Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.76 Cemburu


__ADS_3

Cindy menutup pintu dan kembali kedalam.


"siapa tadi itu, ko nyebut nama Baim,,?" tanya Bella


"dia itu Meisya tunangan Baim mba, seumuran dengan kakak perempuan Baim, pertunangan itu karena kerjasama antar orang tua mereka untuk bisnis, padahal Meisya ini sudah mempunyai pilihan sendiri." ucap Cindy


"terus ngapain dia kesini,,?" tanya Bella


" dia itu minta tolong Cindy, untuk membujuk Baim agar mau kembali ke Jerman, karena kalau Meisya berhasil membawa Baim kembali, kakak nya Baim akan membantu Meisya meyakinkan orang tua mereka untuk membatalkan pertunangan, begitu..!" jawab Cindy


"ooohhh,, kamu percaya dengan kata-kata nya,,?" tanya Bella


"akh, Cindy mah gak peduli dengan dia mau ngomong jujur atau bohong, yang penting Cindy ngomong aja ke Baim, keputusan semua ada di Baim." jawab Cindy


Tak lama pintu pun diketuk dari luar lagi,,


"siapa lagi itu yang datang,,?" tanya Bella


"Cindy aja mba, yang buka,,?" jawab Cindy


Cindy kedepan membuka pintu.


"haloooo sayang ku,,,!!!" ucap Adrian senang


"ya ampun ternyata kamu,, kirain siapa,,?!" jawab Cindy


"kamu gak seneng aku datang,, emang kamu mau siapa yang datang,,?!" tanya Adrian


"yah, aku pikir itu yang datang,,," belum selesai Cindy menjawab sudah lebih dulu dipotong oleh Adrian.


"jangan bilang kamu ngarepin Baim yang dateng ya,,!" potong Adrian


"emang iya,,,!!" jawab Cindy santai


"HAH,,, kamu lebih seneng Baim yang datang dari pada aku,,,?!" ucap Adrian emosi


Tak lama Bella yang mendengar ribut-ribut diluar segera datang menghampiri.


"ada apa sih,, kedengaran tau dari dalam..!" tanya Bella


"Cindy lebih suka Baim yang datang daripada aku coba itu Bella, gimana aku gak kesel,,!!" jawab Adrian


"bukan gitu maksudnya Cindy,, dia pengen Baim yang datang itu karena barusan aja tunangan nya Baim datang kesini, dan minta tolong Cindy agar bisa membujuk Baim pulang ke Jerman,,begitu,!!" jelas Bella


"ooohh,, kenapa kamu gak bilang dari tadi sih Cindy sayang,,,!" ucap Adrian


"au ah,,,!!! gimana mau jelasin belum juga ngomong udah dipotong duluan omongan aku..!" jawab Cindy


"sudah-sudah ayooo masuk,, kamu sudah makan belum Adrian,,?" tanya nenek

__ADS_1


"sudah nek,, Ayu mana,,? aku tadi liat cake ini inget Ayu,,!" tanya Adrian


"Ayu lagi tidur,, sini biar nenek masukan kulkas saja,,!" jawab nenek


Bella mengambil dan memberikan kepada nenek.


"oiya Bella,, tinggal 2 Minggu lagi ya hari pernikahan mu..? apa semua sudah siap,,?" tanya Adrian


"iya gak terasa cepat sekali waktu berjalan,, Alhamdulillah semua sudah selesai, tinggal berdoa saja semoga acara berjalan lancar nanti..!" ucap Bella


"aamiin,,!" jawab Cindy dan Adrian barengan


"wedeh,,, kompak nih,, cocok dah,,!" ucap Bella


"iya emang aku itu jodoh yang Allah kirim untuk Cindy, cuma Cindy nya aja jual mahal, udah aku lama menunggu eh sekarang suruh nunggu lagi..!" jawab Adrian


"ya udah sih, kalau memang gak mau nunggu aku lagi, cari aja pacar kamu itu, siapa tuh Susan kalo gak Stella,, ngapain juga kamu tetep nunggu aku..!" jawab Cindy


"siapa kamu bilang Stella iiihh ogah dia ternyata pemakai narkoba,, dan siapa tadi Susan aku senang akhirnya dia sudah bisa melupakan aku dan bertunangan dengan laki-laki pilihan nya sendiri,,!" jawab Adrian


"aahh syukurlah akhir nya, kamu terbebas juga ya dari mereka ha-ha-ha,,!" Bella tertawa


"tuh Cindy, kamu gak mau terima aja cinta nya Adrian,,?" tanya Bella


"aku kan belum sukses mba,, aku belum jadi horang kaya tau,,,!!" jawab Cindy


"udah biarin aja,, mungkin dia seneng pengen liat keseriusan aku kali Bella,,!" jawab Adrian


"emang kamu udah siap kalau kehilangan Adrian lagi untuk kedua kalinya,,?" tanya Bella


"akh,,, ya bukan gitu juga mba maksud aku, aku kan baru bertemu Adrian lagi setelah kami sama-sama dewasa, belum lagi selama pertemuan itu aku tau dia selalu dikelilingi wanita cantik, jadi daripada aku yang makan hati, biarin aja kalau dia mau nunggu aku silahkan, kalau gak juga terserah,,!" jawab Cindy


"tuh denger kan Ian,, itu alasan Cindy,, kamu sabar aja ya,,!" ucap Bella


"iya tenang aja aku pasti sabar ko nunggu sampai Cindy jadi horang kaya,," jawab Adrian


"oiya, Bella apa kamu sudah mengajarkan Cindy apa saja nanti tugas nya saat menjadi sekertaris ku nanti,,?" tanya Adrian


" sedikit-sedikit sudah ku beri tahu, tapi selebihnya kan nanti lebih mudah sambil berjalan,,!" jawab Bella


"yang penting basic nya Cindy sudah tau dulu,,!" ucap Bella lagi


Setelah mereka puas berbincang-bincang hingga waktu mendekati sore, Adrian pun undur diri.


"sudah sore,, gak kerasa cepet banget ya, aku pamit pulang ya,,!" ucap Adrian


"oke,, hati-hati dijalan ya,,!" jawab Bella dan Cindy bersamaan.


****

__ADS_1


Ternyata dikediaman Leon telah terjadi kehebohan yang disebabkan Imelda, semua panik karena Imelda tiba-tiba terpeleset saat keluar dari kamar mandi. Leon yang sedang bersantai di sofa di kamarnya kaget, mendengar suara jatuh dan suara terbentur lantai.


"Astaga Imelda,,,bangun Imelda,,!!!" teriak Leon panik sambil mengguncang pundak istrinya.


Segera membopong istrinya turun, kebawah. Bibi yang melihat kaget,,


"Nyonya kenapa tuan,,!?" tanya bibi


"jaga rumah Bi, saya akan membawa Imelda kerumah sakit,,,Bu segera telepon dokter Rizal,bilang saya sedang menuju rumah sakit, Imelda pingsan,!" ucap Leon


"baik tuan,, segera saya telepon,,!" jawab bibi


Bibi pun segera menuju meja telepon, membuka buku telepon dan menekan nomor Hp Dokter Rizal.


"haloo, dokter Rizal, ini bibi, sekarang tuan Leon sedang menuju rumah sakit, Nyonya Imelda pingsan.terimakasih dokter.!" ucap bibi


Leon membuka kursi depan penumpang,mendudukkan Imelda dan memakaikan sabuk pengaman. Dia langsung masuk di bangku kemudi. Menjalankan mobilnya dengan kecepatan agak sedikit tinggi menuju rumah sakit.


Sampai dirumah sakit, perawat yang sudah mendapatkan info dari dokter Rizal, segera menunggu dipintu depan rumah sakit dengan brankar yang sudah siap. Tak lama mobil Leon pun tiba di depan pintu rumah sakit, keluar dan membuka pintu penumpang, agar perawat bisa membopong tubuh istrinya.


Imelda dibawa keruang IGD,Leon yang telah memarkirkan mobil nya langsung kebagian pendaftaran, untuk memesan kamar. Sekembalinya dari pendaftaran dia pun duduk didepan ruang IGD.


Bertepatan saat Leon melamun Hp nya berdering.


"haloo mah,, ada apa,,?" tanya Leon


Leon memang sengaja selama ini tidak memberitahukan orang tua Leon tentang penyakit Imelda.


"mama dirumah kamu, kata bibi kamu kerumah sakit, Imelda pingsan kenapa,,? rumah sakit mana biar mama dan papa kesana,,!" tanya mama Leon


" mama dirumah aja,, gak pa pa ko mah, cuma kepeleset aja ko, gak perlu khawatir mah,,!" ucap Leon


" kalau gak ada yang perlu dikhawatirkan, kenapa kamu gugup, apa nama rumah sakit nya,,?" tanya mama Leon


"rumah sakit Harapan Kita,!!" jawab Leon terpaksa


Leon masih duduk, setelah telepon diputus oleh mamanya. Setengah jam kemudian mama dan papa nya sudah sampai di depan rumah sakit, segera mencari tempat parkir. lalu berjalan menuju resepsionis.


"mba, pasien atas nama Imelda dikamar apa ya?" tanya mama Leon


"oh Bu Imelda,baru saja masuk dan masih ada di IGD Bu,,!" jawab bagian resepsionis


"oh, terimakasih mba,, ayo pah,,!!" jawab mama Leon


Mereka segera menuju ruangan IGD, dari kejauhan tampak Leon duduk sendiri.


"Leon,,!!" panggil mama


"mama, papa,,!" jawab Leon

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan itu.


__ADS_2