
Setelah seminggu lamanya Cindy berdiam dirumah mengerjakan pekerjaan rumah, yang sekarang mulai dia sukai bahkan merasa betah diam dirumah.
Pagi ini di hari Senin Cindy terbangun mendengar Hp nya berdering Meli
"iya haloo kenapa Mel,,?"
"Bu Cindy,,,!!!!! Meli ada didepan pagar rumah ibu ini gak bisa masuk dihalangi ama bapak-bapak badan gede Bu,,!" teriak Meli
Cindy yang kaget mendengar suara Meli langsung bangun. "oiya udah seminggu ya, oke Mel bentar saya buka pagar nya,!" jawab Cindy
Cindy keluar kamar berjalan cepat menuju pintu depan membuka kuncinya melongok dan benar Meli juga pak Agus diluar pagar sedang berhadapan dengan bodyguard. Cindy berjalan membuka gerbang.
"pak, mereka ini orang yang kerja dirumah ini, bukan penjahat ko. jadi bapak-bapak bisa pergi ya,,!" ucap Cindy
"ayo masuk Meli pak Agus,,!" ajak Cindy berjalan masuk
Meli dan pak Agus datang datang dengan dua karung ditangan nya. Mereka sampai agen Bus subuh dan segera kerumah Cindy.
"Bu, ko ada bodyguard segala sih diluar.?"
"iya selama kalian cuti, saya juga cuti kerja tau, eh baru aja sehari dirumah Stella udah datang dan bertingkah sampai mendorong hingga perut ku tegang, makanya langsung deh Adrian sewa bodyguard buat jaga dirumah."
"oh gitu, nekat juga ya tuh perempuan.!"
"sampai kapan Bu, bodyguard nya?"
"gak tau, tergantung suasana hati Adrian kali ya.!"
Adrian turun "eh udah datang, kirain gak mau datang lagi,!"
"waduh jangan dong pak, saya kan mau kerja disini lagi, oiya ini oleh-oleh dari kampung,!" jawab Meli menyerahkan dua karung besar.
"ya udah jangan lupa sarapan nya saya mau bicara dengan pak Agus. ayo pak ikut keruangan saya,!"
Adrian berjalan keruang kerja diikuti pak Agus. sementara "Meli kamu capek kan biar saya aja yang buat sarapan,!"
"eee, jangan Bu Meli semangat ko. ibu mau sarapan apa,?"
"saya kangen sama nasi goreng kamu.!"
"oke siap,,!"
__ADS_1
"ini oleh-oleh nya sambil saya bongkar ya,,?"
"iya Bu silahkan,,dibuka aja.! maap ya oleh-oleh kampung.!"
Cindy membuka karung pertama isinya beras 50kg, petai, jengkol, pisang, bengkuang, bawang, cabai. Dan karung satunya berisi aneka camilan khas kampung Meli.
"pak Agus gimana setelah menikah, seneng gak?!"
"he-he-he menikah nya seneng pak, cuma jadi pusing karena harus cari kerjaan baru pak.!"
"iya maaf ya pak, saya gak bisa tetap memperkerjakan kamu jadi satpam dirumah, kasian nanti istri kamu, kalian juga kan harus ngontrak. biar bagaimanapun saya tidak suka mencampur adukan urusan pekerjaan dengan pribadi. itu kenapa saya tidak menawarkan kalian tinggal disini.!"
"iya pak saya juga paham ko, gak pa pa.!"
"tapi sebagai gantinya saya akan menawarkan kamu menjadi satpam di kantor saya, kebetulan satpam kantor kan hanya 3 dan saya mau tambah 1 lagi, jadi setiap shif jaga berdua. gimana pak,,?"
pak Agus masih belum paham dan masih menunduk.
"pak Agus, apa bapak berminat untuk jadi security di kantor saya.?"
pak Agus mendongak "Hah,,!! pak Adrian serius?"
"iya pak maaf, iya pak saya mau pak mau sekali. terimakasih pak,!"
"okey hari ini kamu bisa ikut saya ke kantor, jadi nanti kalian bisa berdiskusi dengan rekan yang lain untuk jadwalnya.!"
"baik pak, terimakasih"
"ya sudah kalau gitu kita sarapan dulu.!" Adrian berdiri dan berjalan keluar
"wah, nasi goreng andalan Meli kembali terlihat di atas meja ha-ha-ha,!" ledek Adrian
"iya pak, silahkan sarapan.!"
"ayo kalian juga sekalian makan,!"
"iya pak, saya dan mas Agus makan di belakang aja pak, permisi.!" Meli dan pak Agus berjalan ke teras belakang.
"Mel, Alhamdulillah pak Adrian memberikan pekerjaan jadi security di kantor nya, dan hari ini saya diajak ke kantor.!'
"Alhamdulillah emang baik banget ya mas mereka,,!"
__ADS_1
"iya kita harus menjaga kepercayaan mereka, jangan sampai mengecewakan mereka. kamu ngerti kan. jangan pernah mau dibujuk siapapun untuk mencelakai pak Adrian dan Bu Cindy.!"
"iya mas,, aku tau. ya udah kalau sudah selesai tunggu pak Adrian di depan gih.!"
"iya udah nih, mas kerja ya kamu cari kontrakan yang sekitar rumah Bu Cindy ya. nanti aku minta ijin pakai motor pak Adrian untuk kerja.!"
"siap semangat mas,!"
Meli masuk kedalam.
"sayang aku berangkat ya, kamu dirumah aja dulu kan udah ada Meli gak takut kan.!"
"iya kamu hati-hati bawa mobilnya dan semangat kerja nya.!"
Cindy mengantarkan suaminya kedepan dan Adrian mencium kening istrinya. adrian masuk ke mobil dan pak Agus membuka gerbang, begitu mobil keluar dan menutup gerbang pak Agus naik ke mobil Adrian.
Sepeninggalan Adrian,
"Bu Cindy gak kerja,?"
"setelah seminggu dirumah ko jadi males ya buat kerja,!"
"ya udah Bu istirahat aja dulu, lagian itu hamil ibu juga makin besar kan, pasti capek juga. sekarang berapa bulan Bu usianya,,?"
"hampir 8 bulan Mel.!"
"wah bentar lagi dong Bu, sebulan lebih dikit kali ya Bu lahiran,?!"
"amin doa in semoga lancar ya Mel. oiya kamu tau gak Stella juga lagi hamil Lo, kaya nya selisih 4 bulan deh sama aku,!"
"dia hamil juga Bu, paling juga itu dia terpaksa Bu. biar dapet harta suami nya kali.!"
"gak tau juga deh, aku sih berharap semoga anaknya gk punya sifat jelek ibu nya lah.!"
"iya kasian.!"
"ya udah ibu istirahat aja, Meli mau buat kolak ya Bu, kan Meli bawa ubi singkong pisang dari kampung.!"
"wah, iya tuh Mel, bikin ya. nanti kalau udah matang bangunin aku, dikamar tamu bawah ya.!"
"siap Bu"
__ADS_1