Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.46 Kenapa yaa


__ADS_3

Sampai di lift mereka pun masuk,,


"Cindy terimakasih ya kamu tadi sudah menolong saya,, jangan kamu ceritakan masalah ini kesiapa pun ya,!" pinta Bu Imelda


"akkhhh,, iya Bu baiklah, tapi apa sekarang ibu sudah betul-betul tidak apa-apa,,?" tanya Cindy


"iya saya, pulang dengan supir, jadi kamu tenang aja,," jawab Bu Imelda


Mereka tiba di Lobby dan berjalan keluar gedung. Bu Imelda masuk ke mobil nya, karena sudah datang sedangkan Cindy berjalan menuju seberang halte untuk menunggu bus yang akan membawa nya pulang juga.


Sampai dirumah, Bella pun sudah pulang, sedang duduk melamun.


"woooiiii,,, sore-sore jangan melamun, kemaren ayam tetangga sebelah melamun sore hari tau-tau besok nya mati dipotong ha-ha-ha,,," kata Cindy


"Cindy, tumben kamu baru pulang,, jalan kaki apa naik ojek,,?" tanya Bella


"wah bener nih melamun nya udah tingkat dewa, sampe Cindy ngos-ngosan gini gak engeh juga,,!" jawab Cindy


"ha-ha-ha iya nih,, sini deh duduk,, mba mau cerita,!" ucap Bella


Cindy pun duduk disamping Bella,,


"menurut kamu mba harus cerita gak ke Ariel,,?" tanya Bella


"kenapa,, emangnya?" tanya Cindy


"Lusa mba dan Adrian harus terbang ke London, tadi Oma,opa,mama dan papa nya datang kekantor, meminta Adrian untuk menangani pembukaan kantor baru disana,, dan mba diminta untuk ikut membantu mendampingi jadwal Adrian,," ucap Bella


"hubungan nya dengan Ariel apa,,?" tanya Cindy


"Ariel dan keluarga nya kan juga tinggal di London,, menurut kamu apa perlu mba cerita ke Ariel, tapi kalau Ariel tau mba ada di London juga, dia pasti akan nyuruh mba datang kerumah nya, mba belum siap, dan lagi pasti tak ada waktu untuk bersantai saat membantu Adrian,,!" jawab Bella


"kalau kata aku sih,, mba cerita aja ke Ariel, semakin cepat mba dapat jawaban dari orang tua Ariel,mba semakin bisa untuk mengambil keputusan tentang hati mba, lagian yang namanya kerja kan gak 24 jam juga kali, ada waktu istirahat juga kan.." jawab Cindy


"udah ya mba,,aku gerah benget ini pengen mandi lengket nya badan ku, mana laper lagi,," ucap Cindy


Segera masuk kedalam menuju kamarnya mengambil handuk lalu keluar lagi.

__ADS_1


Selesai mandi terasa segar,,,


Masih dilihat Bella masih saja duduk di teras depan.


"mba, gak inget sama yang namanya mandi ya,,?" tanya Cindy


"oiya,, mba belum mandi,, mba masuk dulu ya,,!" jawab Bella


Cindy hanya geleng-geleng kepala aja. Tak lama terdengar suara Hp nya berbunyi, berjalan kekamar.


"iya kenapa Adrian,,?" tanya Cindy


"lusa aku ke London,, kamu gak pa pa kan aku tinggal selama seminggu,,?" tanya Adrian


"iya aku udah tau dari mba Bella, barusan aja dia cerita,, emang nya kenapa dengan ku, kamu pergi aja,,!" jawab Cindy


"kamu jangan nempel-nempel sama Baim ya,,!" ucap Adrian


"ha-ha-ha kamu kan belum jadi siapa-siapa aku,, lagian aku dengan Baim juga kan teman sekampus masa iya aku gak boleh ngobrol dengan nya,, dan masa iya kalau ngobrol berjauhan, udah pasti kan harus deket-deket dong,,!" ledek Cindy


"awas aja kalau kamu berani,,," jawab Adrian langsung mematikan telepon nya.


****


Ariel sudah diruang tunggu bandara, pesawat yang akan ia tumpangi belum datang, iseng menelepon Bella.


"halo Bella, kamu sudah pulang,?" tanya Ariel


"iya sudah dari tadi,, kamu sudah sampai mana,,?" tanya Bella ganti


"aku masih dibandara ini, masih menunggu pesawat,, ya sudah kamu baik-baik ya disana,, aku akan memperjuangkan kamu dan Ayu,,!" ucap Ariel


"eehmm,, Riel lusa aku pun akan terbang ke London bersama bos ku, menemani nya untuk pembukaan kantor baru disana,,!" kata Bella


"wah, benar kah,, apa kita nanti akan bisa bertemu,,?" tanya Ariel terdengar senang


"aku tak tau, karena aku kesana dengan tugas, bukan jalan-jalan,, jadi aku hanya mengikuti perintah yang disampaikan bos ku," jawab Bella

__ADS_1


"jika kamu ada waktu luang kabari aku ya,,, berapa lama kamu di London,, lusa itu hari Rabu ya kamu berangkat,,,?" tanya Ariel


"iya hari Rabu aku berangkat,, jadwal nya sih seminggu, tapi jika sebelum weekend sudah selesai ya kami pulang,," ucap Bella


"ya sudah kamu hati-hati ya,, semoga kita bisa bertemu disana,, pesawat ku sudah datang,, sampai nanti,, dah!" ucap Ariel


Sambungan telepon pun terputus.


****


Sampai dirumah sakit, Imelda ikut mendaftar dan menunggu panggilan, Imelda sengaja pergi tanpa didampingi supir, dia pergi dengan menaiki mobil online.


"ibu Imelda,, silahkan masuk,!" panggil suster perawat


Sudah dari dua hari yang lalu Imelda membuat janji dengan dokter syaraf bagian kepala, dan hari ini lah saat nya dia tau apa sakit nya.


"selamat datang ibu Imelda,, bagaimana kabar anda hari ini,,?" tanya dokter


"untuk saat ini masih cukup baik dok, hanya saja tadi siang dan sore dikantor kepala saya sakit lagi,,!" jawab Imelda


"mari kita periksa, tensi ibu dulu, karena ini bagian kepala saya sarankan agar ibu di CT Scan, agar terlihat jelas apa masalah,,?!" ucap dokter


Imelda di tensi darah nya agak sedikit rendah.


"tensi ibu, agak sedikit rendah ya,, mari kita kedalam untuk CT Scan,," ucap dokter


"eh dokter,, maaf sebelum di CT Scan, menurut penilaian anda dokter, sakit kepala saya ini sakit apa,, jujur dok, saya takut jika harus tau kenyataan yang sebenarnya,,?" jawab Imelda lesu


"kalau menurut saya, setelah mendengar cerita ibu, ditelepon 2 hari lalu, mungkin ibu hanya terlalu lelah berfikir, tapi ada baiknya jika diperiksa secara menyeluruh, agar bisa segera ditangani lebih awal.." kata dokter


"apakah hasilnya akan keluar hari ini juga dok,,?" tanya Imelda


"tidak Bu,, hasilnya baru bisa keluar besok, dan jika hasilnya masih banyak kejanggalan akan disarankan untuk MRI,,!" jelas dokter


"eh dok,, kalau saat ini saya belum siap, gak pa pa kan dok,,, saya takut, saya siapkan mental dulu ya dok,, sekarang bolehkah saya diresepkan obat penghilang rasa sakit aja dulu dok,,," ucap Imelda


"ya sudah,, jika memang ibu Imelda sudah siap, jangan menunggu sampai ibu menyesal ya,,, sekarang saya kasih obat saja, kalau begitu mau ibu" jawab dokter

__ADS_1


"terimakasih dok" ucap Imelda


Dia belum siap memberi tahu kan orang-orang terdekat nya, terlebih untuk dirinya sendiri dia belum siap mental, dia hanya selalu berdoa agar dirinya baik-baik saja.


__ADS_2