Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.15 Cerita Mama part.3


__ADS_3

Tak terasa sudah 4 bulan berlalu dari Leon mendatangi Windi di kost an nya,, sudahlah lupakan wanita itu,, dimana pun kamu berada semoga kamu baik-baik saja.


****


2 bulan tinggal dikontrakkan dengan barang seadanya seperti spring bed biasa, aneka perabot dapur, mixer, oven, alat perlengkapan kue, karena Windi akan berjuang dengan cara menitipkan kue di warung.


Saat ini Windi teringat lagi kenangan dia pertama datang ketempat itu.


Saat pertama Windi tiba dikontrakkan itu, pemilik kontrakan belum datang dan saat itu Windi melihat ibu depan kontrakan nya itu,berjalan hendak menyeberang,tapi dari arah belakang sepeda motor menjenggol lengan ibu itu,hingga membuat ibu itu tersungkur.


Buru-buru Windi lari membantu membangunkan ibu tadi,menolong memapah kedalam rumah,


"Astaga,, ibu,, ibu gak pa pa ?!" jerit Windi panik


"eghhh, iya Nak aduh,kurang ajar itu bocah begajul,naik motor gak hati-hati,!" ucap ibu tadi


"mari Bu saya bantu,," ajak Windi mengangkat tubuh si ibu


Diantar masuk kedalam rumah,,


"terimakasih ya nak,,,siapa namany??" tanya si ibu


"saya Windi Bu,," ucap Windi


"oh Windi,, apa kamu yang akan mengontrak didepan sana,,?" tanya ibu lagi


"iya Bu benar,," jawab Windi


"senangnya ibu,bisa dapat teman baru, sering-sering main lah kerumah ibu,,kalau ada apa-apa kamu bisa bicara dengan ibu." ucap si ibu


"terimakasih Bu,,saya juga senang baru datang sudah dapat seorang ibu baik seperti ibu." jawab Windi tulus


"ngomong-ngomong apa kamu sedang hamil nak,,suami kamu mana, kenapa kamu sendiri??" tanya si ibu lagi


"akh,,iya Bu betul,saya sedang hamil, saya sedang ada masalah Bu,itu sebab nya saya seorang diri disini." jawab Windi


"kasian sekali kamu,,yang sabar ya,kalau perlu apa-apa bilang sama ibu,," ucap ibu


"iya Bu, sekali lagi terima kasih,, ya sudah Bu,saya permisi dulu, seperti ny pemilik kontrakan sudah datang." jawab Windi


Benar pemilik sudah datang,,melihat Windi keluar dari rumah mewah didepan nya, dia agak bingung.


"permisi,apa ibu pemilik kontrakan,,saya Windi yang semalam chat dengan ibu ingin mengontrak disini,,,!" ucap Windi


"oh iya,,salam kenal Windi,semoga kamu betah disini ya,, mari kita masuk dan lihat kedalam,," ajak pemilik


" baik Bu" jawab Windi mengikuti pemilik masuk kedalam


"oiya Nak Windi, apa kamu kenal dengan ibu pemilik rumah mewah didepan itu,saya lihat kamu tadi habis dari sana,,?" tanya pemilik lagi


"awalnya tidak saya baru saja kenal beliau,tadi saya lihat beliau disenggol motor dan tersungkur, untung nya tidak parah,saya hanya membantu nya," ucap Windi


"ooohhh,, memang ibu depan itu sangat baik,, oiya ngomong-ngomong apa kamu sendiri,suami mu kemana,, kamu sedang hamil kan??" tanya pemilik


"iya Bu saya sedang hamil,, dan saya sedang ada masalah Bu,makany saya sendiri disini,, apa itu masalah buat ibu,,?" tanya Windi


"tidak tentu saja tidak,, semoga masalah kamu segera selesai,lalu apa kamu cocok dengan kontrakan nya,,?" tanya pemilik

__ADS_1


"cocok Bu,,saya ambil setahun dulu ya Bu,,biar lebih ringan,,ini Bu uangnya?" ucap Windi


"baiklah semoga kamu betah disini, terimakasih ya.ibu permisi dulu,,kalau kamu butuh teman bercerita bisa panggil ibu,rumah ibu dibelakang kontrakan ini." ucap pemilik


"terimakasih Bu,," ucap Windi mengantarkan ibu keluar.


***


Tak terasa sudah 6,5 bulan Windi tinggal di rumah kontrakan petak itu,,usia kandungan Windi pun masuk bulan ke-8,5 banyak warga yang salut dan simpati dengan windi, tapi ada juga beberapa yang nyinyir dan menghina kondisi Windi.


Tapi Windi tak pernah peduli,dengan mereka yang tidak menyukai nya,Windi hanya peduli dengan mereka yang tulus menerima Windi, seperti ibu yang tinggal tepat didepan kontrakan nya dan ibu pemilik kontrakan sangat peduli dengan Windi.


Hanya kepada kedua ibu itu,Windi mampu bercerita dengan baik tentang kondisinya.


"akh,,sudah waktunya aku kontrol ke dokter kandungan, aku ingin tau jenis kelamin anak ku,, hi-hi-hi" ucap Windi.


Tak lama kemudian ibu depan rumah dan ibu kontrakan datang kerumah Windi,,


"permisi Windi,, Windi,,!!" panggil mereka


"iya sebentar,," ucap Windi dari dalam, berjalan membuka pintu


"wah,,ada apa kedua ibu ku datang kesini he-he-he,," tanya Windi


"kami mau menemani kamu cek ke dokter kandungan Windi,," jawab ibu depan


"wah,,benarkah,,akh senangnya hatiku.." jerit Windi bahagia


"tapi sebentar Windi pesen mobil online dulu ya,," ucap Windi


"buat apa,,gak perlu,kita naik mobil ibu aja,nanti disetir oleh supir ibu,," ucap ibu depan


Berangkat kerumah sakit,,, Perjalanan tak terasa jauh karena ditemani oleh dua ibu yang baik ini,, pikirnya


Sampai di rumah sakit, langsung daftar dan menunggu panggilan, untungnya tidak terlalu banyak pasien ibu hamil jadi tidak terlalu lama menunggu.


Tiba nama Windi dipanggil,,masuk kedalam ruang dokter..


"Haloo ibu Windi,,apa kabar lama sekali tidak kesini?" tanya dokter Rizal


"iya dokter sedang sibuk membuat adonan,," jawab Windi


"apa selama kehamilan ada keluhan,,?" tanya dokter lagi


"keluhan yang bikin sakit sih gak ada Dok, paling kadang suka kenceng aja perut, terus ini kayanya kaki mulai sedikit agak bengkak deh,padahal saya rajin mondar mandir loh Dok,kaya setrika an , " jawab Windi


"ha-ha-ha Bu Windi bisa aja,, itu gak pa pa Bu,, masih wajar ko,, 90/110 tensi ibu juga bagus,, mari kita timbang dan lanjut untuk melihat perkembangan janin,," ajak dokter


Naik ke atas timbangan jarum menunjukkan angka 80kg,, langsung naik ketempat tidur,dibantu suster jaga diolesi perut Windi dengan gel.


"sudah siap Bu Windi,,?" tanya dokter


"akh dokter bikin grogi ajah,," jawab Windi


Diletakkan alat deteksi janin berpusat ke layar monitor dihadapan Windi, digeser-geser mencari jenis kelamin bayi Windi,,


"bayi ibu berjenis kelamin perempuan,karena dari tadi saya tidak menemukan belalai nya he-he-he, jadi fix bayi ibu perempuan,, pasti cantik seperti Bu Windi " ucap dokter

__ADS_1


"akh dokter bisa aja,," balas Windi


"sekarang mari kita dengar kan detak jantung bayi nya,, siap ya Bu.." ucap dokter


Dug,,Dug,,Dug,, dengan ritme yang sangat cepat, menandakan bayi dalam kondisi sehat.


"wah bagus Bun,,jantung nya, sehat ini bayi nya Bu,, sekarang bayi ibu panjang nya sekitar 3kg,," ucap dokter


Dokter selesai memeriksa Windi,kembali ke meja kerja nya.


"ibu Windi,,usia kandungan ibu sudah memasuki bulan ke-8,5 seperti yang saya bilang tadi kondisi bayi sehat,, berat bayi pun sesuai dengan usia nya,juga air ketuban ibu juga tidak kurang,, ini cek up ibu yang terakhir ya, selanjutnya tinggal menunggu waktu saja,,,!?" ucap dokter


"saya mengerti Dok,,," jawab Windi


"kira-kira kapan ya dok waktu perkiraan lahirnya,,,?" tanya ibu depan


"ini kan sudah masuk 8,5 bulan masih ada 1/2 bulan lagi untuk pas usia 9 bulan nya,, jadi perkiraan saya itu,,jika sekarang tanggal 17 kemungkinan perkiraan nya tanggal 01 atau bisa jadi maju beberapa hari,, karena ibu Windi ingin melahirkan normal jadi kita sama-sama menunggu saja,karena lahiran normal sejatinya tidak bisa diprediksi dengan pas, berbeda dengan lahiran cecar,,begitu" jelas dokter


"ini ada resep,yang harus ibu tebus,di apotik sebelah sana,,resep ini vitamin, kalsium,dan tambah darah jika diperlukan bisa diminum." ucap Dokter


"baik dok,, terimakasih,, permisi,," ucap Windi bangun diikuti kedua ibu yang menemani nya.


Mereka pulang kerumah masing-masing,,,


Malam nya Windi kaget ternyata banyak sekali tetangga sekitar rumah datang kerumah Windi membawa beberapa perlengkapan bayi,,, Windi menjadi terharu.


***


Waktu terus berlalu hingga tak terasa Windi pagi itu dia sangat lelah,,,, dia istirahat sejenak dari menyusun kue dibox, meski sudah waktu kelahiran tetap saja Windi membuat kue.


Hari ini tanggal 06 Juli


Saat selesai minum karena lelah dan haus tiba-tiba perut nya terasa sakit, melilit seperti ingin buang hajat,, langsung berjalan menuju kamar mandi, selesai keluar dari kamar mandi sediki lega perut nya,,dia duduk lagi kembali lagi perutnya melilit dan mules yang datang dan pergi dengan jeda waktu yang agak cepat,, langsung dia mengambil telepon genggam dan tas bayi yang telah ia siapkan,melepon ibu depan,,,


Telepon tersambung,,


"Haloooo,,,ibu perut Windi sakit Bu,, seperti nya Windi akan melahirkan,,?!" teriak Windi langsung ditutup telepon.


menelepon ibu kontrakan., telepon tersambung,,,


Haloooo,,,ibu perut Windi sakit Bu,, seperti nya Windi akan melahirkan,,?!" teriak Windi langsung ditutup telepon.


Langsung kocar-kacir kedua ibu itu kerumah Windi,,sopir yang akan membawa pun sudah siap.pintu dikunci dan langsung berangkat kerumah sakit.


Masuk rumah sakit,,, langsung disambut dengan kasur lalu dibawa keruang bersalin,,


kedua ibu yang mengantarkan menunggu dengan tegang dan berdoa.


Dengan sekali ngejan,karena saat tiba di rumah sakit sudah pembukaan 8,,


Tak lama kemudian,,


Hooeekk,,,Hoeeekkkk


Suara jerit tangis bayi terdengar dari dalam,bayi mungil yang cantik itu lahir dengan sehat.


Bayi ini aku beri nama Cindy Agatha.

__ADS_1


****


"begitu lah,, ceritanya sayang perjuangan mama membawa kamu diperut mama 9 bulan, perjuangan mama seorang diri, membesar kan kamu,,, mama harap kamu tidak marah atau pun benci dengan mama,," ucap akhir mama


__ADS_2