Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Kejujuran


__ADS_3

"sayang, kamu lagi mandi ya,,?" teriak Adrian


"iya bentar lagi selesai ko,!" jawab Cindy


Adrian duduk di sofa, melirik kearah koper yang teronggok disudut ruangan. Ditarik koper itu dan dibuka serta dikeluarkan semua isi nya.


"wah, sayang kamu udah mulai un boxing duluan sih, tunggu aku lah.! seru Cindy saat keluar melihat suaminya sibuk bongkar muat


"belum ko sayang, aku hanya buka koper aja, misahin nya nanti aja bareng kamu biar seru, aku mau mandi dulu ya,!" balas Adrian


Cindy segera berpakaian, mendekati koper "sayang mandi nya jangan kelamaan ya,!" teriak Cindy


"gak tau sayang perut ku mules,,!" jawab Adrian


dan Bruuuttttt,,,,!!


"ih sayang, suara kentut nya sampai kedengaran kesini tau, ampun deh,,!" teriak Cindy


Cindy mendekati pintu kamar mandi "sayang aku kebawah ya, siapain makan malam nanti kamu nyusul ya, kita isi amunisi dulu ya.!" ucap Cindy


"iyaaaa,,,!" balas Adrian


Cindy turun kebawah menuju dapur. Tak terlihat Meli tapi makan malam sudah siap tersaji. "kemana si Meli ko gak ada,?" pikir Cindy


Cindy berjalan kehalaman belakang dan disana Meli terlihat sedang berbicara di telepon. Cindy mendekat pelan-pelan hingga dia berdiri tak jauh yang juga mendengar suara Meli.


"maaf mba saya gak bisa, saya gak mau! tolong ya mba jangan telepon saya lagi.!" Meli mematikan telepon nya


Meli pun berbalik badan, dilihatnya Cindy sudah berdiri tak jauh dari dia berdiri. "astaga Bu Cindy dia dengar gak ya tadi,,!" berjalan dengan hati dag dig dug


"Meli ,,,,!!!" Cindy memanggil pembantu nya saat Meli sudah melintasinya.


Tanpa diduga Meli malah berbalik dan berlutut "Bu jangan pecat Meli Bu, maaf in Meli Bu, Meli khilaf, janji Bu gak akan melakukan kesalahan lagi kedepannya..!" suara Meli parau


"kamu kenapa,,? bangun-bangun,,!" tanya Cindy


"kenapa saya harus mecat kamu, memang nya kamu ada buat kesalahan apa yang saya gak tahu,,?!" tanya Cindy lagi


"terimakasih ya Bu, ibu baik sama saya dan keluarga saya.tapi saya malah berniat buruk dengan ibu dan bapak..?"

__ADS_1


"maksud kamu,,?" pancing Cindy


"maaf ya Bu, saya betul-betul tidak kenal dengan perempuan bernama Stella, dia datang kesini mencari ibu dan bapak. tapi karena ibu sudah berangkat ke Bali, dia malah minta no Hp saya..!" cerita Meli yang sebenarnya Cindy sudah tau dari Caca


"lalu,,?"


"Bu Stella menghubungi saya, mengajak saya kerjasama dengan nya, untuk memisahkan ibu dengan pak Adrian.!" jawab Meli


"kamu mengikuti suruhan nya..?"


"saya bingung Bu awalnya, katanya Bu Stella tau keluarga saya dikampung. dan saya gak tau apa yang akan dia lakukan kalau saya dak ikutin.!"


"barusan kamu habis telepon siapa,?"


"Bu Stella menelepon dia tanya apakah bapak sama ibu udah pulang,,?"


"kamu jawab apa,,?"


"saya belum jawab Bu, karena saya sudah tidak mau berhubungan dengan dia Bu,,!"


"kenapa, kamu kan gak kenal siapa Stella,,?! kenapa tidak mencoba berteman dengan nya, siapa tau dia menguntungkan mu,,?" pancing Cindy


"gak Bu, dengan niat Bu Stella ingin memisahkan ibu dan bapak saya udah bisa tebak niat nya pasti gak baik.!"


"saya langsung telepon kakak saya di kampung Bu, dan ternyata saya dapat kabar kalau ibu sudah memberikan bantuan sembako dan uang ke kakak saya,, terimakasih ya Bu,,!" jawab Meli terharu


"selanjutnya apakah ada perempuan bernama Stella itu datang ke kampung mu,,?"


"katanya kakak saya orang yang datang ke kampung saya hanya orang suruhan Bu Cindy..!" jawab Meli


"jadi kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan,,? kepada siapa kamu akan mengabdi apa kamu sudah paham,,!!" tegas Cindy


"iya Bu, saya tau saya akan menuruti semua perintah ibu. dan gak akan ada yang saya sembunyikan lagi kedepannya.!" janji Meli


"oke sekarang kamu telepon Stella, bilang dia kalau kamu mengundang dia kerumah, jangan bilang kalau saya sudah pulang. biarkan dia melihat dengan sendirinya. bisa,,?!!" tanya Cindy


"bisa Bu,,!"


"bersikaplah seolah-olah kamu masih berada di pihak nya,,! sekarang telepon Stella low speaker dan rekam sekalian.." perintah Cindy

__ADS_1


Meli mengangguk dan menelepon Stella lalu di low speaker, terhubung dan diangkat tak lupa Meli langsung merekam nya.


"kan gue udah nyangka kalau Lo bakal telepon gue akhirnya,, gak usah munafik makanya Lo itu butuh uang dan gue bisa kasih Lo uang kalau Lo mau kerja sama dengan gue.!" (Stella)


"iya mba Stella, maaf tadi saya gak sopan langsung menutup telepon mba Stella gitu aja,!" (Meli)


"ya udah karena gue masih butuh Lo, gue maafin deh. gimana gue mau kesana apa Adrian dia udah pulang,,?" (Stella)


Meli melirik Cindy sebentar, berusaha minta jawaban.


Dengan lipsing Cindy menjawab "bilang aja kalau kita udah pulang"


"Bu Cindy dan pak Adrian udah pulang mba, jadi tadi Meli buru-buru matiin telepon mba Stella deh takut ketauan,!" (Meli)


"terus gimana caranya kalau gue mau ketemu Lo, untuk rencana gue,,?" (Stella)


"mba Stella kirim aja alamat dimana mau ketemu nya, nanti saya cari waktu untuk kesana,!" (Meli)


"ya udah oke,, Lo harus bantu gue ya, nanti kalau ini berhasil gue akan kasih Lo uang banyak.. tapi kalau Lo berkhianat gue gak akan segan-segan bikin keluarga Lo menderita,, ngerti kan,!" ancam Stella


"iya mba saya ngerti, udah dulu ya mba,,nanti kasih tau aja alamat nya kalau mau ketemu saya,,!' (Meli)


"oke bye!!" (Stella)


Meli mematikan sambungan telepon nya.


"bagus, kita udah punya bukti rekaman Stella, tinggal kita pakai kalau dia mengelak.!" ucap Cindy


"Ehmm,,,!" Mereka tak menyadari Adrian sudah berdiri tak jauh dari mereka sejak Meli mulai menelepon Stella.


Cindy menoleh, "sayang kamu kaya hantu aja deh datang gak ada suaranya,,!"


"Bu Cindy juga kaya hantu, tadi datang gak ada suaranya..!" jawab Meli


"oiya yah, berati saya dan suami saya sama-sama hantu dong,,!" balas Cindy


"kenapa kalian gak kasih tau saya rencana kalian,,?!" tanya Adrian


Cindy sudah mendorong Adrian menjauh.

__ADS_1


"nanti aku ceritain sayang, kita makan dulu yuk,,!" ajak Cindy


Mereka makan malam.


__ADS_2