
Sore harinya Adrian telah bangun dari tidurnya bangkit dan duduk bersandar melihat Cindy ternyata ikut tertidur sambil duduk di sebelahnya, Adrian tersenyum.
" Cin,, Cindy,,!" panggil Adrian sambil menepuk pipi Cindy lembut
Cindy membuka mata, " akh, sory sory aku ketiduran udah sore ternyata, gimana sakit kamu,,?" tanya Cindy
" udah lumayan enakkan lah, panas nya juga udah mulai turun, makasih ya,,!" jawab Adrian
" ya udah aku pamit ya," balas Cindy hendak berdiri tapi tangannya ditahan Adrian
" Cin, apa kamu masih belum bisa menerima ku,,?" tanya Adrian
" maksud kamu apaan sih,,?" tanya Cindy balik walaupun dia tau maksud Adrian, tapi dia ingin mendengar nya sekali lagi.
" aku sudah lama mencarimu, menunggumu, sampai akhirnya aku menemukan mu, pertama aku menyatakan cinta padamu, kamu tolak dengan alasan tunggu kamu sukses dan jadi kaya, setelah semua itu kamu dapatkan apakah kamu akan tetap menyuruh ku menunggu,,?" tanya Adrian
" aku mencintaimu Cindy,,!" ucap Adrian memegang tangan Cindy
Cindy diam, mendengar kan setiap kata yang Adrian ucapan, semua benar. Sebenarnya Cindy pun sama menyukai Adrian hanya saja dia belum sepenuhnya yakin dengan hatinya, cuma akhir-akhir ini Cindy merasa memang seperti selalu ingin bertemu dengan Adrian.
" ehmm,,, kasih aku waktu berfikir sampai aku tiba dirumah aku akan memberikan jawaban untuk mu.. sekarang aku pamit ya, jaga kesehatan kalau butuh apa-apa kabari aku, jangan dipendam sendiri..okey,,!" jawab Cindy
Cindy pun keluar lalu melajukan mobil nya pulang. Sepanjang perjalanan Cindy memikirkan jawaban untuk Adrian,
Tak lama sampai dirumah, Cindy masuk ke ruang keluarga disana masih ada Oma dan Opa nya, yang sebentar lagi akan pulang.
" Cindy sayang, kamu sudah pulang,,?" tanya Windy
" iya mah, Oma ko udh rapi mau pulang ya,, gak usah pulang nginep sini lagi aja..!" ucap Cindy
"Oma sih mau nya gitu, tapi besok kan harus kerja lagi, kamu udah bertemu Baim,,?" tanya Oma
" udah, dia mau menikah Oma, ini undangan nya,,!" jawab Cindy mengeluarkan undangan Baim
" kami juga dapat,,!" jawab Windy
" jadi kalian udah tau, ko gak bilang sih,,!" ucap Cindy
" sengaja biar kalian bertemu dulu, gimana udah beres kan, udah gak galau lagi kan,,?" tanya Leon
__ADS_1
" gak pah, tadi juga Cindy abis dari rumah Adrian ternyata dia lagi sakit, dan belum makan karena bibi nya pulang kampung, untung Cindy datang..!" jawab Cindy
" wah,,!! ada kemajuan nih he-he-he,,!" ledek Windy
" apaan sih mah,, udah ya Cindy mau kekamar dulu,,!" balas Cindy
" gak pa pa ko sayang, mama tau kamu sebenarnya suka dengan Adrian cuma kamu tuh gengsi, udah jangan buat Adrian nunggu lagi, terima aja..!" ucap Windy
Cindy naik kekamar nya, sementara Oma dan opa nya berpamitan pulang. Selesai mandi Cindy sudah memegang Hp nya bersiap menelepon Adrian.
Telepon tersambung, tapi belum diangkat diulang sampai 3x tetap sama.
" mungkin Adrian sedang mandi,,!" gumam Cindy
Dia turun kebawah karena sudah waktunya makan malam.
" sayang, bagaimana keadaan Adrian,,apa kamu sudah menelepon nya,,?!" tanya Windy khawatir
" iya mah, sudah mencoba menelepon tapi belum diangkat mungkin Adrian sedang keluar, nanti aku coba telepon lagi." jawab Cindy
" ya sudah mari kita makan.!" ucap Leon
****
Diperjalanan Adrian diam, menanti apa kira-kira jawaban Cindy padanya sudah sekian lama dia menunggu.
" kemana Hp ku,,?" gumam Adrian sambil mengingat
" apa mungkin tertinggal dikamar,,?, karena sudah lapar aku jadi lupa dengan Hp ku, sudahlah sekarang aku makan dulu, lalu pulang untuk melihat Hp itu.!" ucap Adrian lagi
Setelah menemukan apa yang dia cari, segera memesan dan menikmati makan malam nya, tak lupa dia membelikan untuk satpam dirumah nya, lalu kembali pulang.
Sesampainya dirumah, setelah memberikan makanan ke satpam, Adrian segera naik ke kamar nya mencari Hp nya, dan benar saja ada panggilan tak terjawab beberapa kali dari Cindy.
" tuh kan, Cindy nelepon. aku telepon balik aja deh,,!" kata Adrian
Suara panggilan tersambung, masih menunggu dan diangkat.
" iya haloo,,! kamu kemana aja sih, aku telepon dari tadi juga,?" kata Cindy
__ADS_1
" he-he-he kamu mencari ku ya,,,!! aku keluar membeli makan malam dan lupa tidak membawa HP." jawab Adrian
" oh, pantesan kamu udah sembuh kan,,?" tanya Cindy
" sembuh banget sih belum, yah mendingan lah,!" jawab Adrian
Adrian merasa kaku, entah apakan karena dia sedang menyiapkan hati nya untuk mendengar jawaban Cindy, atau apa dia pun bingung.
"ehmm,, apa besok kamu tetap akan bekerja,,? kalau masih sakit istirahat lah dulu, kan bisa kerja dari rumah." ucap Cindy mengingatkan
Cindy pun sama, merasa obrolan mereka kaku tidak seperti biasanya, terlebih Cindy yang deg-degan dengan hatinya.
" kalau aku tidak kerja, apa besok kamu mau datang ke rumahku lagi,,?" tanya Adrian
" ngapain aku besok datang kerumah mu,,? aku juga kan harus kerja, capek tau pulang kerja harus kerumah kamu juga. liat nanti aja deh, udah ya aku ngantuk. inget besok gak usah kerja, bye,,!" jawab Cindy dan telepon pun mati
Adrian bengong melihat layar Hp nya yang sudah gelap. ' ko malah dimatiin sih,,katanya mau jawab pernyataan cinta ku saat dia dirumah,'
" ya sudahlah aku tidur saja, biar besok badan ku sehat aku bisa kerja.!" ucap Adrian
Tak lupa dia minum obat nya, sambil membayangi wajah manis Cindy, Adrian tersenyum sendiri,
" kalau Cindy, menerima ku, aku akan segera melamar nya,!" gumam Adrian
Tak butuh waktu lama untuk efek obat bekerja karena tak lama kemudian dia pun sudah tertidur.
****
Dirumah, Cindy hanya bisa memegang dada nya yang dag,Dig,dug saat berbicara dengan Adrian meski hanya sebentar.
" aduh,, ko aku grogi banget sih tadi, sampai aku lupa ngasih jawaban ke Adrian. sudah lah nanti aja kalau ketemu akan aku jawab.!" ucap Cindy
" sekarang aku tidur, karena besok pagi aku akan mampir kerumah Adrian sebelum ke kantor,!" gumam Cindy
Cindy berusaha memejamkan mata tapi entah kenapa sulit sekali.
" aduh, besok aku akan jawab apa ya? emang aku udah lama kenal Adrian, dia baik, tampan, mapan, tapi kadang konyol juga sih, keluarga pun sudah memihak padanya, salah gak sih kalau aku coba mulai pendekatan dengan nya,?" gumam Cindy
Karena terus membayangi wajah Adrian, sampai akhirnya dia pun tertidur.
__ADS_1