
Cindy membuka pintu yang ada didepannya, setelah sebelumnya dia sudah mendengar kan suara musik didalam ruangan itu. Terlihat jelas didepan matanya beberapa orang dengan alat musik berbeda memainkan musik romantis.
Tapi anehnya tak ada tamu diruangan itu,
apa belum pada datang ya tamu nya,,? sebenarnya ini acara apa sih,,?
Cindy masuk kedalam, seorang pelayan menghampiri.
"permisi Nyonya, mari saya antar ke kursi anda,,!"
Cindy masih bingung dan hanya mengikuti pelayan itu menunjukkan kursi.
"bisa tolong ambilkan saya orange jus,,?" pinta Cindy
aku harus duduk dan minum, biar netral.
"baik Nyonya sebentar,,"
Pelayan itu pergi menghilang dari pandangan, tak lama kemudian muncul lah beberapa pelayan membawakan troli makanan dan sebotol anggur. Pelayan meletakan makanan di meja, dan pergi.
perasaan tadi minta orange jus deh, kenapa yang muncul makanan dan sebotol anggur,,?"
Masih dalam kebingungan tiba-tiba pintu terbuka tampak Adrian berdiri dengan setelan dengan warna yang sama.
kira-kira begini lah
"Sayang,,,!!" teriak Cindy
Adrian berjalan menghampiri Cindy, berdiri dihadapan Cindy menatap istrinya dengan mata kagum.
"ini acara apa sih sayang,,? ko sepi,,!"
"ini acara makan malam kita sayang,, jadi memang hanya kita saja yang ada disini,, mari kita makan,, dan nikmati suasana romantis ini..!"
"uuuuhhh so sweet sayang ku,,,!"
Mereka menikmati makan malam, sampai adrian bertepuk tangan,, terbuka lah langit-langit ruangan itu sehingga jelas terlihat diatas mereka langit malam bertabur bintang yang berkelap-kelip ditemani cahaya bulan.
"Woooowww,,, Amazing,,!!" teriak Cindy
Cindy spontan bengong melongo heran dan kagum tak pernah terlintas jika atap plafon bisa terbuka. Mereka makan malam ditemani langit malam yang cerah.
"kamu suka sayang,,,?"
"suka banget sayang, ini sih parah,, ini bukan planetarium kan sayang,,?!" jawab Cindy
__ADS_1
"ya bukan lah,,! tunggu kejutan berikutnya,,!" balas Adrian
Adrian kembali bertepuk tangan seketika diatas mereka muncul kembang api bersahutan terus menerus memancarkan cahaya dan percikan bunga api yang indah di langit. Dan lagi-lagi Cindy dibuat terpana dengan kembang api.
"kembang api ini gak akan berhenti, sampai kita meninggalkan tempat ini..!"
"serius,,?!"
"kamu sudah selesai makan nya,,?" tanya Adrian
"sudah kenapa,,?"
"mari kita dansa,,?" ajak Adrian
"ajarin ya,,!"
Mereka berjalan ketengah ruangan, musik mulai mengiringi momen dansa mereka. Pelan Cindy mengikuti gerakan Adrian, dan mereka sangat menikmati.
"aku cinta kamu Cindy istriku,,!"
"aku juga cinta kamu Adrian suamiku,,!"
"sayang udah yuk, kaki ku mulai sakit,,!" ucap Cindy
"oke udah malam juga ya ternyata, kita kembali ke kamar,,!"
Adrian menggendong Cindy ala bridal style menuju kamarnya.
"aku gak nyangka kamu bisa romantis gini deh,,! kirain terlalu lama sibuk kerja, gak bisa romantis..!" ucap Cindy
"ya bisa lah,,!'
"ooh,, udah sering ya buat romantis kaya gini ya,, sama siapa aja,,?!"
"mana ada,, baru kali ini aku kaya gini sayang, sumpah deh,,!"
Sampai dipintu kamar Cindy membuka pintunya, masuk kedalam dan menurunkan Cindy dengan pelan.
Cindy melepas Hells nya, melepas ikatan rambutnya, dan "sayang tolong bantu aku buka resleting belakang gaun ini,,!"
"okeh,!"
Sesudahnya Adrian pun melepaskan jas dan kemeja nya, juga melepaskan pantofel nya.
__ADS_1
"Cindy sayang,, kita miauu miauu yukk,,!" goda Adrian sambil mengedipkan sebelah matanya begitu melihat Cindy keluar dari kamar mandi.
"oke,, kamu bersih-bersih dulu lah, aku tunggu disini,,!"
Adrian dengan semangat berjalan masuk kamar mandi untuk bersih-bersih, dan tak lama kemudian muncul dengan boxer, tapi begitu melihat kasur istrinya malah tidur.
"yah,, ko malah tidur sih,,?" Adrian berjalan mendekati istrinya
""sayang, bangun dong ko malah tidur sih,,?!"
Cindy masih diam, Adrian pun diam tapi dari ekor matanya terlihat kalau Cindy sempat membuka mata sedikit.
oh kamu mau bercanda ya,, oke,!!"
Tanpa ba bi bu lagi Adrian, langsung melepaskan tali lingerie di pundak Cindy, dan tanpa arahan Adrian mulai mencium kening Cindy, pipi Cindy, sampai berhenti di bibir dan lama disana ditambah lagi tangan Adrian yang sudah menjalar seperti daun ubi terus bermain-main.
"aduh aduh sayang, oke oke jangan dikelitikin dong,,!" teriak Cindy tak tahan
"geli kan, makan nya jangan pura-pura tidur,,!"
Cindy duduk melihat suaminya berdiri didepan nya, terlihat oleh mata nya junior sudah berdiri tegak tanpa dikomando Cindy pun membelai dengan lembut, hingga mereka mulai pertempuran panas dan berkeringat yang membuat mereka sama-sama terpuaskan.
Setelah sama-sama lelah mereka berbaring
"sayang, kamu mau punya anak berapa,,?"
"berapa ya,,?" jawab Cindy
"aku ingin punya empat orang anak,, he-he-he,,!"
"apa,,empat ya udah aku lahirin dua dan kamu yang lahiran dua lagi ya gimana,,?" jawab Cindy
"ha-ha-ha,,,!! kenapa sih sayang,, kamu gak mau punya anak empat,,?"
"jangan berharap berlebihan, yang jelas jika kita sudah dipercaya aku akan siap menerimanya dan akan fokus merawatnya,,!" jawab Cindy
"oke oke,, semoga sepulang dari sini ada satu kecebong yang jadi ya sayang,,,!"
"kalau kecebong jadi nya anak kodok dong, oiya kamu kan pangeran kodok ya ha-ha-ha,,!" ledek Cindy
"oiya sayang, waktu kamu bertemu klien, aku video call mba Bella, niat nya mau bilang makasih sih, tapi udah nya malah ditodong oleh-oleh,,!"
"ya udah besok kan Sabtu kita belanja oleh-oleh ya, lalu besoknya kita kembali ke Jakarta,,karena Senin kita sudah harus kerja,,!" jelas Adrian
"okey,, besok kita hunting setelah sarapan ya sayang,,!"
"hummm,,, sekarang tidur lah, aku ngantuk,,!"
__ADS_1
Adrian sudah dengan dengkuran pelan nya, sementara Cindy masih menghitung berapa orang yang akan dibelikan oleh-oleh, sampai akhirnya tertidur