
Setahun Kemudian..
Berhari-hari, berbulan-bulan Kondisi Stella semakin lama semakin mengkhawatirkan sehingga terpaksa harus dipindahkan ke rumah sakit jiwa dengan penanganan khusus, itu karena beberapa kali Stella sempat ingin mencoba melukai dirinya dan juga bibi yang menjaga nya. Sudah hampir setengah tahun Stella berada dirumah sakit jiwa, Susan masih menyempatkan diri menengok tapi sudah tidak seperti di rumah sakit, karena jarak yang cukup jauh dari kantor nya juga dia repot mengurus kerjaan dan juga anak Stella. Tak jarang menengok Stella bersama Cindy. Cindy harus melihat Stella yang berada diruangan terkunci seorang diri hanya ada kasur kayu dan meja kursi. Pernah melihat saat Stella bengong diatas kursi, pernah melihat meringkuk diatas kasur juga.
Bayi Stella setelah menginap di rumah sakit sebulan sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit dan harus sering kontrol kesehatan nya, dan kini diasuh oleh Susan dan bibi, masih dengan tinggal di ruangan kantor Sus Enterprise. Susan kini fokus ke pekerjaan dan merawat anak Stella yang dia beri nama Bunga.
Handoko masih menjalani proses hukumnya. Terkadang Susan juga menjenguk Handoko menceritakan tentang Stella dan anaknya, membuat Handoko berkaca-kaca. Sama seperti kali ini Susan kembali menjenguk Handoko.
"Susan kamu datang,,!"
"iya, aku ingin kasih lihat bentuk rupa anak mu,,!" jawab Susan
Bibi membawa masuk Bunga yang digendong nya, Handoko terharu melihat cantiknya balita itu, anak yang dulu tidak ia inginkan sekarang ada dihadapannya. Saat Handoko berjalan menghampiri Bunga, seketika Bunga menangis. Handoko kembali lesu.
"kamu gak perlu cemas, bunga akan aku rawat dengan baik. oiya aku beri nama dia Bunga. gak pa pa kan,,?!" ucap Susan
"terimakasih kamu bersedia merawat nya, maafkan aku sudah membuat mu menderita,!"
"gak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi, aku harap ini jadi pelajaran untuk mu.! kalau begitu aku pamit ya, lain waktu aku datang lagi.!" pamit Susan
Bunga lahir dengan berat badan kurang tapi dia bayi yang normal tak ada kelainan, kini bayi itu berusia 1tahun sedang aktif selalu menemani Susan bekerja. Susan sudah bisa membeli mobil lagi walau hanya mobil bekas. Semua itu tak lepas dari bantuan Adrian dan Cindy.
Mereka membantu mengurus mulai dari hak asuh Bunga sampai bantuan dana juga mereka berikan. Tak jarang Cindy datang ke Sus Enterprise membawa Lanie.
Semua sudah berjalan sesuai takdir Tuhan, meski manusia yang mempunyai rencana tetap kuasa teratas adalah kuasa Tuhan.
******
5 Tahun Kemudian
Pagi harinya
Drett Dreettt Dreettt
"iya pak ada apa ya,,?" ucap Susan
"Hah,,,apa !!!!! ko bisa innalilahi wa innailaihi rojiun,,!" ucap Susan
"iya iya saya akan segera kesana.. terimakasih pak!"
Telepon terputus,
Susan kembali menghubungi Cindy
"halo Cindy, Stella meninggal Cin,,!" ucap Susan
"innalilahi wa innailaihi rojiun,, serius kamu San,?!"
"iya baru aja orang rumah sakit telepon.!"
"ya udah aku ke sana ya tunggu aku okey,,!"
Telepon kembali terputus..
__ADS_1
"sayang Stella meninggal..!"
"innalilahi wa innailaihi rojiun,,!"
"kita ke Sus Enterprise sekarang ya..!"
Untungnya saat weekend Lanie selalu ada dirumah Oma nya karena Vicky yang meminta, jadi dalam seminggu dua hari mereka free dari mengasuh anak he-he-he.
Mereka tiba di kantor Susan segera disambut Susan di halaman luar, "langsung aja ya..?" ajak Susan dan masuk kemobil Adrian
Sampai di rumah sakit Stella sudah dipindahkan kekamar jenazah. Susan menemui kepala rumah sakit.
"kapan dan bagaimana bu kejadiannya,,?!"
"saya juga gak tau, tapi saat perawat ingin memberi makanan dia melihat Stella diam tak bergerak di kasur dengan mata melihat ke atas.
"tapi dia gak bunuh diri kan Bu,,?"
"saya rasa gak ada ya, karena gak ada alat yang bisa dia gunakan untuk bunuh diri. murni ajal.!"
"jadi bagaimana proses pemakaman nya?"
"dimakamkan disekitar sini aja Bu,, saya mohon bantuan nya. diurus selayaknya, kami akan menunggu disini.!"
"baiklah, jenazah akan kami kubur di TPU sekitar rumah sakit ya, kalau sudah siap dikubur Bu Susan bisa ikut.!"
Susan mengangguk dan mereka menunggu. Selang beberapa waktu "Bu Susan jenazah akan segera dikubur mari ikut saya,,!"
Mereka bertiga berjalan mengikuti perawat melalui pintu belakang rumah sakit keluar ke perkampungan warga dan masuk ke TPU, jenazah Stella masuk ke liang, dan berdoa bersama. Satu persatu perawat pergi meninggalkan makam.
"Bu terimakasih sudah dibantu proses nya, sebelum saya meninggalkan rumah sakit ini apakah ada biaya yang harus saya lunasi.?"
"iya Bu sama-sama,, mengenai biaya ada sedikit ini rincian nya. dan ini juga saya ingin menyerahkan berkas Bu Stella kembali.!"
Susan menerima berkas itu, dan membayar biaya kekurangan dan tambahan proses pemakaman.
"sekali lagi terimakasih kalau begitu saya pamit.!"
"sama sama.!"
Mereka keluar lobby rumah sakit menuju parkiran dan kembali mengantarkan Susan ke Sus Enterprise.
"syukurlah Stella sudah tenang disana..! kamu harus semangat ya San,!" ucap Cindy
"iya makasih ya Cin,, kalian sudah mau bantu aku.!"
"gak masalah, kalau butuh apa-apa bilang aja.!"
"kalian hati-hati!"
*****
Adrian dan Cindy tiba dirumah
__ADS_1
"loh itu kaya mobilnya Alex deh, ngapain gak disuruh datang.?!"
Mereka masuk melihat Alex tidak sendiri disana ada Caca.
"woi,, ngapain Lo disini..?!"
"sayang cuci kaki dulu yuk,, kita kan abis dari makam..!" Cindy mengingat kan
"oiya,, kalian tunggu ya kita bersih-bersih dulu. jangan kemana-mana..!" ucap Adrian
Tak lama mereka kembali.
"kalian abis dari makam, emang siapa yang meninggal?"
"Stella meninggal,,!" jawab Cindy
"astaga innalilahi wa innailaihi rojiun yang bener,, tapi ya udah mungkin memang udah seperti itu jalan nya.!" balas Alex
"terus kalian kesini ada perlu apa,,?" tanya Adrian
"ini kita mau ngasih kalian undangan,, he-he-he ,,!" Alex cengar-cengir
Cindy menerima dan membaca..
"waduh,, diam-diam menghanyutkan ya,, tau nya berantem doang eh malah nikah,,!" ledek Cindy
"ah Bu Cindy bisa aja,, itu proses bisa sampai ke undangan itu panjang Bu.. yah ibu tau lah, gimana Alex bikin saya jadi layangan tarik ulur terombang-ambing oleh angin,,!" jawab Caca
"gak pa pa yang penting kan jadi nih undangan..!" jawab Cindy
"gue tau Lo kesini bukan cuma mau nganter undangan kan, cepet bilang mau kado apa,,?"
"ha-ha-ha,, nah yang begini gue suka.!" balas Alex
"ya terus kalian mau kado apa dari kita,,?" tanya Cindy
"ini kado nya sendiri-sendiri kan, secara kita kan asisten kalian ya kan..!" ucap Alex
"wah ngelunjak Lo ya,, cepet bilang atau gue batalin nih,,!" jawab Adrian Cindy mencubit
"kita mau rumah aja kali ya,,!"
"kalau Lo mau rumah kenapa gak kalian jual aja apartemen kalian,,!"
"jangan dong, itu kan apartemen,, beda lah ini kan rumah masa depan..!"
"ya udah iya, nanti kita kado in rumah buat kalian. ya kan sayang,,?!" ucap Cindy
"ya udah lah, pilih dah mau rumah yang gimana dan dimana, terus kasih tau gue, buget nya gak lebih dari 50juta ya,,!"
"wah gila Lo,, sekarang rumah apaan 50 juta,, streess Lo ya,,!" ledek Alex
Cindy pusing mendengar pertengkaran mereka yang tak ada habisnya. Cindy mengedipkan matanya ke Caca dan Caca paham berdiri mengikuti Cindy.
__ADS_1
TAMAT.....