
Jumat 10 April,
Sudah dari semalam Meli packing baju sekedarnya, dia tidak membawa semua bajunya karena hanya seminggu dan akan bekerja lagi dirumah Cindy. Dia dan pak Agus sudah siap sedari pagi, karena bus mereka akan berangkat siang.
Meski akan mudik Meli tetap tak lupa menyiapkan sarapan untuk majikannya, dia dan pak Agus pun sudah dari pagi sudah sarapan. Tak lama kemudian Adrian dan Cindy turun.
"widih yang mau mudik berangkat jam berapa Mel,?"
"jam 10 Bu kumpul di agen bus,soalnya bus nya berangkat jam 12.!" jawab Meli
"ya udah jangan lupa kalian sarapan dulu sebelum berangkat,!" balas Cindy
"makasih Bu sudah tadi saya dan mas Agus sudah sarapan.!" jawab Meli
Selesai sarapan Adrian dan Cindy duduk di ruang keluarga menyaksikan tv, mereka sengaja untuk tidak ke kantor.
"sayang kita gak kasih kado ke mereka,,?" tanya Cindy
"kasih uang aja lah, itu lebih mereka butuhkan.!"
Beberapa jam kemudian Meli dan pak Agus datang berpamitan "pak Adrian Bu Cindy kami mau berangkat sekarang,!" ucap Meli
__ADS_1
"oiya ini ada sedikit untuk tambahan kalian dikampung, jangan lupa seminggu kemudian kembali ke sini ya,!" ucap Adrian sambil menyerahkan amplop coklat kepada Meli
"terimakasih pak Adrian Bu Cindy, baik pak seminggu lagi kami akan kembali kesini, permisi ya pak assalamualaikum,,!" jawab pak Agus
"wassalamu'alaikum, hati-hati dijalan selamat sampai tujuan ya,!" balas Cindy
Sepeninggalan Meli dan Agus.
"sayang kaya nya selama seminggu ini kamu gak usah ke kantor aja ya, aku kasian sama kamu ngurus rumah juga masih kerja juga.!" ucap Adrian
"ya udah deh, aku istirahat dirumah aja seminggu ini.!"
"idih takut kenapa, lagian kan kamu juga sore pulang, kalau bisa selama seminggu jangan ada janji dengan klien malam-malam ya,!" ucap Cindy
"siap,, terus ini kita mau makan siang apa,?"
"bentar aku cek kulkas,!"
"ayo aku bantu,!"
Berjalan ke dapur Cindy membuka kulkas ternyata ada ayam dan beberapa potong tempe yang sudah diungkep sama Meli bisa tinggal di goreng atau dibakar, ikan juga sudah dibumbui. Cindy mengeluarkan dari dalam kulkas.
__ADS_1
"hanya ada ini sayang, aku bikin ayam bakar aja ya, sambel goreng nya ada tuh tinggal angetin aja. gimana,,?" ucap Cindy
"iya apa aja aku oke,!"
Cindy segera menyiapkan peralatan mulai membakar sementara Adrian mengupas timun dan daun kemangi hingga tak lama hidangan matang dan mereka mulai makan bersama.
Selesai makan Adrian pergi kedepan mengunci pagar rumahnya dan mengunci pintunya karena tidak ingin istirahat siang nya terganggu.
"sayang udah lama deh kita gak main siang-siang,,?" ledek Adrian tersenyum
"mulai deh,,!" jawab Cindy
"jadi gak mau nih, menuruti permintaan suami mu ini,?"
"mana bisa aku menolak he-he-he nanti durhaka aku, lagian mau gak mau juga harus mau lah.!" jawab Cindy
Adrian mengusap kepala Cindy menyampingkan rambut yang menutupi wajah istrinya, mencium kening istrinya lembut, turun ke mata lalu ke pipi dan diam di bibir menanti balasan dari Cindy, tangan Adrian mulai mengusap kaki Cindy naik kepaha nya mengelus lembut hingga bibir Cindy pun terbuka dan lidah mereka bertaut.
Adrian memulai permainan dengan lembut dan hati-hati tak banyak pergerakan yang dilakukan Adrian, mereka juga tak mengulang permainan mereka Adrian tak suka melihat Cindy meringis menahan takut.
Sejak hamil nya semakin besar Cindy agak takut untuk diajak berhubungan intim, meski tidak pernah menolak tapi terlihat dari raut wajahnya yang selalu menutup mata dengan kerutan di keningnya.
__ADS_1