
Cindy pun menengok kanan kiri, mencari alat yang bisa dipakai untuk mengeraskan suaranya tapi tak ada,, Dengan senyum mengembang di bibir Cindy, Cindy siap memulai aksinya. Ditariknya Adrian mendekat.
"Hayooo siapa mau foto dengan cowo tampan disebelah saya ini,,??!!!!!" teriak Cindy dengan suara nyaring dan melengking
Seketika para pejalan kaki yang melintas, menoleh mendengar suara Cindy, membuat penasaran dan mampir. Ada 3 ibu-ibu dengan perawakan yang satu bertubuh besar, yang satu ber-make up tebal, dan satu lagi bertubuh kutilang dan mereka semua genit dan itu datang mendekat,,
"ini benar bisa foto dengan mas yang tampan ini kah,,?!"
"iya mba, bisa asalkan mba beli jajanan bapak ini dulu, kalau mau foto cukup beli 5 tusuk, kalau mau cium pipi harus beli 10 tusuk, kalau mau dua-duanya harus beli 15 tusuk..!" jawab Cindy
Adrian hanya bisa melotot melihat ulah iseng istrinya.
haduh kalau ceweknya cakep sih gak rugi dah gua, ini sekali datang malah emak-emak tukang gosip lagi,,oh Noooo,,,,!!! teriak Adrian dalam hati
"oke,, saya mau 30 tusuk,,!"
"oke bisa bayar dulu Bu,, 300.000,!!" jawab Cindy
"saya mau 30 tusuk,,!"
"ibu juga sama 300.000,,!" jawab Cindy lagi
"saya juga 30 tusuk,,!"
"300.000 Bu,,!" jawab Cindy
"oke sekarang antri ya Bu,, cium pipi kanan sekali pipi kiri sekali dan foto dua kali ya Bu,,!" teriak Cindy
"oke siap,,!" jawab ibu-ibu bersamaan
Saat ini Cindy beralih profesi jadi juru kamera memfoto para emak-emak ganjen itu dan Adrian dengan pasrah hanya bisa senyum tiga jari.
"oke makasih ya Bu,, makasih ya,,!" teriak Cindy
Sesudah nya Adrian langsung terduduk syok.
"Bli ini uang nya,, 900.000 dan dagangan Bli masih ada sisa 5 tusuk lagi, apa mau dihabiskan sekalian,,?" tanya Cindy
"wah,, terimakasih Bu, ibu sudah membantu saya, yang 5 tusuk ini saya berikan untuk ibu, dan yang tadi juga saya anggap lunas Bu,, terimakasih,,!" jawab pedagang itu senang
"pak terimakasih banyak, bapak dan ibu sudah membantu menghabiskan dagangan saya, terimakasih pak,,!" ucap pedagang itu kepada Adrian
__ADS_1
"iya pak gak pa pa sama-sama,, kami senang bisa bantu bapak,,!" jawab Adrian
"kalau begitu saya permisi pulang, sekali lagi terimakasih,,!" pedagang itu pergi meninggalkan
"sayang maaf ya,, ha-ha-ha,,,!" Cindy yang dari tadi sudah tak tahan untuk tidak tertawa dia lepaskan sekarang
"udah senang sekarang,,,puas sayang puas,,!"
"ha-ha-ha,,,!! iya kamu lucu banget tadi, sumpah deh aku sakit perut nahan ketawa tau,,!" Cindy terus tertawa.
"mulai sekarang aku akan siap di dompet uang cash, aku gak mau kejadian ini terulang lagi,, yang lebih penting aku gak mau dijadikan tumbal lagi sama kamu sayang,,!" jawab Adrian mencubit hidung Cindy
"udah yuk sayang kita kembali ke hotel,,!" ajak Cindy
"kamu harus bayar perbuatan kamu malam ini sayang, berapa tusuk tadi emak-emak ganjen itu beli,,?" ucap Adrian
"Hah,, gak mungkin juga kali kita harus melakukan sampai sebanyak itu malam ini sayang,,?!" jawab Cindy
"siapa yang bilang harus sebanyak itu, aku cuma tanya aja ko,, pokonya kamu harus bisa buat aku puas malam ini, karena kamu udah bikin aku capek,,!"
"iya sayang ku,, suami tampan ku, yang di gandrungi emak emak,, ha-ha-ha,,,!"
Mereka berjalan kembali ke hotel.
"kami jalan-jalan dulu tadi, saya dan istri mau bersih-bersih dulu, sejam kemudian bisa antarkan makan malam ke kamar kami ya,,!"
"baik pak,, siap, permisi!"
Adrian segera memencet tombol lift menuju lantai 14.
"kulepas semua yang ku ingin kan, dan tak kan ku ulangi,," (suara dering Hp Adrian)
"Halooo,, kenapa Lex,,!"
suara Alex
"oh oke, bisa-bisa kirimkan email nya, serta alamatnya,,oke,,!" jawab Adrian
Telepon terputus bersamaan dengan pintu lift yang terbuka. mereka keluar dan membuka pintu kamar.
"sayang mau mandi bareng apa gak nih,,?" tanya Cindy
__ADS_1
"kamu duluan aja sayang, aku mau cek email bentar,,!"
Cindy pun segera masuk kamar mandi, karena sejam lagi makan malam akan datang.
Adrian sudah sibuk dengan Hp nya membaca email masuk dari Alex.
"bro besok bisa gak ketemu klien "Sus Enterprise" di salah satu Cafe yang dekat pantai Senggigi, karena Lo disana siapa tau bisa,,! ini gua kirim berkas kerjasama dari mereka bisa Lo cek dulu. besok jam 1 siang, meeting room udah dipesan oleh pihak mereka."
Adrian selesai membaca email dari Alex, membuka berkas kerjasama sambil mengingat ingat,, *Sus Enterprise* kaya nya baru denger deh,,
Tak lama Cindy selesai,, "sayang udah beres baca email nya, mandi dulu sana, bentar lagi makanan datang,,!"
"iya sayang,,!" Adrian berjalan kekamar mandi
30 menit kemudian
Tok Tok Tok
"pelayanan hotel mengantarkan makan malam,,!" teriak dari luar
Cindy membuka pintu " silahkan taruh dimeja itu aja yah,, terimakasih,,!"
Adrian keluar sudah memakai boxer, berjalan ke meja makan.
"kamu gak pakai baju dulu,,!"
"gak usah lah, aku sudah lapar soalnya,,!"
"oiya sayang, besok siang aku mau ketemu dengan klien di salah satu cafe sekitar pantai Senggigi, klien baru kaya nya karena aku baru dengar nama perusahaan nya *Sus Enterprise* gak pa pa kan,,?!" ucap Adrian
"ya gak pa pa dong,, aku akan tunggu di hotel aja,, selesai makan dengan klien kamu langsung kembali ke hotel kan,,?"
"iya lah, selesai makan siang, dan membahas kerjasama aku langsung ke hotel. kamu makan siang sendiri gak pa pa ya,,!" tanya Adrian membelai pipi istri nya
"gak pa pa, gak usah gitu ah, aku percaya ko sama kamu,,!"
Selesai makan malam, mereka yang tadi nya niat ingin bertempur tapi karena lelah dan ngantuk pula jadi lupa seketika, mereka langsung terlelap tidur.
Tapi baru beberapa jam tidur, Adrian sudah terbangun, dan menjahili istrinya, menciumi seluruh wajah istrinya, sampai di bibir dia mencium lama turun ke leher, membuka kancing piyama istrinya menciumi gundukan dada istrinya sampai akhirnya Cindy terbangun dan mau gak mau meladeni kemauan Adrian.
Peluh sudah mulai membasahi mereka, dengan nafas memburu sambil memanggil nama masing-masing, hingga berkali-kali mereka mengulang pergumulan itu dan mencapai bersama. Lelah pun menyerang mereka Adrian pun sudah tumbang disisi Cindy, Cindy yang sudah lebih dulu terkapar dengan mata terpejam dan tertidur.
__ADS_1
Selimut menutupi tubuh polos mereka dengan memeluk pinggang istrinya, Adrian ikut tertidur.