Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.91 Tertawa bersama


__ADS_3

" terimakasih Bella, dan juga ibu besan untuk makan siang nya sungguh nikmat, walaupun di London juga kadang saya suka masak menu Indonesia seperti ini, tapi kenapa rasa nya lebih nikmat makan di Indonesia nya langsung ya,,?" ucap mama Ariel


" iya Bu besan sama-sama, kami mohon maaf hanya bisa menyediakan makanan rumahan alakadarnya seperti ini, kami ndak bisa kalau disuruh masak masakan luar negeri he-he-he,,!" jawab nenek


" justru ini yang saya mau kalau datang ke Indonesia Bu,,, rasa nya betul-betul beda walaupun bahan nya sama, mungkin suasana nya kali ya yang bikin jadi beda,,!" balas papa Ariel


" tinggal beberapa hari lagi ya Bu, anak-anak kita akan menikah dan menjadi pasangan suami istri, berapa hari lagi ya Riel,,?!" tanya mama


" 6 hari lagi lah mah,!" jawab Ariel


" masih bisa dong kita jalan-jalan dulu gitu, ke tempat wisata, soalnya kan setelah menikah besok nya langsung kembali ke London, dan akan menggelar resepsi disana.. gimana,,?" tanya mama Ariel


" tapi bukannya pengantin itu gak boleh keluyuran ya, kalau kata orang mah dipingit gitu mba,,?" tanya Tante Ariel


" iya juga yah,, terus bagaimana donk..Bu besan sama Ayu aja yang ikut ya,,!" ajak mama Ariel


" aduh, saya gak ikut ya Bu besan,, gak bisa jalan jauh mudah lelah kaki ini,, saya dirumah aja,! jawab nenek


" waduh,, ya udah Ayu aja yang ikut ya,, mau kan Ayu pergi sama Oma, jalan-jalan..?" tanya mama Ariel


" Ayu sih mau banget Oma, tapi Ayu banyak banget tugas sekolah ini, mesti kerja kelompok juga tuh,, Ayu gak bisa ikut jadi nya.!" jawab Ayu


" maaf ya Bu besan,, tapi dengan rombongan Bu besan, pasti bisa bersenang-senang..!" jawab nenek


" ya sudahlah,, jika kalian tidak bisa ikut, nanti kita bawakan souvernir nya aja deh ya he-he-he..!" balas mama Ariel


Ngobrol ngalor ngidul,, sampai tak terasa waktu sudah mendekati senja. Rombongan pun pamit pulang.


" terimakasih Bu besan, Bella, makan siang nya enak sekali, kapan-kapan kalau boleh kami mau dibuatkan menu rumahan lagi,, saya suka sekali..!" ucap mama


" iya Bu, sama-sama. insyaallah nanti kalau Bella masak lagi pasti kita undang ya..!" jawab nenek


Rombongan pun pergi meninggalkan rumah Bella, kembali hening dan sepi.


****


Dilain itu, Cindy dan orang tua nya sudah tiba di rumah sakit, setelah sebelumnya mereka semalaman menginap dirumah orang tua Leon, hunting pakaian mama Leon, sampai menyiapkan sarapan dan masak makan siang bersama didapur.


Tiba dirumah sakit bersamaan dengan dokter yang hendak ke kamar Imelda, bertemu dipintu kamar.


" eh pak Leon, kebetulan bisa keruangan saya sebentar..!" ucap dokter


" bisa dok,, mari.!" segera berjalan mengikuti dokter, sementara Cindy dan mamanya masuk kedalam kamar Imelda.

__ADS_1


Diruangan dokter..


" begini pak Leon, langsung saja ya, saya melihat bahwa penyakit Bu Imelda makin hari bukan makin baik tapi sebaliknya, beliau makin susah untuk menggerakkan tangan dan kaki nya.. dan saya menemukan bahwa meningitis Bu Imelda malah makin parah, kami sampai memberikan dosis obat yang lumayan tinggi.!" ucap dokter


Leon berdesah lesu, dan sedih...


" apa yang harus kita lakukan dok, agar Imelda bisa sembuh,,?" tanya Leon


" ya tidak ada pak,, kita hanya bisa mensuplai obat-obatan ketubuh Imelda agar tidak merasakan sakit yang luar biasa jika meningitis nya kambuh, dan sekarang saya malah khawatir dengan asupan obat yang terus menerus tanpa henti, membuat tubuh Bu Imelda semakin lemah..!" jawab dokter


" kenapa begitu dok,,?" tanya Leon


" karena obat yang saya berikan untuk meredakan sakit di kepala nya, tapi itu tidak berpengaruh dengan penyakit autoimun langka yang diderita nya, malah obat itu memperburuk kondisi nya..!" jawab dokter


" lalu harus bagaimana dok,,,!" tanya Leon


" kita coba tanya Bu Imelda, apa yang dia inginkan mungkin itu bisa membuat hati dan pikiran nya sehat, walau sedikit. karena saya lihat seperti nya Bu Imelda sudah bosan dirumah sakit..!" jawab dokter


" tapi apakah boleh jika memang dirawat inap dirumah,,?" tanya Leon


" sebenarnya sih, saya belum menyarankan seperti itu. kita lihat perkembangan bu Imelda dalam seminggu kedepan,,!" jawab dokter


" baiklah dok, saya permisi..!" ucap Leon


" hai sayang,,, bagaimana kabarmu,,?" tanya Leon


" bosan,, sangat bosan,,!" jawab Imelda


" apa tidak bisa aku pulang, dan dirawat dirumah saja,, disini aku hanya makan tidur makan tidur saja, semakin hari badan ku semakin lemah,,!" ucap Imelda


" tadi aku sudah berbicara dengan dokter, dokter bilang kau bisa pulang, asalkan dalam seminggu kedepan kamu menunjukan kesehatan mu..!" ucap Leon


" baiklah, aku akan berusaha untuk sembuh, karena aku ingin pulang.!" jawab Imelda


Tak lama kemudian muncul Adrian dari balik pintu kamar,,,


" halooo apa boleh saya bergabung,,?" tanya Adrian


" wah,, Adrian sini masuk, tumben ada apa kemari,,!" jawab Leon


" sepi aja dirumah weekend, jadi sekalian mau nengok Bu Imelda juga, siapa tau bisa ketemu Cindy sayang,,, ha-ha-ha,!!" ucap Adrian


" ya ampun,, bilang aja kalau kangen sama Cindy, alasan nya bisa banget deh,,!" jawab Imelda

__ADS_1


" Bu Imelda tau aja deh,,,!" balas Adrian


" tapi kamu harus mau bersaing sehat ya sama temen kampus nya Cindy, bisa gak,,?!" tanya Leon


" siapa,, si Baim, jadi Baim suka sama Cindy juga, oke lah bersaing dengan Baim,, gimana Cindy kamu siap liat aku bersaing dengan Baim,,?" tanya Adrian


" bodo amat ah,,!" jawab Cindy


Semua tertawa mendengar jawaban spontan Cindy. Tak berhenti sampai disitu mereka meledek Cindy, Cindy dengan kadang ikut tertawa, kadang manyun mendengar mama nya menjodohkan dengan Adrian.


Sementara Imelda, merasakan bahagia yang nyentuh hati nya melihat keakraban, tertawa bersama, bukan hanya tidur di ranjang sepanjang hari.


" oiya Tante, om Leon, saya mau ijin mengajak Cindy malam Minggu an boleh,,?" tanya Adrian


" coba kamu tanya Cindy mau gak dia,,!" jawab Leon


" bagaimana Cindy, Adrian ingin mengajak mu dinner tuh,,?" tanya mama


" iya boleh lah,, tapi dinner biasa ya, aku malas ganti dress atau gaun malam..!" jawab Cindy


" asikkk,,, oke-oke kita makan malam nasi goreng di Abang pinggir jalan aja yah he-he-he,,!" ajak Adrian


" wah, kamu nih masa anakku diajak dinner nasi goreng di pinggir jalan,, ya bener aja kamu,,!" balas Leon


" ha-ha-ha gak becanda ko,, terserah Cindy mau makan malam di mana..?" jawab Adrian


" ya udah sana gih,, kalian pergi, tapi jangan terlalu malam ya pulang nya..!" balas mama


Cindy dan Adrian berjalan keluar kamar.


"menurut kalian Cindy cocok dengan siapa,, Baim atau Adrian,,?!" tanya Leon


" menurut mu gimana Mel,,?" tanya Windy


" aku hanya kenal beberapa kali dengan Baim, dari dia menolong ku, aku lihat dia anak yang baik, sopan, tapi kan kita belum tau tentang keluarga nya.. buatku sih siapapun yang dipilih Cindy nanti nya, aku akan mendukung nya,,!" jawab Imelda


" iya betul siapapun yang dipilih Cindy aku pun akan mendukung nya.. kalau menurut mu sendiri siapa,,?" tanya Windy


" aku sih pilih Adrian, karena dibanding Baim, aku sudah lebih dulu kenal dan paham karakter Adrian, anak yang pekerja keras, humoris, dan juga baik..!" jawab Leon


Mendekati makan malam, suster datang membawa makanan.


" sayang, kamu makan sama bibi ya, aku dan Windy juga mau makan di kantin,,!" ucap Leon

__ADS_1


" bi, tolong ya,, nanti bibi saya belikan makan malam juga,,!" ucap Leon lagi


__ADS_2