
Perjalanan pulang dari rumah Bella, menuju hotel tempat dia menginap di Indonesia dipenuhi dengan tanda tanya besar. apa yang sebenarnya terjadi dengan Bella setelah dia pergi dulu? pikir nya
Sampai di hotel, berjalan menuju lift yang akan membawa nya kekamar. Dibuka pintu kamar dengan menggunakan kartu sebagai alat buka pintu.
Melepaskan jas yang dikenakan dilempar begitu saja di sofa, berjalan menuju pantry untuk mengambil air minum, meneguk nya sampai habis. apa betul itu anak Bella? pikir nya lagi
"kenapa keadaan nya bisa seperti ini,,?" gumam Ariel
"kalau memang anak tadi itu benar anak Bella, dan Bella belum menikah berarti itu anak yang lahir karena kecelakaan dulu,, !" gumam Ariel lagi
"tapi kapan kejadian nya,," pikir Ariel bingung
"apa yang harus aku katakan kepada orang tua ku,, jika tau Bella yang sekarang,,?" ucap Ariel
"padahal aku sudah bilang, ke Indonesia ingin melamar seorang gadis, dan akan membawa nya ke London,,!" gumam Ariel
"apa aku tetap akan meneruskan ini?!" tanya Ariel ragu
Ariel memang berada di Indonesia tepatnya di Jakarta hanya 3 hari, untuk urusan pekerjaan pada Senin pagi dan juga urusan hati nya dengan Bella. Sengaja dia datang dihari libur, karena Senin malam harus sudah bertolak lagi ke London.
" aku sudah menunggu lama, masa aku harus menyerah" gumam Ariel
"aku harus dapat cerita lengkap dari Bella sebelum aku kembali agar aku bisa menentukan hati ku selanjutnya" ucap Ariel
****
Walaupun sebenarnya tanpa disadari Ariel,, bahwa sejak dulu gerak gerik nya dengan Bella sudah dipantau oleh orang tuanya dari London sana.
Dan yang tidak diketahui Ariel juga,, jika orang tua nya sudah mengetahui jelas perjalanan hidup Bella dimasa lalu hingga kini. Justru orang tua Ariel sangat kagum dengan sikap Bella, yang tak tenang menghadapi masalah yang menimpanya disaat usianya masih terbilang muda.
Mungkin jika wanita lain yang mengalami nasib seperti Bella mungkin dia akan frustasi, stress, atau bahkan menggugurkan kandungan nya, tapi Bella tidak.
Dengan tekad kuat dan ketegaran hatinya, dia berjuang mencari pekerjaan untuk dirinya, ibunya, juga untuk anak yang dikandung nya. Jatuh bangun dilalui Bella dengan ikhlas, cemoohan dan cacian tetangga menjadi santapan sehari-hari baginya dan membuat dia semakin semangat.
Hingga dia akhirnya kembali mendapatkan pekerjaan, walaupun dengan perut besar nya, tidak melakukan cuti hamil, bahkan sampai hari terakhir sebelum dia melahirkan masih bekerja.Sampai Bella berhasil melahirkan, membesar kan anak dan ibunya seorang diri.
Semua itu sudah diketahui oleh orang tua Ariel sejak lama,,, tidak ada sedikit pun rasa jijik, sebal, terhadap Bella, justru malah penasaran dan ingin bertemu dengan wanita kuat seperti Bella.
Bahkan sampai hari ini pun, orang tua Ariel masih mengirim orang untuk memantau Ariel, juga orang tua Ariel sudah mendapatkan alamat serta nomor telepon genggam Bella ditangannya.
__ADS_1
Tapi orang tua Ariel, masih merahasiakan hal itu dari Ariel, membiarkan Ariel sendiri yang menentukan hati nya, meski sebenarnya orang tua Ariel menyetujui jika memang Ariel dan Bella saling mencintai dan bisa melengkapi.
****
'Besok masih ada waktu sehari aku harus tau semuanya.' pikir Ariel
"aku mencintai Bella,, aku mencintai Bella," gumam Ariel hingga dia tertidur.
****
Yang habis dari Mall sudah kembali dengan wajah biasa aja, hanya Cindy yang senang. Masuk kerumah mendapatkan nenek, Bella dan mama sedang menonton tv.
"mama, mba Bella, nenek Ayu mana?" ucap Cindy
Yang lain mengikuti Bella masuk dan duduk diruang tamu.
"Ayu sedang Les,, kenapa?" tanya Bella
"ooohh,, ya udah Cindy taruh dikulkas dulu deh cake nya,, nanti Ayu pulang kita makan sama-sama." ucap Cindy
"Tante Windi, nenek, Bella saya pamit pulang ya,, sudah sore mau malam Minggu an dulu,,!" ucap Adrian asal
"gaya segala malam mingguan, emang punya pacar ha-ha-ha,, bukan nya masih nunggu kaya dulu ya he-he-he" ledek Bella
"emang kamu mau beli barang nyari yang udah ready segala,," ucap Bella
"ya udah, sana cari yang banyak,, awas ya kalau marah aku dekat-dekat dengan Baim,,!" jawab Cindy
"kamu gak boleh deket-deket cowok lain apa lagi sama Baim,, awas aja kalau sampai ketahuan aku,,!" balas Adrian
"dasar curang,," balas Cindy
"permisi Tante Windi,, coba Tante anaknya dibilangin kalau aku suka sama dia,, Susan banget ngerti nya, ampun deh.."ucap Adrian
Mama Cindy hanya geleng-geleng kepala,, karena dari dulu gak berubah selalu saja mereka seperti itu.
"akh Tante mah,, gak ikut-ikutan ya, kamu usaha aja sendiri kalau mau mendapatkan Cindy,," ucap mama
"saya permisi ya,," ucap Adrian lagi
__ADS_1
Kemudian berjalan bersama Alex menuju mobilnya,,,
"Tante Windi gak mau pulang,,? apa jangan-jangan Tante mau nginep ya,,?" ucap Yon
"kita nginep aja yuk disini Yon,,," ucap mama Cindy
"aduh maaf banget nih Tante, Yon gak bisa kalau nginep, soalnya besok itu kan hari Minggu toko biasa nya ramai pengunjung, Yon harus stanbay ditoko." ucap Yon
"ya udah mama, nginep besok pulang naek mobil online aja,," ucap Cindy
"gak mau akh,, mama takut, mendingan mama pulang bareng Yon aja,,," jawab mama Cindy
"tunggu bentar ya, Tante siap-siap dulu,," ucap mama Cindy
Mama Cindy bergegas kekamar untuk mengambil tas nya, dan untung nya tadi dia sudah mandi.
"jangan lama-lama Tante, malam Minggu ini biasa nya macet,," ucap Yon
Mereka berdua pun ikutan pamit,, mama memeluk Cindy,,, memeluk semua nya juga.. Mereka berjalan ke mobil,lalu segera pergi.
"jaga dirimu baik-baik ya Nak, nurut pada mba Bella dan nenek,, jangan nakal,," ucap mama
"iya ma,, mama juga jangan capek-capek ya,," balas Cindy
Cindy pun segera kekamar untuk mengambil handuk dan akan segera mandi,,karena hari sudah sore dan badan nya sudah mulai gerah.
****
Dikamar hotel juga sudah terlihat tampan, wajah seorang pria duduk di sofa memandang kearah tv, tapi pikiran nya tidak disana entah melayang kemana.
Setelah memantapkan hatinya,, dia akan kerumah Bella dan akan mengajak Bella makan malam diluar,,, dan ingin melamar nya.
Segera dia mengambil telepon genggam nya dan mengetik pesan untuk Bella
" aku nanti akan menjemput mu, kita makan malam diluar ya,, bersiaplah" tulis Ariel dan kirim
****
Diteras rumah Bella sedang duduk bersantai menikmati sore sambil memainkan telepon genggam nya, masuklah pesan dari Ariel.
__ADS_1
" aku nanti akan menjemput mu, kita makan malam diluar ya,, bersiaplah" begitu bunyi pesan nya.
Membuat Bella berfikir apa yang harus ia katakan nanti,, kenapa Ariel tidak menyerah saja.