
Setelah kejadian Stella memamerkan Handoko di depan publik, Handoko sudah jarang pulang sekalinya dia pulang isi nya hanya pertengkaran. Sampai pada hari itu Handoko pulang dengan membawa pelakor itu yang tidak lain adalah Stella.
"wah ini rumah kamu sayang,,?" tanya Stella
"ini nanti juga akan jadi rumah kamu sayang,!"
"benarkah,,?"
"ya, dua bulan lagi setelah kita menikah kamu juga akan tinggal disini bersama Susan.!"
"sayang kalau Susan tak suka dengan ku bagaimana,,?"
"aku sudah memberitahu dia untuk bersikap baik dengan mu, jadi kamu tenang aja.
"baiklah,,!"
Mereka masuk kedalam rumah, Susan sedang duduk menonton tv melihat kedatangan pasangan yang selalu buat dia ingin marah.
sabar Susan kamu gak boleh bersikap anarkis didepan Stella, dia sedang berada diatas angin jadi biarakan saja dia terbang dengan sayap nya, kalau dia sudah terlena baru kamu patahkan sayap nya agar dia jatuh " pikiran jahat Susan terus
"sayang, kamu baru pulang,,?" Susan berusaha bersikap biasa
"iya, apakan makan malam sudah siap,,?"
"pasti nya sudah dong, kamu bisa mandi dulu, biar makanan dipanaskan sebentar.!" jawab Susan
"Stella sayang, kamu kalau mau bersih-bersih bisa pakai kamar tamu ya. baru nanti kita makan malam bersama,!" kata Handoko
"Susan, antarkan Stella ke kamar tamu, mulai hari ini dia akan tinggal disini, karena dua bulan lagi kita akan menikah,,!"
Susan agak sedikit kaget, tapi dia berusaha bersikap se netral mungkin agar tidak ada yang curiga.
"oke sayang kamu tenang aja,!"
"ayo aku antar ke kamar tamu,!" Susan berjalan diikuti Stella
"gak nyangka ya kita bakal tinggal seatap he-he-he,,!" ejek Stella
__ADS_1
"Heh,, kamu jangan seneng dulu, kamu bukan siapa-siapa, Handoko hanya membutuhkan mu agar bisa melahirkan anaknya, jadi gak usah berlagak sebagi Nyonya disini.!" jawab Susan santai
"kamu tau gak sih, dengan kamu bicara begitu, kamu itu udah ngingetin aku karena kamu yang gak bisa hamil, jadi kalau aku punya anak kamu tau apa,semua perhatian Handoko berikut harta kekayaan nya otomatis akan jadi milik anakku, sedangkan kamu,, hanya seonggok debu,!" sindir Stella
Susan mulai agak terpancing mendengar ucapan Stella, tapi dia gak mau Handoko marah dan benci padanya malah semakin memanjakan Stella, "tahan Susan tahan emosi kamu kamu harus bermain cantik oke,,!" batin Susan
"terserah kamu mau ngomong apa, aku gak peduli, yang jelas statusku disini tetap istri pertama kamu hanya istri kedua, jadi jangan sombong, silahkan masuk!" jawab Susan
"kamu pernah dengar gak kalau istri kedua itu biasanya lebih pintar mengelabuhi suami untuk menjatuhkan istri pertama,, dan aku akan mencoba mempraktekkan nya he-he-he,,!" balas Stella sambil berjalan masuk kekamar dan menutup pintu nya.
Susan tak menghiraukan ucapan Stella dan pergi. Susan faham jika dia tidak mengiyakan kemauan Handoko dia akan percuma gak akan mendapatkan apa-apa.
Susan hanya membiarkan Stella bermanis manja dengan Handoko, karena Susan sendiri sudah punya rencana untuk membuat Stella gak betah dan gk nyaman tinggal dirumah dan akhirnya keluar.
Meskipun istri sah Handoko keadaan Susan tidak jauh lebih baik, mulai dari menikah bukan karena cinta, keluarga nya bangkrut, ditambah saat dia dinyatakan tidak bisa memiliki anak membuat Handoko mulai bersikap acuh padanya. Sampai Susan mendirikan Sus Enterprise sebagai pegangan dirinya jika Handoko menceraikan nya.
*****
Kenyataan nya hari ini adalah Sabtu hari dimana acara pernikahan Stella berlangsung. Caca yang sedari pagi sudah bangun dan kini menikmati kopi Moccha latte kesukaannya sambil melamun memikirkan akan datang ke acara itu dengan Alex, hingga membuat nya sulit tidur.
Ting Tong
Caca menerima nya "oke terimakasih,!" lalu menutup pintu nya.
"ini mah mau gak mau aku harus datang,, kado udah ditangan, dijemput Alex pula, pakai baju apa lagi,,?" gumam Caca bingung
Dreettt Dreettt Hp Caca berbunyi.
Alex,,!!
"ya ada apa Lex,,?!"
"nanti aku jemput ya, mau berangkat jam berapa, acaranya mulai siang?"
"sore aja lah,!"
"oke jam 5 aku jemput ya,,!"
__ADS_1
Tut telepon pun terputus.
**
Sorenya Caca kembali bingung melihat isi lemari yang hanya ada satu gaun, dipakainya gaun itu sambil menatap cermin dan tersenyum memoleskan make up tipis ke wajahnya, menguncir rambut nya seperti ekor kuda.
Ting Tong
Caca melihat jam belum ada jam 5, berjalan membuka pintu berdiri seorang pria dengan setelan jas dan rambutnya yang klimis ditata serapih mungkin membuat nya terlihat tampan. "astaga ini siapa Alex kan, ko beda banget sih abis operasi plastik dimana dia kenapa jadi cakep gini sih,,!" batin Caca
"woi, ko bengong kenapa aku cakep ya,,?" ucap Alex narsis
Caca hanya memutarkan bibirnya. Alex pun memperhatikan Caca.
"gak nyangka ya kamu kalau pakai pakaian perempuan cantik juga, lebih cantik lagi kalau gak pake jutek,!" ucapan Alex memuji dan mencela jadi satu
"apaan sih gak usah ngeledek mood ku lagi gak bagus hari ini, mending kita pergi sekarang, biar cepat selesai tugas ku.!" jawab Caca
Caca menyerahkan kado kepada Alex dan berjalan mendului Alex.
Mereka sampai ditempat acara, Stella yang melihat Alex mencari Adrian.
"sayang aku menyapa teman ku dulu ya,,!" ucap Stella berjalan menghampiri Alex
"kalian datang mana Adrian,,?"
"haduh, ni perempuan gak ngaca apa gimana sih, udah punya suami masih aja nanyain suami orang lain,,!" ejek Caca
"gue gak ngomong sama Lo,,!" jawab Stella
"kalau gak ngomong sama gue, kenapa Lo jawab ejekan gue, nyadar ya issshh ish,,!" balas Caca
"Adrian dan Cindy gak minat datang ke acara Lo, jadi dia nyuruh kita gantiin, selamat ya, semoga setelah ini Lo bisa sadar dan insyaf,,!" ucap Alex
"kalau kalian gak suka, kalian bisa pergi, gue juga gak ngundang kalian ko.!" jawab Stella
"jangan kuatir, kita juga kesini cuma mau setor muka aja ko mewakili bos kami.!" balas Caca lalu pergi meninggalkan Stella diikuti Alex
__ADS_1
Alex yang dari tadi melihat kearah pengantin pria dia kenal itu Handoko, pernah jadi rekan bisnis keluarga Bastian sama kotor nya bisnis nya dengan Bastian.
Alex berlari keluar mengejar Caca.