Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.97 Kepergian Imelda


__ADS_3

6 bulan kemudian,,,


Rumah Bella yang sudah di renovasi dan ditingkat, menjadi lebih bagus dari sebelumnya dan pada akhirnya tidak diperkenankan untuk dijual oleh Ariel, karena Ariel memilih untuk tinggal dirumah itu jadi rumah itu di perbaiki.


Saat ini pun Bella sedang hamil 3 bulan, itu membuat keluarga Ariel semakin menyayangi Bella. Terlebih lagi Ayu yang senang karena akan memiliki adik. Ariel yang semakin protektif terhadap Bella, karena tak ingin Bella lelah dan tak mau terjadi apa-apa dengan kandungan nya.


****


Sementara dirumah Leon, Cindy yang mulai hari ini belajar ikut papa nya untuk memahami tentang bisnis dan usaha papa.


" sayang, aku berangkat kerja ya,!" ucap Leon


" iya, hati-hati ya,," balas Windy sambil memakaikan dasi Leon


" mah, Cindy berangkat ya,,!" teriak Cindy


" iya sayang, dengar kan yang papa mu katakan." teriak mama juga


Sepeninggalan mereka kerja, Windy menyiapkan sarapan untuk Imelda, barulah dia berjalan kekamar membawa Imelda keluar untuk sarapan.


Windy membuka pintu, dan membangunkan Imelda dari tidur nya.


" hei,, ayo bangun sudah pagi,, mandi habis itu sarapan..!" ucap Windy


Kondisi Imelda saat ini sungguh sangat memperihatinkan, semakin lemas dan kurus. Anggota tubuhnya sudah tidak bisa lagi digerakkan, matanya sudah tidak bisa lagi melihat dengan jelas, mulut nya pun kiri sudah susah untuk diajak berbicara.


Dengan sabar Windy dan dibantu suster, mereka membangun kan Imelda dari kasur untuk duduk di kursi roda nya dan mendorong ke kamar mandi, selesai mandi dan berganti pakaian mereka membawa Imelda taman belakang, sambil menyuapinya.


" te,,te,,terima,, terimakasih, ka,kamu be,begitu tu,,tu,,tulus, me,,mera,, merawat ku,,!" ucap Imelda dengan susah nya.


" iya,, aku akan selalu merawat mu,, sekarang makan sarapan ini yang banyak biar tetap sehat,,!" balas Windy


" ti,,ti,tidak ,, ak,,aku,, sud,sudah keny, kenyang,,!" jawab Imelda padahal baru makan 3 suapan.


" tem,,temani, ak,aku,di,dis, disini, me,menik, menikmati, ma,, mata,, matahari pa,pagi,,!" kata Imelda


Windy, menuruti keinginan Imelda biasanya setelah sarapan dia ingin segera masuk rumah, tapi hari ini terlihat agak sedikit berbeda, dari mulai bangun biasanya sudah bangun, makan yang sedikit, hingga berjemur.

__ADS_1


Setelah sudah agak panas, Windy membawa Imelda masuk kekamar nya untuk minum obat dan istirahat.


" Melda, minum obat nya dulu ya,,!" ucap Windy


" a,aku tid,tidak mau,,!" jawab Imelda


" tapi kamu harus minum obat, agar kamu tetap sehat.!" balas windy


" a,aku,sud,sudah,lel,lelah, dan ak,aku ng,ngan, ngantuk,," jawab Imelda tak lama kemudian dia tertidur dengan senyum dibibir nya.


Windy pun segera meninggalkan Imelda, yang sudah tertidur.


" mari suster, kita biar kan Bu Imelda istirahat,,!" ucap Windy


Windy kembali kedapur untuk membantu bibi menyiapkan makan siang seadanya karena memang hanya mereka saja yang makan, baru untuk makan malam lumayan agak berbeda karena Leon dan Cindy sudah pulang. Selesai memasak mereka makan lebih dulu, Windy, bibi, dan suster sebelum nanti menyuapi Imelda.


" sus, tolong bawa makanan untuk Bu Imelda ya, kita kekamar nya untuk makan,,!" ajak Windy


" baik Bu mari,,!" jawab suster


" Mel, Melda, ayo bangun dulu makan siang dulu, nanti bisa lanjut tidur lagi,,!" panggil Windy


Tak ada reaksi, Windy duduk dipinggir ranjang, kaget begitu menyentuh tangan Imelda dingin,,


" astaga,, Imelda,,!! Imelda,, bangun,,!!" teriak Windy sambil mengguncang pundak Imelda


Suster dengan cepat memeriksa mata dan denyut nadi Imelda.


" innalilahi wa innailaihi rojiun,,!" ucap suster


" Gusti,, Imelda, bangun,," teriak Windy menangis terisak tidak menyangka akan ditinggal tanpa pesan seperti ini.


Setelah tenang barulah " innalilahi wa innailaihi rojiun Imelda,, semoga tenang kamu disana ya,,!" ucap Windy.


Segera Windy mengambil Hp nya dan mengabari Leon.


" haloo, sayang Imelda sudah meninggal,,!" ucap Windy

__ADS_1


" Hah,,!! apa, oke baik aku dan Cindy akan segera pulang..!" jawab Leon


Leon dan Cindy segera pulang. Sesampainya dirumah sudah ada beberapa terlihat tetangga sekitar membantu mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan untuk proses pemakaman Imelda.


Leon segera masuk kekamar dan melihat Imelda dengan tubuh dinginnya dan juga wajahnya yang semakin pucat, dipeluk nya sambil menangis.


Cindy yang dari kantor tidak diberitahu papa nya, begitu sampai rumah kaget melihat ada nya bendera kuning dipagar rumah, terbayang wajah Imelda, Cindy berlari menyusul papa nya yang telah lebih dulu masuk kedalam dan langsung kekamar, dihampiri ranjang dilihat wajah pucat Bu Imelda dengan senyum di bibirnya, Cindy diam dan hanya memegang tangan Imelda, sampai air mata jatuh tak bisa ditahan. Cindy mengingat awal pertemuan nya dengan Imelda yang secara tidak langsung membawa nya bertemu papanya.


Setelah tenang Leon menghubungi sekertaris nya dan mengatakan bahwa Imelda telah tiada, serta memperbolehkan karyawan untuk datang melayat juga kantor tutup setengah hari.


Datang berganti rekan kerja Leon dan karyawan mereka, juga Adrian dan juga Ariel datang tanpa Bella karena sedang hamil.


" mah, Imelda meninggal,,!" ucap Leon di telepon


" iya iya, mama dan papa segera kesana..!" jawab mama nya


Keluarga inti pun sudah berkumpul, karena Imelda anak tunggal dan juga kedua orang tua nya telat tiada beberapa tahun setelan pernikahan nya, jadi tidak ada lagi yang ditunggu.


" sebaiknya kita segera mandikan jenazah, siapa yang mau ikut memandikan,,?" tanya ibu ustazah


" saya Bu,!" jawab Cindy


" saya juga bersedi Bu,!" jawab Windy


" baiklah, tapi dimohon didalam untuk tidak menangis ya,,!" balas ibu ustadzah


Proses pemandian dilakukan oleh Cindy, mama Cindy, juga 2 orang ibu pengajian sekitar rumah, pengkafanan, juga proses sholat jenazah pun dilakukan saat itu juga. Dilanjutkan dengan pemakaman di pemakaman umum yang ada didekat rumahnya, Leon , Adrian, Ariel dan papanya Leon yang mengangkat keranda menuju tempat istirahat terakhir Imelda.


Saat rombongan berjalan menuju pemakaman, tak lama muncul mobil box membawa bunga papan ucapan belasungkawa dari beberapa rekan bisnis Leon, dibantu beberapa karyawan Leon menurunkan bunga papan tersebut dan menatanya.


Selesai pemakaman, mereka kembali pulang kerumah. Terlihat karyawan Leon pun sudah bersiap akan pulang, setelah mengucapkan Bella sungkawa bergiliran mereka pulang.


Masih tertinggal dirumah Adrian,.Ariel, orang tua Leon. mereka duduk diruang tengah menanyakan apa saja yang terjadi hari ini sampai Imelda meninggal. Windy mulai bercerita dari pagi hingga dia menemukan Imelda sudah meninggal.


Mereka dan juga pak ustad yang memang masih ada memberikan arahan untuk doa yasinan, Windy dan Cindy dengan cekatan mencatat waktu yang diarahkan pak ustad, Hingga hari menjelang sore, tamu terakhir pun pamit pulang.


Semua masih dalam nuansa dukacita, mama dan papa Leon pun bermalam dirumah Leon.

__ADS_1


__ADS_2