang salah ataupun yang benar. Aku disini hanya untuk satu hal. Hanya untuk membalaskan dendam Fendi. Meskipun video pengawasan hotel terhapus dan hanya sedikit yang tahu keberadaan Fendi, tapi aku yakin Fendi berada ditangan mu."


Sebagai seorang ayah, Saat mendengar putranya mengalami masalah, dia bergegas pergi ke hotel dan sesegera mungkin menemukan orang yang terlibat masalah dengan putranya. Cctv mengalami kerusakan, Fendi menghilang, hal itu menjadi membingungkan. Tapi dia dapat menyimpulkan dari beberapa kesaksian bahwa putranya di bawa oleh Vindra.


Apa yang dilakukan Vindra pada putranya, Steven tidak terlalu tahu dan dia tidak perduli, yang dia lakukan saat ini hanya ingin mengambil putranya dan membawa kembali dalam keadaan selamat. Dan demi keselamatan putranya Steven menekan amarahnya dan berusaha berbicara dengan lembut.


"Kami akan memberikan sejumlah uang untuk keluarga Gultom, dan jika keluarga Gultom mau, keluarga Rapunzel bersedia menikahi Sifa terlepas dari masalah ini." Steven berusaha bicara tenang dan teratur.


Pria botak itu dengan semangat berteriak. "Apa kamu dengar? cepat serahkan tuan Fendi kepada kami."


"Jangan tertawa!" pria botak itu memukul kaca yang ada di sampingnya dengan senjatanya lalu berteriak lagi. "Cepat serahkan, atau bos kami akan membunuhmu."


Senjata memukul kaca dengan keras, tapi sama sekali tidak pecah, membuat pria botak itu terkejut dan Steven menyipitkan matanya.


"Anti peluru."


"Vindra aku tahu kamu sedikit mampu. Aku juga tahu kamu memiliki hubungan baik dengan Ambar Wijaya, tapi itu tidak berarti kamu bisa memprovokasi keluarga Rapunzel. Kamu hanya menantu yang di usir oleh keluarga Gultom. Apa kamu punya sesuatu untuk menantang keluarga Rapunzel? selain itu Sifa tidak dirugikan dengan kekerasan itu."


Mendapatkan tekanan dari Steven, Vindra menjadi sangat tertarik.


"Apa kamu pikir aku tidak bisa memprovokasi kamu?"


Steven merentangkan tangan. "Vindra aku tidak ingin membuat kamu kesal, tapi dari sebagian orang, jika kamu tidak bisa memprovokasi lebih baik jangan lakukan itu."

__ADS_1


Steven masih berusaha sabar, jika buka karena putranya dia sudah pasti akan menampar Vindra sejak awal.


"Hanya ada dua kalimat. " Jawab Vindra.


"Pertama, Fendi sudah mati dan tidak ada yang bisa membawanya. Kedua sebelum fajar, serahkan pelaku yang lain yaitu Medina Rapunzel. Kalau tidak aku akan meratakan Keluarga Rapunzel-mu."


"Meratakan keluarga Rapunzel? lakukan jika kamu berani."


Vindra menegakkan tubuhnya, "Kamu akan menyesal dengan kalimat mu."


Pria botak itu berteriak, mengangkat senjatanya, dan menekan Vindra. "Sepuluh menit, jika kamu tidak menyerahkannya, aku akan membunuhmu, ibumu dan semua keluargamu yang lain."


Vindra menatap Steven dan tersenyum. "Jangan rawat anjingmu."


Steven tersenyum. "Aku tidak bisa mengendalikannya, semuanya memiliki darah panas. Mereka sedang marah denganmu, jika mereka marah aku tidak bisa menahannya."


"Vindra jangan bicara omong kosong, dan aku juga tidak akan bicara omong kosong lagi. Aku berusaha bicara baik-baik denganmu hanya untuk memberi kamu kesempatan hidup, tapi kamu sama sekali tidak menghargainya. Apakah kamu berfikir kamu benar-benar bisa sejajar denganku? Jangan naif, bahkan dia puluh tahun ke depan kamu tidak akan bisa sejajar denganku. Seketika aku memberimu ultimatum. Dalam sepuluh menit kembalikan Fendi padaku dan bunuh satu orang, maka aku akan membiarkan kamu hidup. Jika dalam sepuluh menit, kamu masih tidak peduli, jangan salahkan aku akan bertindak kejam. Setelah bicara dia mundur dua langkah dan memasang postur mematikan.


Vindra hanya tersenyum. " menindas dengan sedikit atau banyak?"


"Ya, kamu ingin sedikit atau banyak gertakan?"


Tak lama kemudian, di luar terdengar keributan diikuti langkah kaki yang padat.


Steven dan yang lain menoleh tanpa sadar, tubuh mereka bergetar dalam sekejap.


Di ujung jalan muncul bayangan hita, kemudian perlahan semakin banyak bayangan itu muncul hingga klinik CRISHAN terlihat penuh.


Ribuan orang muncul dari tiga kelompok besar yang datang setelah mendapat pesan dari Vindra sebelumnya.


To be continued 👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2