Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.74 Ribet dah


__ADS_3

Keesokan harinya,, saat Bella sudah lebih dulu bangun dan duduk didepan tv, melihat kejadian semalam, dimana dari diskotik didatangi polisi hingga penangkapan beberapa orang dalam razia malam itu, nampak samar-samar Cindy dan Baim ada diantara beberapa orang yang ditangkap.


Bella mengikuti setiap pemberitaan di tv, dan melihat masih ada beberapa orang yang tinggal di kantor polisi untuk dibawa ke sel tahanan, diantara nya ada Silvi, Jihan, dan Stella. terpampang wajah mereka memakan pakaian kebangsaan bertuliskan TAHANAN berwarna oranye cerah.


Bella sendiri sedikit memekik pelan, melihat kejadian itu, entah dia harus merasa senang atau sedih melihat orang yang pernah jadi teman nya dan juga tega menjebak nya dulu di penjara.


"itu berarti Cindy dan Baim hanya dijadikan saksi karena mereka juga ada di tempat kejadian,, syukurlah,,!" gumam Bella


Tak lama Cindy pun keluar dari kamar menuju kamar mandi tapi berhenti karena melihat berita di TV, malah berjalan kearah Bella dan duduk disebelah nya.


"wah,, gila masuk berita ya, haduh tadi muka ku keliatan apa gak ya itu, Alhamdulillah aku tidak ikut memakai baju oranye itu.." ucap Cindy


"wah,, gila bangun tidur bukannya mandi malah duduk disini, kamu tuh baunya udah kaya kembang 7 rupa tau..!" teriak Bella sambil menutup hidung


"iya iya,, segitu nya, ini juga mau mandi, siapa juga yang betah dengan bau kaya gini.." jawab Cindy berjalan menuju kamar mandi.


****


Ditempat lain yang juga sedang melihat tv ikut kaget melihat pemberitaan tentang razia polisi semalam.


"itu seperti Cindy,, ya ampun Cindy ditangkap polisi, aduh gimana ini,, telepon Cindy,,?!" ucap Imelda panik


Telepon tersambung tapi tidak diangkat,, (Cindy lagi mandi) Mulai panik memanggil suaminya.


"sayang,, sayang,, sini sebentar,!" teriak Imelda


"ada apa sih, teriak-teriak begitu,,?!" tanya Leon


"Cindy sayang Cindy ditangkap polisi, kita harus tolong gadis itu,,!" jawab Imelda


"maksudnya gimana, coba ngomong nya pelan-pelan, biar aku ngerti." jawab Leon


"aku tadi lihat berita di tv, semalam ada razia di sebuah diskotik, nah itu aku lihat seperti Cindy yang ketangkap polisi sayang,, tadi juga aku hubungi Hp Cindy gak diangkat, aku khawatir,,,?!" ucap Imelda


"ya udah coba sekarang kamu telepon lagi Cindy,,!" balas Leon


Imelda kembali menghubungi Cindy, telepon tersambung dan diakhirnya terhubung..


"haloo Cindy,,kamu dimana nak, apa kamu baik-baik saja,,?" tanya Imelda cemas


Leon yang melihat ekspresi wajah Imelda dan caranya bicara dengan Cindy, seperti Imelda sangat menyayangi Cindy.

__ADS_1


"haloo iya ini Cindy Bu, Cindy dirumah mba Bella kenapa Bu,,ko kedengaran nya panik gitu?"


"syukurlah,, barusan ibu liat di tv mirip seperti kamu dibawa polisi dari sebuah diskotik yang kena razia polisi,,itu bukan kamu kan Cindy,,?" tanya Imelda


"he-he-he,,, itu beneran Cindy Bu,, tadi tuh Cindy emang disitu datang acara ulang tahun teman kampus, Cindy sih gak nyentuh apa-apa disana, gak lama polisi datang ya udah dibawa semua deh kekantor polisi, serem deh Bu,,!" jawab Cindy


"tapi karena pas di tes urine Cindy negatif ya Cindy dan Baim diperbolehkan pulang,, iiihhh, gak lagi lagi deh ketempat begitu lagi," ucap Cindy lagi


" ya udah,, syukurlah kamu gak kenapa-napa, ibu khawatir sekali dengan kamu. pokoknya kamu jangan pernah datang ketempat seperti itu lagi ya Cindy,, cukup sekali aja." ucap Imelda


"iya Bu,, tenang aja." jawab Cindy


Telepon pun dimatikan,,,


"bagaimana,,?!" tanya Leon


"iya betul yang di tv itu tadi Cindy, hanya saja sekarang Cindy sudah dirumah karena tes urine hasilnya negatif,," jawab Imelda


"syukurlah,,!" balas Leon


****


Dirumah Bella siang itu kedatangan Baim, yang memang datang karena undangan Bella, mereka makan siang bersama diselingi obrolan santai.


"iya mba,, saya memang sudah lama berhenti minum alkohol, dan kalau untuk narkoba saya memang tidak pernah menyentuh nya, hanya dulu saya pernah difitnah oleh orang yang ternyata tidak suka dengan saya, memasukkan sebungkus barang haram itu kesaku saya, waktu saya mabuk,,!" cerita Baim


"memang kamu punya masalah apa dengan teman mu itu,,?" tanya Cindy kepo


"entahlah, mungkin dia iri karena aku tampan dan selalu dikelilingi gadis cantik he-he-he,,! jawab Baim


"ishh,, malas aku tadi bertanya,,!" ucap Cindy


"ha-ha-ha,,,!!!" Bella hanya tertawa


"oiya mba Bella, katanya mau menikah ya,, kapan, aku diundang gak he-he-he,,?" tanya Baim


"kamu kan teman baik Cindy, ya pasti saya undang lah, rencananya tanggal 6 Juli bertepatan dengan ulang tahun Cindy,, ya kan Cin,,?!" tanya Bella


"akh,, apa mba,, oh iya iya,,!" jawab Cindy


"wah momen nya pas banget sih, mba nikah Cindy ulang tahun,,aku pasti datang ko mba,,!" ucap Baim

__ADS_1


"harus dong,,!" jawab Bella


"mba aku mau pamit ya, gak bisa lama nih, aku harus balik ke Cafe,," ucap Baim


"oke deh,, kapan-kapan main lagi ya,, hati-hati,," jawab Bella


"iya Baim,, hati-hati ya,,!" jawab Cindy juga


Baim segera masuk ke mobilnya, dan berjalan pergi meninggalkan rumah Bella menuju Mall. Sedangkan Bella dan Cindy kembali masuk kedalam untuk istirahat siang.


****


Sesampainya di Mall, Baim segera memarkir mobilnya, keluar dan berjalan menuju Cafe nya. Begitu Baim masuk kedalam Cafe nya, sudah disambut oleh pelayan nya.


"kak, maaf didalam ada perempuan cantik bernama Meisya ngakunya sih sebagai pacar Kakak, dan memaksa untuk masuk dan menunggu didalam,,!" ucap pelayan


"Meisya,,mau apa dia datang ke Indonesia,,?" gumam Baim pelan


Segera Baim masuk keruang kerja nya. Mendengar pintu terbuka wanita yang usia nya lebih tua dari Baim dan bernama Meisya itu bangun dan menghampiri Baim.


"Baim, dari mana saja kamu, aku sudah lama disini,,?" ucap Meisya


"siapa yang menyuruhmu datang ketempat ku,,?" tanya Baim


"Baim, aku rindu sekali dengan mu,,?" ucap Meisya


"maaf tapi aku tidak sama sekali,,!" jawab Baim


"Baim, jangan ketus seperti itu, aku ini kan calon tunangan mu,, kamu gak lupa kan tentang perjodohan kita,,?" ucap Meisya


" sudah lupa tuh,, gak penting untuk diingat, lagian Meisya, kamu itu teman kakakku, dan juga pantasnya jadi kakakku, bukan pacar apalagi tunangan." jawab Baim


" terserah kamu mau bicara apa, yang jelas kamu diminta om dan Tante untuk kembali ke Jerman,,,!" ucap Meisya


"Hei,, aku kasih tau ya, sebelum kamu datang, orang tua ku sudah datang lebih dulu, dan mereka tetap tidak berhasil membawa ku kembali kan, jadi siapa kamu,,,?!" jawab Baim


"lebih baik kamu kembali dan carilah laki-laki dewasa yang lebih tua darimu agar bisa mengarahkan mu jadi lebih baik,, bukan malah ngejar-ngejar aku, yang jelas-jelas tidak mencintai mu.. paham kan,,!!" ucap Baim lagi


Meisya sedih, kecewa, dan juga kesal, kedatangan nya ke Indonesia hanya mendapatkan kata-kata yang menyakitkan dari Baim. Tapi bukan Meisya namanya jika menyerah begitu saja.


"kalau kamu tidak mau pulang bersama ku, oke gak pa pa aku yang akan tinggal di Indonesia dan akan menjaga mu,, oke aku pergi dulu dah,,,!!" jawab Meisya pergi setelah mencium pipi Baim.

__ADS_1


Sepeninggalan Meisya, Baim merasa ada yang direncanakan oleh Meisya, tapi apa, dan dia harus waspada.


__ADS_2