
Setelah 1jam dikamar mandi Cindy keluar,
"sayang kamu habis setoran ya didalam?!"
"gak kenapa sayang,,?"
"gak pa pa, ya udah aku mau mandi,!"
Cindy mengambil pakaian santai dirumah, duduk di sofa menonton tv dengan pikiran yang tidak fokus malah cenderung melamun.
Dreettt Dreettt suara Hp Cindy
"halo mah,,!' sapa Cindy
"halo sayang,,!" jawab Leon
"eh papa, apa kabar pah?"
"baik, kamu gimana sayang, betah kan dirumah Adrian,,?!"
"Alhamdulillah pah, betah. nyampe jam berapa pah tadi?"
"cepet ko sayang, mungkin kalau besok pasti macet,!" jawab Leon
"emang papa sama mama mau balik kapan?"
"belum tau sih, terserah mama kamu lah papa kan jadi supir he-he-he,,!"
"oiya sayang, papa bisa minta tolong gak, besok kan kebetulan papa ada ketemu sama klien, kamu sama Caca yang gantiin papa gimana bisa?!"
"bisa aja pah, tapi kenapa janjian sama klien nya harus weekend sih pah.?"
"ini klien spesial papa, dan dia kebetulan punya waktu weekend eh papa lupa antar mama kamu, gimana sayang bisa kan.?!"
"berkas nya tadi udah papa kirim ke email Caca, dia hanya nunggu perintah dari kamu untuk jalan.!"
"ya udah, kebetulan lah besok Adrian ada kerjaan juga dari pagi daripada diam dirumah males juga, ya udah papah kirim aja tempat ketemuan dan jam nya, besok Cindy datang,!"
"sip deh, kamu emang anak papah, makasih ya sayang.!"
"oke pah, pah bilang mama ya jangan lupa oleh-oleh pesenan Cindy,!"
Leon berteriak ke istrinya menanyakan oleh-oleh Cindy dijawab dengan anggukan oleh istrinya.
"siap sayang, udah disiapin kata mama!"
"ya udah pah, jangan lupa kirim alamat nya, Cindy mau telepon Caca nih, bye pah miss you pah!"
"oke sayang miss you to, papah kirim ya,!"
Telepon terputus masuk notifikasi pesan shareloc tempat ketemuan besok. Cindy menelepon Caca.
__ADS_1
"halo Ca, papa udah bilang kan besok ada meeting dengan klien ya?"
iya Bu, pak Leon lupa, jadi gimana Bu? (Caca)
"ya besok kita kesana papa baru aja ngasih alamat nya,!"
"oke, saya jemput ibu dirumah jam berapa,,?" (Caca)
"meeting nya jam 10 an Ca, kamu jam 9 sampai rumah saya, bisa kan?!"
"siap Bu bisa, sampai besok!" (Caca)
Adrian keluar dari kamar mandi berbalut handuk di pinggang nya, nampak segar wangi dan pastinya terlihat lebih tampan Cindy yang menatap suaminya sampai tak berkedip. Berjalan mendekati suaminya berdiri berhadapan saling pandang.
"kalau dilihat-lihat kamu cakep juga ya kalau habis mandi,,!"
"aku emang cakep, kamu baru sadar ya?" jawab Adrian
Cindy entah apa yang merasuki mu tangan nya mulai memegangi pinggiran handuk, Adrian mulai takut melihat istrinya.
"sayang, muka kamu ko mesum gitu sih!" tanya Adrian
"muka ku mesum, kenapa muka mu yang takut gitu sih sayang,,?!" ledek Cindy
"masa sih muka ku takut, yakin aku yang takut nih, bukan nya kebalik!" balas menyindir
Adrian mulai memeluk istrinya, menciumi istri nya dengan panas, hingga istrinya mulai menggerayangi dada bidang suaminya dengan belaian lembut dan mencium nya berkali-kali serta menjilati nya seperti kucing, bikin Adrian merinding geli.
Mulai menguasai permainan membawa istrinya mencapai puncak seorang diri, setelah puas bermain-main kembali Adrian melakukan dengan lembut yang juga sampai puncak bersama dengan istrinya lagi hingga mereka kelelahan.
"sayang tumben banget sih kamu, mancing duluan?!" tanya Adrian
"gak pa pa, lagi pengen aja, emang kenapa?"
"ya bagus lah, mulai ada inisiatif nya gitu ha-ha-ha,,!" ledek Adrian
"sekali sekali boleh lah, oiya sayang besok aku dan Caca mau ketemu klien papa ya jam 10 an!"
"siapa?"
"iya yah, ko aku lupa tanya siapa klien nya, biarin aja lah, aku dijemput Caca nanti,!"
"oh ya udah, kalau sudah selesai jangan keluyuran, pulang istirahat malam nya kan kamu harus show.!" Adrian mengingat kan
Tok Tok Tok
"Bu makan malam sudah siap,,?" teriak Meli
"iya Mel, nanti kita kebawah!"
"kebawah yuk sayang, makan malam dulu. terus tidur kamu juga kan besok harus berangkat pagi-pagi.!"
__ADS_1
Mereka keluar kamar menuju meja makan.
Selesai makan malam yang seharusnya mereka langsung tidur tapi tidak, karena Adrian minta jatah lagi jadilah mereka kembali olahraga malam.
Sesaat sebelum memejamkan mata Cindy berdoa semoga ada satu saja yang jadi batin Cindy sambil memegang perutnya.
****
Keesokan paginya Adrian sudah bangun dan sudah dikamar mandi, sementara Cindy masih berguling dikasur. Cindy bangun menyiapkan pakaian kerja suaminya, dan kembali rebahan diatas kasur. Melihat suaminya sudah keluar kamar mandi mulai memakai pakaian hingga rapi.
"sayang aku berangkat ke lokasi ya,, nanti kamu malam dijemput Alex ya,!" ucap Adrian sambil mencium kening, mata, hidung, pipi, dan terakhir bibir Cindy.
Setelah Adrian keluar, Cindy mulai mengambil cawan kecil dan tespeck di tas nya, membawa dua sekaligus. Dia pipis lalu mencelupkan tespeck nya sambil duduk diatas kloset menunggu hasil tanpa berani melihat.
Sudah menunggu sepuluh menit, Cindy membuka mata pelan-pelan sambil diambil tespeck tadi,,
"ini beneran apa gak sih,, garis nya dua?!" gumam Cindy
Tak yakin dia ambil tes yang baru dia celupkan lagi dan kali ini dia melihat langsung perubahan yang terjadi di tes tersebut dan hasilnya sama garis dua.
"kalau garis nya dua berati aku hamil dong, ya gak sih?!" masih ragu
"kaya nya aku periksa ke dokter aja deh, biar ada hasil yang pasti nya,!" kata Cindy
Cindy segera mandi kali ini hanya mandi bebek dan selesai. Dia keluar kamar mandi mencari Hp nya menelepon seseorang.
"halo Ca, kamu bisa kerumah saya sekarang gak, anterin saya ke dokter!"
"Hah dokter, Bu Cindy sakit ya,, iya Bu siap saya kesana sekarang!!" jawab Caca panik
Baru Cindy akan menjawab Caca sudah mematikan telepon nya. Cindy berpakaian resmi karena dia tak tahu berapa lama di dokter kandungan nanti. Menyimpan hasil tespeck yang akan dia tunjukan di dokter. Cindy turun kebawah menunggu Caca.
"Bu Cindy mau kemana udah rapi bener.?"tanya Meli
"mau ke dokter bentar Mel,,!"
Tak lama Caca sampai, "Bu Cindy didepan ada non Caca!" pak Agus memberitahu
Cindy keluar melihat Caca berdiri disisi mobilnya, "kamu sekalian bawa berkas untuk ketemu klien nya kan,,?"
"ada di mobil Bu,!"
Cindy masuk ke mobil, dan pergi meninggalkan rumah.
"kita kerumah sakit mana Bu?"
"RS.harapan bunda aja!"
Caca menjalankan mobilnya tanpa kepo.
__ADS_1