
Setelah tim medis Ambar memeriksanya, dan memastikan kondisi ayahnya baik-baik saja. Vin membawa ayahnya ke paviliun yang ada di klinik CRISHAN, agar dia bisa merasakannya setiap hari.
Vin bekerja lebih keras lagi dari pagi hingga malam dengan menerima ratusan pasien, berharap bisa segera mengumpulkan tujuh cahaya putih kembali untuk bisa memulihkan kondisi ayahnya.
Setelah beberapa hari berkerja keras, sambil kelelahan bahkan memuntahkan dari, Vin hanya mampu mengumpulkan tiga cahaya. Karena rata-rata pasien yang dia obati hanya penyakit ringan.
Selama jam istirahat, Vin membaca berita lokal dan rumah sakit Kusuma menjadi topik utama.
Beberapa anggota pasien melakukan pengaduan, rumah sakit diperintahkan untuk tutup, Keisa dan beberapa staf medis di penjara, dan sertifikat kualifikasi mereka di cabut. Dokter Mega di terjunkan untuk menjadi kepala bagian rumah sakit. Vin menduga keberadaan dokter Mega juga ada keterkaitannya dengan Jack Mars untuk mengawasi Neilon Mars.
Setelah selesai membaca berita di media online, Vin meletakkan teleponnya. Seorang lelaki tua yang kurus berteriak memanggil namanya sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
"Dokter Vindra, Aku Joko Brook. Tolong periksa aku." teriaknya
Vin menemukan Joko berusia 60 tahunan, sangat kurus dan lemah, namun Vindra memperhatikan ada sesuatu yang berbeda dengannya. Namun Vin tidak perduli, segera mengulurkan tangannya dan memeriksa denyut nadi, setelah itu dia tersenyum. " Tidak ada masalah, hanya saja ada sedikit masalah di usus yang membuatnya menjadi diare. Jangan bekerja selama tiga hari, dan istirahat lah selama tiga hari dan semuanya akan baik-baik saja."
"Dokter Vindra, aku bekerja keras untuk keluarga, jika aku istirahat selama tiga hari, maka mereka akan menghentikan aku dari pekerjaan. Bagiamana nantinya aku akan menghidupi keluarga ku? Mereka semua mengatakan jika kamu pandai melakukan akupuntur. Menapa kamu tidak memberi aku akupuntur agar segera sembuh? Aku akan membayar lebih."
"Itu benar, aku akan memberikan akupuntur dan anda akan sembuh dalam dua hari." Vin pun mengangguk menyetujuinya.
Vin segera mengambil sembilan jarum dan menusuk beberapa titik yang ada di bagian perut.
"Ah- " pada saat ini, tiba-tiba pasien menegang, matanya terbuka lebar, satu tangan menutupi perut nya dan tangan yang lain menunjuk ke arah Vindra. "Kamu... Ka-mu... telah membunuhku." Joko berjuang mengeluarkan kalimat, sebelum akhirnya kejang-kejang beberapa kali, dan pada akhirnya tak bergerak.
__ADS_1
Semua pasien yang melihat terkejut, ketika melihat hal tersebut, dan belahan melangkah mundur. Semua tak mempercayai dengan apa yang mereka lihat, Joko yang sudah tergeletak.
"Apa dia mati?"
Mereka semua tidak tau apa yang terjadi, sehingga mereka menanyakan kalimat itu.
Billy yang ada disampingnya juga terkejut, " Bagaimana ini bisa terjadi?" Dia berlutut dan memeriksa denyut nadi Joko, setelah setengah menit, wajah Billy menjadi pucat dan segera menarik tangannya.
Diantara para pasien ada paman David, yang pernah menjadi perwira polisi veteran, datang dan memeriksa hidung dan arteri Joko. Kemudian dia menggelengkan kepalanya. "Mati... sudah tidak ada harapan lagi."
Paman David menatap Vindra, matanya penuh dengan keraguan dan simpati. Jika ada yang mati, tidak perduli Vindra akan bertanggungjawab atau tidak, tapi klinik akan selesai. Dia tidak ingin klinik CRISHAN tutup. Dia juga tidak ingin Vindra mengalami masalah. Bagaimanapun dia pernah keracunan tiga kali dan Vindra menyelamatkannya.
__ADS_1
To be continued 🙂🙂🙂