Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Pembantu Baru


__ADS_3

Setelah mereka membayar belanjaan mereka yang hampir dua troli, mereka pun mendorong troli keluar sampai lobby utama.


"sayang, kamu tunggu sini ya, aku ke parkiran ambil mobil, karena ribet kalau harus keluar melalui pintu parkir, muter-muter lebih dekat dari lobby,,!"


"oke, lagian juga tadi kamu parkir nya kan juga gak jauh dari sini,, ya udah aku tunggu disini, gak pake lama ya mas..!"


Adrian pun berjalan meninggalkan Cindy yang duduk di kursi kayu luar lobby Mall, hingga 5menit berlalu.


"haiii,,, Cindy apa kabar,? apa kamu masih ingat sama aku,,?" tiba-tiba ada seorang wanita seksi menghampiri Cindy


Cindy mendongak kan kepala, melihat wajah wanita itu, dan agak sedikit kaget.


"Stella,, kamu sedang apa disini,,?!"


"aku hanya sedang jalan-jalan aja, cuci mata, kenapa ko seperti nya kamu kaget gitu sih,, tenang aku bukan buron ko, aku sudah bebas, bukan sedang kabur.!"


"ah,, oke syukurlah kalau kamu sudah bebas.!"


"kamu disini dengan siapa,,?"


Cindy agak ragu menjawabnya, dia takut jika Stella akan marah dan bertingkah konyol di sini.


"oh, aku itu,,," belum selesai Cindy berkata mobil sudah berada didepan nya


"sayang,, ayoo cepet bawa troli nya kesini, aku buka bagasi ya,,!" Adrian berteriak masih belum sadar dengan keberadaan Stella


"Stella, maaf ya aku harus pergi, permisi,!" Cindy berusaha berlalu sambil mendorong troli dan menaruh barang belanjaan di bagasi.


Tanpa diperintah Stella pun ikut menghampiri Cindy dan Adrian.


"Cindy ,,, boleh aku bantu?"


Adrian menoleh menatap Stella biasa aja lalu buang muka, Stella yang melihat ekspresi wajah Adrian datar dan cuek malah membuat nya kesal.


"oh gak usah Stella, kita sudah hampir selesai,, terimakasih.!"


"oke baiklah,, Hai Adrian apa kabar,,?" Stella mencoba berbasa basi


"kamu kabur apa udah bebas,,ko bisa ada disini,,?!" tanya Adrian tanpa menoleh kearah Stella

__ADS_1


"sabar Stella sabar, ini baru awal kamu harus bisa berteman dengan Cindy, jika kamu ingin merebut posisinya,, batin Stella


"aku udah bebas ko, aku kan warga yang taat hukum,, jadi aku gak mungkin kabur,!"


"oh bagus, semoga itu bisa jadi pelajaran untuk kamu, agar bisa jadi orang baik.!" Adrian menjawab dengan ketus


Tanpa melihat wajah Stella, " sayang ayoo jangan pake lama ya, cepat naik kita pulang,,!" Adrian berjalan kembali kebangku kemudi.


"Stella aku duluan ya, sampai nanti,,!"


"oke Cindy, sampai jumpa lagi,,!" Stella melambaikan tangan nya.


"sampai jumpa lagi Cindy, sampai jumpa aku merebut suami mu,,!" teriak Stella dalam hati


Mobil Cindy sudah tak terlihat lagi, tapi dendam Stella masih terus ada.


"oke, kamu boleh gak lihat aku, tapi kita lihat aja apa kamu masih bisa diterima Cindy, jika aku gak bisa milikin kamu, maka kamu juga gak berhak bahagia Adrian,,!!" gumam Stella


****


"sayang, aku ingetin ya jangan terlalu dekat dengan Stella, dia itu wanita ular berkepala dua, pokoknya manusia bermuka dua deh,,! jangan mudah percaya sama ucapannya,,!"


"iya, aku paham ko, aku juga kan tau gelagat mana yang gak baik,, aku akan saring setiap ucapannya. tapi kalau aku lihat seperti nya penjara sudah buat dia jera deh, aku rasa Stella sudah agak sedikit berubah,,!"


"iya iya,,, aku akan hati-hati.!"


Begitu mereka sampai dirumah, sudah ada pembantu yang datang dari yayasan. Dilihat dari usia nya mungkin sekitar 30 tahun, dengan tinggi badan yang proporsional jika tidak berpakaian biasa lumayan cantik malah bisa dibilang seksi dan menggoda.


"pak ini pembantu yang dari yayasan sudah datang,!" satpam menutup gerbang sambil memberikan info


"oke baik, tolong barang dibagasi dibawa kedalam ya pak,,!" perintah Adrian


"ini mba nya gak salah cakep seksi gini kenapa ngelamar jadi pembantu ya,," batin Cindy


"ajak dia masuk sayang,,!" Adrian berjalan dengan cuek melewati pembantu baru itu masuk kedalam rumah.


"mba mari masuk,!" ajak Cindy


Mereka mengikuti Adrian masuk, " mba bisa duduk disini dulu ya bentar,,!" Cindy menyuruh duduk diruang tamu dan berjalan kedalam.

__ADS_1


"sayang apa kamu suka dengan pembantu itu,,? kalau kamu gak suka aku bisa menelepon yayasan untuk ganti,!"


"sementara biarkan aja mas, mungkin dia memang butuh pekerjaan, dan siapa tau pekerjaan nya bagus.!"


Cindy berusaha menenangkan hati nya, agar tidak terprovokasi oleh wajah menggoda serta tubuh seksi pembantu itu, walau ada rasa khawatir dihati nya jika pembantu itu merayu Adrian.


Mereka keluar menemui pembantu itu.


"siapa nama kamu,,?" Adrian bertanya dengan santai


"nama saya Meli mas, eh pak,,!" jawab Meli dengan gestur tubuh manja


"usia mba Meli berapa tahun,,?" kali ini Cindy yang bertanya


"saya baru 29 tahun mba eh Bu,,!"


"oke pak Adrian ini suami saya, dan nama saya Cindy, mba Meli bisa mulai bekerja hari ini, dan mari saya antar kekamar mba Meli,,!" Cindy dengan gaya cool nya mencoba menetralkan suasana, tapi sedetik kemudian dia baru ingat kalau dia belum berkeliling rumah.


oh shit,, aku lupa dimana ya kamar pembantu ini,aku kan belum keliling rumah ini, pikir Cindy


Saat Cindy berdiri tiba-tiba Hp nya berdering.


"ehmm sayang aku angkat telepon dulu, ini dari mama,, bisa kamu antar Meli kekamar nya,,?!"


Dengan rasa malas Adrian terpaksa bangun berjalan dan Meli mengikuti nya.


"eh pak Adrian, sudah lama ya menikah dengan ibu Cindy,,? semoga langgeng ya pak,,!" Meli berbicara dengan menepuk bahu Adrian


"ini kamar kamu, dan tolong untuk tidak bertanya diluar pekerjaan kamu, dan satu lagi tolong jaga sikap kamu terhadap saya dan istri saya, karena saya yang menggaji kamu di sini,, kamu paham,,?!" Adrian memberikan ultimatum tegas karena dari pertama melihat Meli, dia sudah malas.


"maaf pak,, maaf atas ketidak sopan saya, saya akan bekerja dengan baik,,!"


Adrian tak menjawab dan segera pergi.


"sayang maaf ya, tadi mama telpon, dia tanya apa aku betah disini,,! mama kadang suka aneh ya,, dulu aku dirumah mba Bella juga ditanya gitu, sekarang disini aku juga ditanya gitu,,!"


"itu wajar sayang, kamu kan anak perempuan mereka satu-satunya,, oiya sayang, aku mulai malas berbicara dengan pembantu itu, kamu kasih tau dia untuk segera buatkan makan malam,,!"


"okey deh,, kamu mandi lah dulu biar lebih fresh,,!"

__ADS_1


"oke,, tapi mau itu dong,,!" Adrian modus sambil memonyongkan bibirnya.


Cindy hanya bisa tepok jidat, tapi tetap memberikan apa yang Adrian minta, sebuah kecupan manis di bibir.


__ADS_2