
Setahun sudah sejak kepergian Imelda,, Cindy yang juga sudah lulus kuliah D3 nya disarankan untuk meneruskan S1 nya, tapi karena dunia kerja sudah terlalu asik baginya akhirnya Cindy lebih fokus membantu bisnis papa nya. Cindy pun kini mengganti kan posisi Imelda yang dulu memegang kantor cabang.
Kini penampilan Cindy sudah sangat berubah, lebih dewasa walaupun usianya masih muda, mungkin karena sering nya bertemu dengan klien yang usianya diatasnya membuat Cindy harus bisa mengimbangi mereka. Tapi dalam hal bisnis jangan salah, tak perlu diragukan Cindy, sudah menjelma menjadi wanita dewasa, dan mampu mengelola perusahaan papa nya yang walau kantor cabang tapi omzet nya hampir menyamai kantor ousat, itu karena Cindy menguasai dengan cepat apa yang papa nya ajarkan.
Sementara Windy, yang kita tengah hamil diusia kandungan 9 bulan dan tinggal menghitung hari untuk waktu persalinan tiba, hal itu membuat mama Leon selalu ada disampingnya, dari mulai usia 7 bulan.
****
Malam hari nya yang kebetulan Cindy sedang keluar dengan Adrian, dirumah mereka duduk berkumpul diruang keluarga, kasak kusuk tentunya sudah membuat rencana untuk membuat kejutan untuk Cindy, dengan menyiram saat Cindy keluar kamar diesok hari nya. Ya besok tanggal 6 Juli hari ulang tahun Cindy yang ke-23. mereka ingin membuat kejutan ringan.
Tak lama Cindy pulang, melihat seluruh keluarga nya berkumpul ikut duduk, tapi tak lama kemudian karena sudah malam mereka masuk kekamar masing-masing untuk istirahat.
Pada saat menjelang Subuh tiba-tiba perut Windy terasa mulas dia segera mematikan AC karena dia pikir kedinginan, kemudian dia lanjut tidur. 30 menit kemudian perutnya kembali mulas akhirnya Windy kekamar mandi untuk buang air besar selesai dia kembali tidur, baru 30 menit perut nya kembali mulas, dan pikiran Windy langsung berfikir melahirkan.
" sayang,, sayang,, bangun..perut ku mulas ni,!" ucap Windy
" ehmmm,, ini jam berapa,,?" tanya Leon
" setengah 6,, sayang bangun dong ini mules lagi, kaya nya mau lahiran deh..!" jawab Wisnu
Mendengar kata lahiran Leon langsung terbangun, dan keluar membangun kan mama nya,,
" mah,, mah,, bangun Windy kayanya mau melahirkan deh,,!" teriak Leon
Mamanya membuka pintu, karena memang mama sudah bangun,
" serius,, kamu bangunkan Cindy, mama kekamar kamu..!" ucap mama
Leon berlari kekamar Cindy,
__ADS_1
" Cindy, sayang bangun Nak, mama mau melahirkan,,!" teriak Leon heboh campur panik
" serius pah,,!" ucap Cindy yang keluar berlari kekamar mamanya.
Terlihat mamanya meringis kesakitan, tapi biasa lagi, lalu meringis kesakitan lagi, berulang terus. Cindy membantu Oma menyiapkan keperluan yang akan dibawa kerumah sakit.
" mah, aku mandi dulu ya,,!" ucap Leon
" eh,, sayang aku ikut mandi sekalian,!" teriak Windy
Leon menggendong Windy kekamar mandi, mendudukkan dikursi, Cindy dan Oma pun selesai beres-beres mereka segera mandi.
Leon yang melihat muka Windy, meringis menahan sakit merasa tidak tega dia mandikan istrinya, selesai lalu dipakaikan baju yang simpel pilihan istri nya. Tak lama Leon memapah Windy keluar menuju mobil.
Diperjalanan Windy mulai terasa semakin mulas perut nya, mencengkeram tangan Leon , hingga Leon ikut meringis tak menyangka kekuatan wanita yang akan melahirkan sungguh luar biasa. Sesampainya dirumah sakit perawat datang membawa brankar dan membawa Imelda ke ruang persalinan untuk diperiksa. Leon, Cindy dan Oma nya diperbolehkan masuk, sementara opa menunggu diluar.
Perawat datang memerikas jalur lahir Windy, ternyata sudah bukaan 5, yang artinya sebenarnya lagi pecah ketuban sambil menunggu bukaan melebar. Leon yang kaget, melihat suster memasukan jarinya, sedikit syok tapi dia ditenangkan oleh mamanya.
Leon yang sungguh tidak tega melihat Imelda kesakitan dengan posisi miring memegang tangan nya. Sekitar 30 menit kemudian,,
" aaahhh,,, suster tolong ketuban, air ketuban pecah,, aduhhh,,,!!" teriak Windy
Beberapa suster dan bidan datang menangani proses lahiran normal Windy, dengan arahan bidan dan pengalaman yang masih sedikit dia ingat saat melahirkan Cindy, dia mengikuti aba-aba bidan, dengan sekali hentakan lahir lah jagoan mungil yang tampan.
""oee,, oee,,!!!" suara tangis bayi langsung menggelar memenuhi seluruh ruangan.
Windy langsung lemas, memandang wajah-wajah disekelilingnya dengan senang, Leon dan mama mertunya sampai tak kuasa menahan tangis, sementara Cindy sudah mewek dari saat ketuban pecah.
Bayi mungil itu, dibawa bidan untuk dibersihkan dan diselimuti, sementara bidan yang lain membersihkan Windy dan menjahit dikit Windy.
__ADS_1
Mama Leon keluar kamar, disambut oleh suaminya.
" pah, cucu kita laki-laki,,,!" ucap mama Leon sambil memeluk suaminya menangis bahagia
" Alhamdulillah,,,!" jawab papa Leon
2 jam kemudian Windy sudah dipindahkan ke kamar rawat, diajarkan untuk menyusul dini. Berita langsung menyebar. Cindy yang langsung eksis dan mengunggah foto nya bersama adik lelaki nya di medsos.
Leon yang tak hentinya berterima kasih kepada Windy, yang sudah memberinya sepasang anak Cindy dan bayi yang belum dikasih nama.
****
Sementara itu dirumah Bella, yang mendapatkan kabar bahagia, juga melihat foto Cindy dengan adik bayi nya membuat Bella heboh.
" pah,, papah,, ayoo kita jenguk Tante Windy. dia sudah lahiran anak nya laki-laki.!" teriak Bella
Bella sendiri sudah memiliki sepasang anak kembar dari Ariel, yang kini berusia 14 bulan, sehingga mereka mempunyai baby sister untuk masing-masing bayi mereka. Ayu pun kita sudah kelas 6 SD, senang dan sayang sekali dengan adik kembar nya. Begitupun Ariel yang tidak membedakan Ayu dengan anak kandungnya.
Mereka bersiap-siap untuk menjenguk kerumah sakit, tapi tiba-tiba ban mobil mereka kempes dan ban cadangan nya pun kempes. alhasil mereka batal kerumah sakit dan memilih menjenguk jika mereka sudah pulang kerumah.
****
3 hari kemudian, Windy sudah diperbolehkan untuk pulang. dan dianjurkan untuk tetap kontrol awal di rumah sakit dan selanjutnya bisa di bidan setempat. Windy yang melahirkan dengan normal membuat dia cepat pulih dan sudah bisa berjalan walau masih pelan. Kali ini mobil di kemudian oleh Opa, sementara Oma dan Windy duduk dibelakang dengan Oma menggendong cucu nya. Cindy mengikuti pulang dengan mobilnya sendiri.
Sesampainya dirumah, mereka langsung disambut oleh teman dekat seperti Adrian, keluarga Bella, keluarga orang tua Adrian juga Oma dan opa Adrian yang jauh-jauh datang dari Bandung. Windy yang melihat kunjungan dari mereka sangat senang dan terharu.
Leon memapah Windy masuk, Cindy membawa barang-barang Windy masuk, sementara Oma menggendong bayi nya. Duduk di ruang keluarga yang sudah disulap oleh mereka yang datang dengan adanya sofabed untuk Windy, keranjang baju untuk bayi nya agar dekat. jadi jika ada yang ingin menengok tidak perlu kekamar.
" siapa namanya Tante,,?" tanya Bella
__ADS_1
" belum ada nama nya. masih difikirkan,,!" jawab Windy
Mereka bercerita, bertanya proses persalinan Windy, sambil menerima kedatangan tetangga sekitar yang menengok. sementara Cindy dan bibi menyiapkan hidangan untuk tamu yang datang.