Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.81 Pertemuan setelah 21 tahun


__ADS_3

****


"ayo pak jadi kan nengok Bu Imelda,,?" tanya Bella


" iya ayoo, Alex ayo kita kerumah sakit,,!" ucap Adrian


Mereka segera turun kebawah, lalu menuju mobil yang sudah disiapkan Alex lebih dulu, mobil pun berjalan keluar kantor menuju rumah sakit.


"kamarnya masih sama seperti yang waktu itu apa sudah ganti,,?" tanya Adrian


" kata Cindy sih masih sama,!" jawab Bella


Tak sampai 25 menit mobil mereka tiba di rumah sakit, Alex mencari tempat parkir, dan mereka segera turun menuju resepsionis.


" mba, saya mau menjenguk Bu Imelda,,!" kata Bella


" iya mba Bu Imelda dikamar VIP nomor.3" jawab si mba nya


Mereka segera berjalan menuju kamar VIP.


****


" Leon, apa kamu yakin membawa ku menemui istrimu,,?" tanya Windy


" iya, kamu harus yakin padaku, jangan membantah dan menolak, dan jangan coba-coba kabur dari ku..!" jawab Leon


Mobil sudah keluar Tol, masih bergerak menuju rumah sakit.


" istrimu sakit apa, kalau boleh aku tahu,,?" tanya Windy


" dari kami menikah, 6 bulan kemudian istriku harus merelakan rahimnya diangkat karena terdapat kista dirahimnya, kemudian belum lama ini istriku masuk rumah sakit dan hasil diagnosa lab menderita meningitis yang menyerang kepalanya, lalu dua hari yang lalu dapat diagnosa baru kalau istri ku menderita autoimun yang menyerang otot syaraf nya.. aku sungguh kasian dengan nya,,!" ucap Leon


" aku turun prihatin dengan sakit istrimu,," jawab Windy


Mobil pun memasuki parkiran rumah sakit, mencari tempat kosong, dan mereka segera turun kemudian langsung menuju kamar rawat Imelda.


****


Tok,Tok,Tok,,!!


Pintu kamar terbuka, melihat Imelda sedang makan disuapi Cindy.


" mba Bella,,!" ucap Cindy senang dan memeluk Bella


" aku juga mau dong dipeluk kaya Bella tadi,,!" kata Adrian yang siap dengan tangan terbuka


" yeeee,, apaan sih malu noh sama Bu Imelda.!" jawab Cindy

__ADS_1


" gimana Bu, kondisi nya,,?" tanya Adrian


" yah, begini lah nak Adrian, ibu sudah tidak bisa melakukan aktivitas tanpa bantuan seseorang..!" ucap Imelda


" yang penting ibu jangan patah semangat ya,,!" ucap Adrian


Sedang serunya mereka bercerita, pintu kembali di ketuk


Tok,Tok,Tok,,!!!


Pintu terbuka dan masuklah Leon, tanpa Windy karena Windy masih ragu jadi dia menunggu didepan pintu saja dulu.


" wah ramai sekali hari ini,,!" ucap Leon


" selamat siang pak Leon,,!" jawab Adrian


Bella dan Alex menunduk kan kepala.


" oiya aku mau mengenal kan kalian dengan seseorang,,!" ucap Leon menengok kebelakang tapi kosong


" lah, malah gak ikut masuk,, sebentar ya seperti nya masih gugup,.!" ucap Leon sambil berjalan kedepan menghampiri Windy


" ayoo, masuk kenapa malah diam disini,,!" tanya Leon menggandeng tangan Windy


Begitu Leon dan Windy masuk kedalam,,


" loh, mama,, ko bisa,,?? ngapain mama disini,,? ini kenapa bisa sama pak Leon,,?" cecar Cindy


" Tante Windy, ko kenal dengan pak Leon sih,,?" tanya Adrian kaget juga


Bella yang masih bingung dengan situasi ini, hanya melihat dan diam.


" Adrian, jadi kamu kenal juga dengan Windy,, kenapa gak kasih tau saya,,!" ucap Leon


" maksudnya apa sih,, Adrian masih gak ngerti deh, Adrian memang kenal sama Tante Windy, dulu waktu mereka ngontrak didepan rumah Oma, waktu itu Cindy masih kecil.." jawab Adrian


Cindy yang terpaku, mencoba mencerna apa yang dilihat nya, juga genggaman tangan pak Leon kepada mama, seperti mengisyaratkan bahwa pak Leon tak ingin kehilangan mama.


"apa jangan-jangan pak Leon itu papa ku,,?" batin Cindy


Cindy kembali melihat kearah Bu Imelda, tak ada kesedihan diwajahnya walaupun melihat suaminya memegang tangan wanita lain, malah dia tersenyum. apa maksudnya,,?


" maaf,, kalau kedatangan saya membuat suasana jadi tidak nyaman,,!" ucap Windy


" tidak sama sekali tidak,, malah saya bersyukur akhirnya saya bisa bertemu dengan mama nya Cindy, gadis manis yang sudah saya anggap anak sendiri..!" jawab Imelda


Semua menoleh kearah Imelda karena tak menyangka Imelda akan berbesar hati melihat kejadian ini.

__ADS_1


" tapi ini saya masih bingung deh, ko pak Leon bisa kenal Tante Windy,,?" tanya Adrian


Leon dan Windy saling berpandangan, bingung harus mulai dari mana mereka menjelaskan, sampai akhirnya Imelda lagi yang memberi kejutan.


" jadi Windy ini adalah wanita yang sudah lama pergi dari Leon tanpa kabar sejak 21 tahun yang lalu, dengan membawa Cindy dirahimnya. jadi dengan kata lain Cindy ini adalah anak kandung Leon,," ucap Imelda


Semua kaget mendengar Imelda bisa dengan santai menjelaskan masalah rahasia itu, tanpa sedih, tanpa beban.


" sayang, jadi kamu tau soal Cindy dan Windy ini,, kamu tau tentang masa lalu ku,,?" tanya Leon menghampiri ranjang Imelda bersama Windy


" sebelumnya aku tidak tahu, tapi sejak Cindy menceritakan kehidupan nya, yang dia bilang tidak tahu siapa papa nya, dari situ aku berniat membantu mencari siapa papa nya Cindy, sampai aku menyuruh orang mencari tahu tentang Cindy dan keluarga nya, sampai menemukan sesuatu yang juga membuat ku terkejut, yaitu cerita tentang mama nya Cindy, bagaimana dia hamil, diusir, hingga berjuang melahirkan, membesarkan Cindy seorang diri, juga bahwa laki-laki yang juga papa Cindy itu adalah suamiku sendiri..!" ucap Imelda


" tapi sebelum aku tahu kebenaran nya, memang sekilas jika aku melihat Cindy, seperti melihat bayang wajah mu, sayang,, dari situ aku mulai menduga-duga..!" kata Imelda lagi


" apa kamu sedih,,,?" tanya Leon


" apa kamu lihat aku menangis,,,?" tanya Imelda


" aku justru bahagia, akhirnya kamu bisa menemukan wanita yang selama ini kamu cari,, aku tidak sedih, aku sayang dengan Cindy, aku hanya berharap kalian jangan meninggalkan aku sendirian, itu saja.!" ucap Imelda


Windy, memeluk Imelda dan menangis begitu pun Cindy, Leon, serta Bella, yang dari tadi mendengar kisah cinta dan perjalanan mereka.


" Cindy janji Bu,, Cindy gak akan meninggalkan ibu, Cindy juga sayang sama ibu Imelda,,!" ucap Cindy disela Isak tangisnya.


" Imelda, maaf kan aku datang dan mengusik kehidupan mu dan Leon, aku tidak bermaksud untuk,,,!" ucap Windy


" ssttt tak perlu minta maaf, kamu dan Cindy berhak untuk mendapatkan kebahagiaan yang lengkap dengan adanya suami juga papa.!" jawab Imelda memotong ucapan Windy


Kedua wanita itu pun berpelukan hangat, tak ada kebencian atau pun bersaing yang dirasa hanya pertemanan.


" Horreeeee,,,,!!!!!" seru Adrian


Semua menengok kearah Adrian, menatap heran.


" Wooiii,,, kenapa jadi hore emang ada yang menang undian apa,,?!" tanya Cindy


" iya Adrian, kamu sepertinya senang sekali,,?" tanya Leon


" bagaimana gak seneng dia pak,, soalnya kan Cindy dah ketauan anak kandung pak Leon, dan udah jadi orang kaya juga, jadi Adrian seperti nya bakal nembak Cindy lagi itu pak,,!" jawab Bella


" Ha-ha-ha,,,!! nembak Cindy lagi, memang nya sebelumnya pernah nembak Cindy,,?" tanya Leon


" iya sayang,, Adrian pernah nembak Cindy, tapi ditolak dengan alasan Cindy baru mau jawab kalau Cindy sudah kaya he-he-he,,! jawab Imelda


" ya ampun Cindy,, kamu ada-ada aja deh, tapi ini ngomong- ngomong apa kamu gak mau peluk papa mu ini,,?!" tanya Leon


Cindy pun tanpa ragu berjalan kearah Leon dan memeluk nya,,

__ADS_1


" welcome back papa,,,!" ucap Cindy


Disambut tepuk tangan meriah dari semuanya.


__ADS_2