Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Makan banyak


__ADS_3

Sesampainya mereka di hotel Adrian dengan lelah langsung duduk di sofa dan menselonjorkan kaki nya.


"sayang, kamu capek ya mau aku pijitin gak,,?" tanya Cindy


"tumben nih ada apa,, jangan-jangan habis berapa tadi belanja,,,?"


Cindy mengeluarkan nota belanja tadi diatas meja, ada sekitar 3 nota karena hanya 3 toko yang didatangi tapi jumlah nya bikin pusing. Cindy duduk disebelah Adrian menarik kakinya lalu diletakkan dipaha nya.


"sini sayang aku pijit, kamu coba hitung nota nya,,!"


Adrian mengambil nota diatas meja dan melihat, nota pertama toko souvernir total tiga juta lima ratus, lalu toko kedua toko souvernir juga total empat juta rupiah, nota terakhir toko makanan total tiga juta lima ratus dan total keseluruhan sebelas juta hanya dalam waktu tiga jam.


"berapa sayang,,,banyak ya,,maaf ya, habis ya uang kamu,,?" ucap Cindy pelan


"cuma segini aja, aku pikir tadi berapa puluh juta gitu,, ha-ha-ha gimana puas atau masih ada yang ingin dibeli lagi,,?"


"udah cukup, booking tiket aja sayang untuk pulang besok.!" jawab Cindy


"oke,, kaki satu nya lagi sayang,,!"


Adrian membuka aplikasi di Hp nya, memesan tiket pulang, baru akan menekan bayar Hp nya berdering..


"haduh si Alex nih ganggu aja deh,,!" jawab Adrian ketus dan menerima panggilan itu


Dilihat nya Cindy sudah tertidur dengan duduk bersandar masih dengan tangan di atas kaki Adrian. Pelan-pelan Adrian menyingkirkan tangan Cindy dan menurunkan kaki nya, berjalan ke balkon.


"kenapa Lex,,,?"


"gue dah tanya si Rere alasan dia mau resaign,,?"


"terus?"


"dia cerita ibu nya sakit kanker payudara dan harus dioperasi, karena butuh biaya om nya bersedia membantu dia dan ibunya asalkan Rere mau menikah dengan teman dari om nya itu,,!"


"ooh gitu,, terus gimana,,?"

__ADS_1


"kalau menurut gue sih, apa gak sebaiknya kita kasih Rere pinjaman kantor, dan dia bisa mengembalikan dengan potong gaji,,!"


"ya udah Lo liat masih ada kuota gak untuk pinjaman karyawan itu,, kalau memang udah full coba cek ada gak karyawan yang hampir selesai pinjaman nya, gak pa pa Lo kasihkan aja ke Rere,,!" jelas Adrian


"oke kemaren langsung gue liat, kuota masih ada slot untuk dua orang karyawan lagi lah, tapi gue belum kasih tau Rere, karena gue butuh penjelasan Lo dulu,,! jadi oke ya, biar gue bilang ke Rere..!"


"iya oke,,eh ngomong-ngomong kenapa Lo peduli banget sama si Rere itu,, Lo suka ya sama bocah itu,,?!" ledek Adrian


"suka apaan sih Ian, kan ini juga karena Lo gak mau ganti sekertaris kan,, kenapa jadi gue,,?"


"oh jadi Lo gak suka ya Ama si Rere, ya udah gue kan cuma tanya jangan sewot dong,,!" jawab Adrian


"udah ah,, kapan Lo balik, udah pesen tiket lom?'


"gara-gara Lo, gue harus ngulang lagi pesen tiket dari awal, ya udah urus semuanya dengan baik ya. terus coba Lo selidiki keluarga Rere,, jangan-jangan ada konspirasi kedepannya,,?" perintah Adrian


"oke beres,,ya udah, jangan lupa oleh-oleh ya,,!"


"udah dibeliin sama Cindy, dia borong semua oleh-oleh,, udah ya makan siang gue dah datang,,!" jawab Adrian


Adrian membuka pintu kamar karena pelayanan hotel mengantarkan makan siang sudah datang.


"sayang bangun kita makan dulu yuk,,!" membangunkan Cindy


Cindy membuka mata, didepan nya sudah siap beberapa menu makan siangnya yang masih mengeluarkan uap panas dan seketika perut nya terasa lapar tingkat dewa.


"sayang kamu mau kemana,, ayo makan cacing ku udah mulai gak sabar,,?" saat melihat Adrian kekamar mandi


"duluan deh, aku mau pipis bentar,,!"


Cindy pun segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk diatasnya, sudah dua hari ini porsi makan nya agak banyak dari biasanya. Bertepatan dengan Adrian yang sudah berdiri disebelah nya.


"sayang kamu gak salah itu piring, buat siapa? aku gak makan sebanyak itu,,!" ucap Adrian


"idih,, GeEr siapa bilang ini buat kamu, ini untuk ku sayang,,!"

__ADS_1


"yakin kamu makan segitu banyak,, harus habis ya, karena makanan yang sudah kamu ambil di piring harus kamu habiskan, kalau tidak itu namanya buang-buang makanan, itu gak boleh..!" jelas Adrian


"habis sayang aku habiskan, tenang aja,,!"


"apa gak sebaiknya kamu ambil bertahap gitu, dikit dikit dulu, kalau habis baru nambah lagi..!" usul Adrian


"udah terlanjur sayang, aku pasti habis ko, aku laper soalnya, udah ya ngobrol aku makan dulu..!"


Adrian hanya bisa geleng-geleng kepala, tapi masih berfikir agak aneh sudah dua hari ini porsi makan Cindy agak berlebihan, apa mungkin dia hamil, tapi kalau hamil masa gak ada gejala mual sih.


Adrian makan sambil memesan tiket pesawat untuk mereka pulang besok, kaget karena Cindy berhasil menghabiskan sepiring penuh makan siangnya.


"sayang kamu habis,, wah hebat, aku aja gak bakal sanggup deh ngabisin sebanyak itu,,!" Adrian syok


"ah sayang ini mah kecil ko,!"


"oiya sayang kamu capek gak,,?" tanya Adrian


"lumayan sih kenapa,, jangan bilang minta ena ena ya,, aku ngantuk,!"


"ya udah deh gak jadi, aku pijitin kaki kamu gantian mau gak,,?"


"kalau itu mau lah aku,, yuk,,!" jawab Cindy semangat


Cindy sudah bersandar di dinding kasur dengan kaki selonjoran, sementara Adrian mulai memijit pelan kaki istrinya.


"sayang kamu sadar gak dua hari ini kamu makan banyak Lo..!"


"emang iya ya,, masa sih aku gak perhatiin deh, perasaan biasa aja, mungkin karena suasana tempat nya bagus, dan makanannya juga enak jadi nafsu makan ku meningkat..! emang kenapa salah ya,,?" jawab Cindy


"ya gak sih,, cuma agak heran aja, ya udah gak pa pa juga ko. biar kamu sehat makan banyak, biar gendut jadi kalau nanti orang tua kamu liat sebagai bukti kalau kamu dikasih makan jadi istri ku..!"


"nah kan, tapi jangan marah ya kalau aku yang habisin beras.. ha-ha-ha,,!"


Bercanda, bicara, saling tatap saling menggenggam tangan hanya dalam diam seolah mata berbicara tentang sedalam apa cinta mereka.

__ADS_1


"tidur siang yuk,, sore main ke pantai lagi yang terakhir.!" ucap Cindy


Adrian pun menuruti keinginan istrinya, padahal mah dia pengen num cucu.


__ADS_2