Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.51 Kediaman Bu Imelda


__ADS_3

Sampai dirumah bercat biru, Bu Imelda segera membayar ongkos, dan mengajak Cindy turun.


"ayooo Cindy turun,, ini rumah ibu,,!" ajak Cindy yang masih gak sangka bisa ada dirumah bos nya.


"pak, nanti tolong bapak ambil mobil saya di Mall ya, kemarin karena buru-buru tertinggal,,ini STNK dan kunci nya juga ini kertas parkir Mall itu, " ucap Imelda menyerahkan semuanya yang baru saja ia ambil dari dalam tas nya


Segera melangkah masuk kedalam,,


"Nyonya,, dari mana saja,?" tanya pembantu rumah


"ha-ha-ha saya menginap bersama Cindy, " ucap Imelda


Pembantu yang bingung tak mau kepo lebih jauh,,


"Nyonya apa sudah sarapan,,?" tanya pembantu rumah lagi


"sudah bi sudah,,, tak usah buat sarapan, siapak kami makan siang saja..oiya Cindy kamu duduk dulu ya,saya mau ganti baju" ucap Imelda


****


Dikantor Leon,, Cindy tidak masuk kerja, dan salah nya lagi dia belum sempat meminta nomor telepon teman kerja atau pak Yoyo, jadi dia tak bisa memberi kabar.. Sampai tak lama Hp nya berbunyi


"Haloo selamat pagi,,siapa ya,,?" tanya Cindy


"Cindy, ini saya pak Yoyo kamu dimana, kenapa tidak masuk kerja, apa kamu sakit,,?" tanya pak Yoyo


"akhirnya,, betapa baiknya bapak mau menelepon saya, saya belum sempat meminta nomor bapak dan teman lain, jadi bingung mau memberi kabar,,, ia pak saya sedang kurang sehat,," ucap Cindy terpaksa bohong karena gak mungkin Cindy bilang ada dirumah Bu Imelda kan.


"ooohhh,, ya sudah Cindy kamu istirahat lah,, semoga lekas sembuh,, ko samaan ya, Bu Imelda juga tidak masuk kerja hari ini,,?" ucap pak Yoyo


"sudah ya pak,, Cindy mau istirahat lagi,," jawab Cindy


Telepon terputus..


****


Padahal tadi Cindy sedang asik memandang foto pernikahan Bu Imelda dan pak Leon,, pasangan yang serasi pikir Cindy.


Tak lama Bu Imelda pun turun sudah segar, wangi, dan berganti pakaian. Mari Cindy ikut ibu kehalaman belakang kita ngobrol santai,,


"bi siapkan teh manis hangat dan beberapa camilan ya kami dihalaman belakang,,!" perintah Imelda


Berjalan ke gazebo yang ada dihalaman belakang,,duduk disana menikmati udara pagi yang sejuk, karena halaman Bu Imelda tergolong asri banyak tumbuhan.

__ADS_1


"Cindy, ibu minta kamu jangan cerita ke siapapun tentang penyakit ibu ya,, ibu tak ingin membuat orang disekitar ibu termasuk suami ibu menjadi khawatir berlebihan dan memaksa ibu untuk tidak beraktivitas, ibu gak mau diam dirumah sepanjang hari,,!" ucap Imelda


"Loh, apa tidak sebaiknya suami ibu diberitahu saja, daripada ibu pendam dan rasakan sendiri,, lagi pula dirumah itu gak selamanya jenuh ko Bu,, ibu bisa berenang, menyiram tanaman, menanam bunga, menulis cerita, dan lain-lain,," jawab Cindy


"tapi ibu belum siap Cindy,, kamu bisa mengerti kan,ibu akan cerita tapi tidak sekarang lah,," ucap Imelda


"terserah ibu saja lah,, Cindy kan gak punya hak apa-apa,," jawab Cindy


"sekarang kamu ceritakan tentang kamu dong,,ibu mau dengar,,?" tanya Imelda


"tentang saya,, haduh gak ada yang menarik Bu,," jawab Cindy


"gak pa pa cerita kan saja,,!" paksa Imelda lagi , entah kenapa setiap berbicara dengan Cindy dia merasa tenang dan selalu berfikir ko mirip ya dengan suaminya.


"oke lah, kalau ibu mau tahu,, Cindy itu lahir dari rahim seorang mama yang Top banget buat Cindy, Cindy lahir di Bandung hidup berdua dengan mama dari lahir sampai usia 5 tahun baru tinggal bertiga dengan kakek, tak lama kakek meninggal jadi berdua lagi sampai sekarang dengan mama." cerita Cindy


"papa kamu kemana,,?" tanya Imelda


"papa Cindy, gak tau Bu ada dimana dan mama pun hanya cerita kalau papa mungkin masih hidup, tapi mama tak menceritakan detail nya, karena mama tidak mau mengenang masa lalunya yang buruk," jelas Cindy


"tapi kamu penasaran gak dengan papa kamu,,?" tanya Imelda


"sedikit ada rasa penasaran, tapi Cindy gak pernah mau berharap dan gak pernah mau cari tau siapa papa dan dimana dia, karena buat Cindy perjuangan mama dari hamil, melahirkan, membesar kan sudah menjadikan Cindy kuat dan tak butuh papa." jawab Cindy


"oke terus,," balas Imelda


"ya dulu Cindy di Bandung itu kerjanya bantu mama antar kue buatan mama ke toko-toko disana, sampai Cindy ke Jakarta karena dapat beasiswa kuliah di Universitas Indonesia, dan juga Cindy ingin mencoba bekerja di Jakarta, jadi kuliah nya diambil malam." jelas Cindy lagi


"wah hebat sekali kamu sampai bisa dapat beasiswa,,, anak pintar,,ibu jadi pengen ketemu mama kamu yang sudah bisa mendidik kamu sampai menjadi gadis tegar dan pintar seperti ini,," jawab Imelda


"boleh Bu,, kapan-kapan kalau memang berjodoh Allah pasti akan mempertemukan ibu dengan mama,," ucap Cindy


"aamiin,,, lanjutkan lagi, cerita kamu seru,,?" kata Imelda


"apa lagi ya Bu,, saat ini saya tinggal dirumah mba Bella,dia itu awalnya orang lain buat saya tapi sekarang kami sudah seperti kakak beradik, mba Bella itu sekertaris nya teman kecil saya dulu di Bandung,,"ucap Cindy lagi


"kayanya udah deh Bu,, cerita nya cuma segitu aja, gak menarik kan,,,?" tanya Cindy


"menarik sekali,, kalau ibu bantu kamu bertemu dengan papa kamu apa kamu bersedia,,? tapi ibu gak janji, ibu hanya mengusahakan mencari tau siapa papa mu,, selanjutnya terserah kamu mau bertemu apa tidak,,!" tanya Imelda


"liat nanti saja Bu,,biar waktu saja yang mempertemukan Cindy dengan papa jika Allah mengizinkan,," jawab Cindy


"sekarang cerita tentang ibu dong, gantian he-he-he,, Cindy minum air nya ya Bu,, haus habis cerita ha-ha-ha,,"ucap Cindy

__ADS_1


"iya Cindy minum dan makan lah kue nya,, ibu cerita apa ya,, justru gak ada yang seru,,?" kata Imelda


"cerita ibu dengan suami ibu juga boleh,, biar Cindy tau gimana suami ibu,baik apa gak biar kalau bertemu di kantor Cindy gak takut he-he-he" ucap Cindy asal


"ha-ha-ha,,, suami ibu baik sekali ko,, sabar juga,, oke ibu cerita ya.. ibu dan suami ibu menikah karena dijodohkan oleh orang tua kami,, awalnya kami memang tidak saling mencintai tapi lama kelamaan cinta itu datang dengan sendirinya,, ibu menikah sudah 15 tahun tapi sampai sekarang belum juga dikaruniai keturunan, karena dulu ibu punya kelainan dirahim yang mengharuskan rahim ibu diangkat.." ucap Imelda


"sabar ya Bu,,' ucap Cindy


"iya,, memang awal rahim ibu diangkat ibu tidak bisa terima, karena saat itu pernikahan ibu baru berjalan 6 bulan, tapi karena kesabaran, kebaikan suami ibu dia ikhlas menerima rumah tangga kami tanpa anak,, berkat suami ibu juga, ibu bisa kuat sampai beberapa tahun lalu ibu mendengar kalau mertua ibu menyuruh suami ibu menikah lagi agar ada penerus keturunan,, jujur ibu sedih dengar nya, tapi ibu juga gak egois sebelum mertua ibu menyuruh, ibu sudah lebih dulu meminta suami ibu untuk menikah lagi.." ucap Imelda


"tapi suami ibu menolak,, dan entah kenapa sejak saat itu hingga sekarang kadang masih suka ibu lihat suami ibu melamun sendiri, entah apa yang dipikirkan olehnya, setiap ibu tanya tak pernah mau jawab. tapi sebenarnya ibu yakin, suami ibu pasti butuh keturunan,, hanya saja ibu tidak bisa memberi kan,," ucap Imelda


"kan ibu bisa adopsi anak aja,,,?" tanya Cindy


"ibu pernah menyarankan itu, tapi suami ibu tidak mau, ibu gak tau alasan sebenarnya,, tapi ibu sering lihat nya melamun,," jawab Imelda


"ya sudah ibu yang sabar ya,, sekarang yang penting jaga kesehatan ibu," ucap Cindy


Tak terasa mereka ngobrol hingga waktu masuk jam makan siang, dan bibi pun telat selesai memasak.


"kamu makan siang disini ya temani ibu,, baru setelah itu kamu kalau mau pulang silahkan,, nanti biar diantar supir ya,," ucap Imelda


"iya Bu,, terimakasih,," jawab Cindy


Mereka pun masuk kedalam menuju meja makan, dan makan dengan lahap dan nikmat,, sampai Imelda yang melihat makan Cindy ikut nambah juga, bibi di ujung memperhatikan Nyonya nya dengan heran, baru kali ini melihat makan dengan lahap dan nikmat begitu.


"Bu Imelda, terimakasih banyak ya untuk makan siang nya,, bibi makasih makanan nya enak banget top Markotop,," kata Cindy sambil mengacungkan jempol nya


"sama-sama nona,, bibi juga senang tadi lihat Nyonya makan nya lahap karena ada nona Cindy,,,!" ucap bibi


"oiya Cindy, kemarin ibu sempat pakai uang kamu kan,, ini ibu kembalikan ya,, terimakasih loh,," kata Imelda menyerahkan amplop coklat


"pake diamplop segala Bu,, terimakasih juga Bu,, Cindy pamit ya,," ucap Cindy


"pak,, antar Cindy sampai rumah nya ya,, hati-hati pak,,!" perintah Imelda


"kapan-kapan main lagi ya Cindy,," teriak Imelda sambil melambaikan tangan


Entah kenapa sejak pertemuan nya dengan Cindy, Imelda sudah menyukai gadis itu,, sifatnya yang ceria, baik, polos, dan apa adanya itu yang membuat Imelda tertarik untuk lebih tau tentang Cindy,,


Diambil Hp nya, kemudian menelepon seseorang...


"tolong kamu cari tau dengan detail semua tentang seorang gadis,,, nanti data dan foto nya akan saya kirim,, terimakasih!" perintah Imelda

__ADS_1


__ADS_2