
Sorenya Adrian sudah kembali.
Tok Tok Tokk
Cindy yang sudah mandi berganti piyama melihat jam, "seperti nya itu Adrian deh!" gumam Cindy
Keluar kamar menuju pintu depan mengintip di jendela dan benar lalu dibuka pintu nya.
"lama amat sih sayang buka pintu nya,?!" tanya Adrian
"tadi lagi pakai baju dulu,!"
Mereka berjalan masuk "gimana hari ini,?" Adrian bertanya karena di kantor dia tidak sempat melihat CCTV rumahnya, dia sibuk meeting dari pagi sampai siang dan bertemu klien hingga sore.
"hari ini aku baik-baik aja, makan salad nonton tv, tiduran, udah!" jawab Cindy
"gak ada kejadian aneh kan,?"
"gak ada,! ya udah kamu mandi dulu ya, aku tunggu bawah,!" Adrian naik keatas untuk bersih-bersih.
Cindy kembali menonton tv, ditemani sepiring brownies dan segelas jus mangga.
"sayang, kamu masak apa untuk makan malam,,?" tanya Adrian begitu tiba di bawah duduk disamping istrinya.
"belum masak, kamu mau makan apa. karena kebetulan bahan makanan kita habis sayur segala, tinggal yang tadi pagi aku masak itu, mau makan ayam atau ikan bakar lagi?!"
"kita makan diluar aja gimana,?"
"boleh aku pengen makan seafood deh,!"
"ya udah kamu ganti pakaian, kita berangkat sekarang karena kita sekalian belanja bahan makanan juga ya,!"
"oke,,!" Cindy berdiri dan berjalan ke kamar tamu yang dibawah. Berganti pakaian tak lama dia sudah siap, mereka berjalan keluar Adrian mengunci pintu memasuki mobil dan pergi ke Mall.
Setibanya di Mall mereka belanja segala kebutuhan dapur dan mengantri di kasir. Kemudian mereka berjalan masuk ke restoran seafood, dari kejauhan seorang wanita melihat mereka dan mengikutinya.
Adrian dan Cindy sudah duduk tak lama muncullah wanita yang dari tadi mengikuti mereka dan juga ikut bergabung di meja mereka.
__ADS_1
"Hei,, siapa yang ngijinin Lo duduk di sini.?!" ucap Adrian ketus
"gak ada, kenapa juga aku harus minta ijin kalau mau duduk dekat kamu,!" jawab Stella manja
Adrian sudah ingin membalas tapi "sayang udah gak usah diladenin ya,!" ucap Cindy
Pelayan datang mengantarkan pesanan mereka "oiya mas maaf semua makanan ini akan dibayar oleh ibu ini ya, kebetulan saya dan suami saya ada urusan mendadak. permisi!" kata Cindy sambil menunjuk Stella
Cindy menarik tangan Adrian, dan Adrian pun segera mendorong troli belanja pergi meninggalkan tempat itu. Stella yang tak menyangka hanya bisa bengong dan berdiri "maaf Bu, ibu gak bisa keluar sebelum membayar semua makanan ini.!" ucap pelayan
"enak aja, saya gak pesan yang pesan mereka kenapa saya yang harus bayar. gak mau awas saya mau pergi,,!" teriak Stella
"security,,,!!!!" teriak pelayan
Security datang "ada apa,,!"
"ibu ini tidak mau membayar makanan ini pak,!" ucap pelayan
"wah kurang ajar Lo, gue gak pesen makanan ini, gue mau pergi. gue bisa laporin kalian ya,,!" ancam Stella
Stella benar-benar kesal merasa dikerjai Cindy, dengan terpaksa dia mengeluarkan dompetnya mengeluarkan kartu kredit. Pelayan menerima dan menyuruh pelayan lain membungkus makanan nya. Tak lama pelayan kembali dengan kartu dan bill ditangan.
Stella langsung pergi tanpa menunggu makanan yang dibungkus itu datang. "sialan banget gue dikerjain, awas Lo Cindy mau main-main sama gue ya..!" gumam Stella
Sementara Cindy dan Adrian sudah ada di restoran seafood lainnya sambil tertawa puas "sayang ko bisa sih kepikiran ngerjain Stella,,?"
"aku malas harus liat dia sok manja mesra sama kamu, bisa bikin emosiku naik daripada aku emosi gak jelas gara-gara dia nanti malah bikin perut aku gak nyaman mending aku ngalah aja deh pergi dari dia.!" jawab Cindy
"iya sih, aku aja baru liat dia duduk emosi udah naik, tapi aku gak kebayang deh Stella yang harus bayar makanan yang kita pesen, kamu sengaja kan.?!"
"iya lah, pas banget dia datang gak lama pelayan datang jadi sekalian aja.!"
Mereka masih tertawa bersama.
****
Stella kembali pulang dengan perasaan kesal dan marah, sampai dirumah melihat Handoko duduk bersebelahan dengan Susan.
__ADS_1
"sayang kamu dari mana,?" tanya Handoko
"bukan urusan kamu,!" jawab Stella ketus dan masuk kekamar. dia lupa Handoko paling benci dibentak wanita.
Wajah Handoko sudah mulai berubah tapi ditenangkan oleh Susan.
"mas jangan terpancing emosi, maklum Stella jawab ketus karena dia sedang hamil jadi emosi nya gak stabil.!" ucap Susan
Tak lama Stella keluar "mas, uang ku habis aku mau beli baju, baju dilemari sudah kecil,!"
"uang lagi,, baru kemarin aku kasih kamu uang tiap hari selalu minta uang terus kerjaan kamu.!" jawab Handoko marah
"Stella mending kamu istirahat tenangin diri kamu, jangan buat masalah baru.!" balas Susan
"ya udah kalau kamu gak mau kasih aku uang, kamu harus bantu aku mas. bantu aku balas dendam kepada Adrian terutama kepada istrinya.!" ucap Stella
"kalau soal itu kamu tenang aja, aku sudah memikirkan cara untuk mengajaknya kerjasama dan aku yakin dia pasti akan setuju.!" jawab Handoko
Stella duduk disamping Handoko, sehingga mau gak mau Handoko bergeser dan Susan pun terpaksa berdiri.
"San, aku minta tolong buatkan aku jus buah.!" ucap Stella
"sebentar ya, Bi,,,!!!" teriak Susan
"hei,,!! aku gak mau buatan bibi, aku mau kamu yang buatkan aku jus!" jawab Stella
Stella sengaja didepan Handoko dia ber aku kamu dengan Susan agar terlihat akrab, padahal kenyataannya itu hanya trik jika Stella ingin Susan melakukan sesuatu untuk dirinya.
"tapi kan ada bibi, aku bukan pembantu disini.!" jawab Susan
"sayang Susan gak mau bikinin aku jus, padahal anak kamu pengen jus nih.!" rengek Stella
"sudah lah Susan, buatkan saja hanya segelas jus apa susah nya,!" balas Handoko
Sebenarnya Susan sudah paham dengan niat jahat Stella, tapi Susan hanya memendam perasaan kesal dan mencoba ikhlas dia pun menuruti apa yang Stella inginkan hanya di depan Handoko.
Susan pergi ke dapur.
__ADS_1