
Selesai makan malam, Adrian berjalan keruang keluarga.
"sayang kamu ngapain kesana,? gak mau kikuk kikuk sama aku he-he-he,,!" ledek Cindy
"tumben kamu yang ngajakin duluan,?!"
"sekali sekali boleh kan," jawab Cindy
"aku mau interogasi Meli,,!"
"oh gitu, ya udah aku panggil si Meli ya.!" ucap Cindy berbalik ke kamar Meli
Tok Tok Tok
"Meli,,!" panggil Cindy
pintu terbuka
"iya Bu ada apa,,?"
"suami saya, mau bicara dengan kamu, cepet ya ditunggu di ruang keluarga,!" kata Cindy
"baik Bu saya segera kesana,!"
Cindy kembali ke ruang keluarga dan duduk disamping Adrian.
Tak lama kemudian Meli datang.
"maaf pak, ada apa ya bapak manggil saya,?"
"saya mau tahu seharian ini kamu ngapain aja,?" tanya Adrian
"sayang Meli disini kan sudah ada tugas nya, pasti dia melakukan tugas nya lah, iya kan Mel,,!" ucap Cindy
"eh, iya Bu. cuma tadi pagi mba Stella sempat nelepon tapi gak saya angkat, karena saya takut saya bilang pak Agus supaya bilang kalau saya keluar semisal Stella itu datang.!" jawab Meli
"hanya itu,,?"
"iya pak hanya itu aja,,!"
"kenapa Stella bisa nelepon kamu, kamu berteman dengan nya,?"
"gak pak saya gak kenal dengan mba Stella, saya juga gak tau kenapa waktu itu mba Stella datang dan malah minta no Hp saya.!" jawab Meli
"intinya,,?"
"saya disuruh berkolaborasi dengan dia untuk menjauhkan bapak dengan Bu Cindy.!"
"kolaborasi, kamu pikir bikin konten,, saya serius!"
"iya pak mba Stella yang bilang gitu ko pak,,!" jawab Meli
"kamu mau,,?"
__ADS_1
"maaf ya pak, awalnya saya mau, tapi beberapa hari kemudian saya sadar pak,!" jawab Meli
"kenapa mau,,?"
"saya diiming-imingi akan dikasih uang banyak pak,!"
"gaji kamu kurang disini,,?"
"gak pak, tapi namanya uang siapa sih pak yang gak tergiur,,!"
"emang kamu yakin bakal dikasih uang sama Stella kalau rencananya berhasil,,?"
"ya gak tau juga pak,,! tapi dia bilang dia artis, dan artis kan uangnya banyak pak,!"
"kamu gak tau kalau dia pernah masuk penjara,,? kalau kamu berkerjasama dengan dia, bisa aja kamu juga diajak masuk penjara sama dia, kamu mau,,?!"
"gak lah pak, gak mau,,!" saya gak tau kalau mba Stella pernah masuk penjara, kapan pak?"
"pantes aja sih kamu gak tau, itu kasus lama.!" jawab Cindy
"jadi intinya kamu udah gak mau nih kerjasama dengan dia,,?"
"gak pak,,!"
"ya udah Meli sebaiknya kamu makan malam, jangan lupa makan untuk pak Agus, lalu istirahat.!" ucap Cindy
Cindy sengaja menyudahi interogasi itu agar Meli tidak keceplosan cerita tentang keluarga nya di kampung, yang sudah dikirimkan bingkisan oleh Cindy pribadi. Bukan Cindy mau menutupinya dari Adrian tapi Cindy tak mau dipandang berlebihan. Karena dari dulu Cindy sudah ikut menyumbang beberapa yayasan panti asuhan dan panti jompo untuk kesejahteraan disana melalui tangan Caca. Tak banyak yang tau tentang ini, hanya kedua orang tua nya. Cindy tak ingin di publish, dia lebih senang ada dibalik layar.
"sayang udah kan, kita naik yukk,, kita buka buka..?!" senyum Cindy
"kenapa kamu merona gitu,,?"
"maaf ya Bu, saya iri liat keharmonisan ibu dan bapak,,!"
"jadi kamu juga pengen misahin kita,,?" tanya Cindy
"ih,, bukan gitu Bu. maksudnya semoga saya bisa dapet pasangan yang baik dan romantis kaya suami ibu, tapi ya gak suami ibu juga lah,,!" jawab Meli
"ya udah kamu sama pak Agus aja gih, dia juga jomblo tuh, siapa tau jodoh.!" jawab Adrian asal
Meli melongo mendengar jawaban dari majikan nya.
"Meli jangan dimasukan ke hati ya, suami saya ini memang suka iseng,,! tapi kalau mau dicoba pendekatan boleh ko ha-ha-ha,,,!" ledek Cindy
"ibu sama bapak nih ada-ada aja deh, sama-sama bocor alus he-he-he,,, saya permisi dulu Bu..!" ucap Meli
Cindy dan suami naik keatas, masuk kamar. berjalan ke sofa. Adrian menarik koper kedekat mereka dan membukanya.
"sayang kamu jail banget sih,, ngapain ngejodohin Meli segala,,?!" tanya Cindy
"halah, kamu juga sama aja,, ikut-ikutan kan,,!" balas Adrian
"makin kesini ternyata kita banyak kesamaan ya sayang,,!"
__ADS_1
"oiya apa aja,,?"
"kita sama-sama suka shopping, kita sama-sama jail bin iseng, dan kita sama-sama pekerja keras.!"
"iya juga ya,, eh sayang kita seperti yang udah lama banget hidup bersama ya gak sih,,?!"
"ya kan kita emang dari kecil pernah sama-sama,,hanya saja kita dipisahkan oleh waktu,!" jawab Cindy
"iya, dan sekarang waktu gak bisa lagi misahin kita,,!"
"iya sekarang bukan waktu yang berusaha misahin kita, tapi manusia yang mau misahin kita,,!" jawab Cindy
"kamu tenang aja sayang, sampai kapan pun kita gak akan terpisahkan..!"
"so sweet, perasaan tadi Meli goreng ikan asin deh, apa karena itu kamu jadi romantis gini ya,,!" ledek Cindy
"gak romantis salah, sekalinya romantis di cari keanehan nya,,!"
"udah udah kita pisahin oleh-oleh nya, besok kamu bawa kantor ya. sayang peperbag yang besar itu coba tolong kesini in,,!" balas Cindy
"aku bantu apa,,?"
"kamu bantu masukin kedalam plastik aja, biar aku yang misahin untuk siapa nya,,?"
readers ada yang mau oleh-oleh gak,,, he-he-he 🤭
Mereka masih sibuk memisahkan oleh-oleh, sampai tak terasa sudah jam 9 malam baru selesai.
"akhirnya selesai juga,, ini udah aku kasih nama semua di plastik nya ya, jadi gak akan ketuker.!" ucap Cindy
"oke deh,, sekarang kita,,!"
"sekarang kita tidur lah,,!" jawab Cindy
"gak usah bercanda, tadi janji nya apa hayoo,,?" ledek Adrian
"aku gak janji apa apa deh, janji apa sih,?"
Adrian mengangkat kedua tangan nya, membentuk kerucut dan di adu kan ke tangan satunya seperti paruh burung mematuk.
"kikuk kikuk,,!" kata Adrian
"kamu inget aja deh kalau yang begituan,,!" Cindy tepok jidat
"gak mungkin lupa, gak dikasih aku paksa ha-ha-ha,,,!"
"dasar, ya udah gosok gigi dulu lah, biar kiss nya aduhai ha-ha-ha,,!" jawab Cindy
"ayo lah,,!" Adrian menarik Cindy bersama kekamar mandi
Dan mereka melakukan kikuk kikuk itu dengan peluh yang bercucuran bersama di badan mereka, berganti gaya dan posisi, hingga mereka puas bersama.
"Cindy sayang, aku cinta kamu,,!"
__ADS_1
"aku juga sayang,,!"
Mereka tidur.