Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.83 Menerima


__ADS_3

Mobil pun berjalan memasuki perumahan mewah, terlihat dari berjejer nya rumah dengan rapi. Mobil memasuki halaman rumah setelah gerbang dibuka.


Mereka pun turun dan berjalan masuk kedalam rumah, dengan Leon yang masih menggandeng tangan Windy, diikuti oleh Cindy dibelakang mereka.


Tiba didepan pintu masuk, Leon mengetuk pintu.


Tok,Tok,Tok,,!!


Tak lama pintu terbuka nampak wajah bibi pengurus rumah tangga disana.


" silahkan masuk den, bapak sama ibu ada gazebo dibelakang.!" ucap bibi


Leon pun mengajak Windy dan Cindy menuju ke gazebo belakang.


" hai mah, pah,,,!" sapa Leon


" Leon, tumben kesini,, eh itu kamu bawa siapa,,?" tanya mama


Leon bersama dua wanita yang berjalan bersama nya, telat berdiri dihadapan mama dan papa dengan wajah penasaran.


" mah, pah, coba kalian perhatikan baik-baik wajah gadis manis ini,,,!" ucap Leon


mama dan papa pun memperhatikan wajah Cindy bergantian ke Leon dan Windy, dan mereka pun berfikir sama, bahwa ada kemiripan dari wajah Leon dan Windy di wajah Cindy. Mama nya langsung terbayang kisah 21 tahun yang lalu, dimana saat Leon hendak dijodohkan dengan Imelda, sempat menolak dengan alasan Leon akan mencari Windy, jika tidak berhasil Leon akan menerima perjodohan mama nya.


" apa jangan-jangan ini Windy, wanita yang dulu tidak berhasil kamu temukan.. dan apakah gadis ini anak kalian, karena wajah kalian ada diantara wajah gadis ini,,?!" tanya mama


" iya mama tepat sekali, aku telah berhasil menemukan Windy dan gadis yang selama ini bekerja dengan ku dan merawat Imelda adalah anakku mah, pah,,!" jawab Leon


" ya Tuhan,,, jadi ini cucu opa,,!" ucap papa


" kenapa dulu kamu malah pergi meninggalkan Leon, Windy,,? bagaimana kamu menjalani hidupmu selama ini,,?!" tanya mama


" maaf saya sebelumnya pak, Bu, dulu saya hanya takut dan tidak ingin menambah masalah lagi. walaupun dengan kepergian saya ternyata juga membawa masalah di kelurga saya, sampai akhirnya saya hidup mandiri sendiri karena saya malah diusir oleh orang tua saya. Alhamdulillah nya saya bertemu dengan orang-orang baik, selama saya hamil dan melahirkan. Selama itu pula tidak pernah ada satu laki-laki pun yang berhasil menarik perhatian saya, karena entah kenapa tanpa saya sadari hati saya sudah dibawa oleh Leon.." jawab Windy


Mama Leon langsung memeluk Windy,,


" sudahlah tidak perlu dipikirkan lagi, yang penting kalian sudah bertemu dan mengetahui satu sama lain, papa turun senang mendengar nya..!" jawab papa


" kalau begitu, apakah kalian ingin meresmikan hubungan kalian dengan ikatan pernikahan,,?!" tanya mama


" itu pasti mah,, tapi nanti kita bicarakan hal ini setelah pernikahan sekertaris Adrian menikah nanti.." jawab Leon

__ADS_1


" lalu apakah kamu akan menceraikan Imelda,,?" tanya mama


" tidak mah, Imelda tetap akan menjadi istri Leon, mama juga tau kan Imelda tidak memiliki siapapun setelah kepergian kedua orang tua nya. apalagi dia sedang sakit parah mah, Imelda pun bahagia melihat ku menemukan Windy kembali mah, jadi akan sangat egois jika aku mencerikan nya..!" jawab Leon


" iya nak, papa setuju dengan pikiran mu, apakah Windy dan Cindy keberatan,,?" ucap papa


" kami juga sangat menyayangi Imelda, beliau juga sudah baik dengan Cindy, kami akan membantu merawat Imelda..!" jawab Windy


" sebelum terimakasih bapak dan ibu, bisa menerima saya dan anak saya.." ucap Windy


" kami sangat senang bisa melihat Leon bahagia,,!" jawab mama


" Leon sebaiknya kamu urus surat keterangan berkas Cindy dengan mencantumkan nama my sebagai ayah biologisnya, dengan Cindy melakukan beberapa tes DNA, apa kamu keberatan Cindy,, ?" tanya papa


Cindy menatap ke mama nya, dan mama nya menggangguk.


" oke pak,, kapan Cindy harus melakukan tes DNA, dengan pak Leon juga kan, biar semua nya transparan.. !" jawab Cindy


" secepatnya, kalian kan akan kembali kerumah sakit, sekarang saja, mumpung Leon juga sedang tidak kerja.!" jawab papa


" dan mulai hari ini Windy kamu panggil kami sama seperti Leon memanggil kami, dan untuk Cindy kamu mau kan memanggil kami dengan sebutan Oma dan Opa,,?!" kata mama


" baiklah kalau begitu,,!" jawab Cindy


Mereka kembali pergi menuju rumah sakit, untuk menjaga Imelda dan melakukan tes DNA tentunya.


****


Dirumah sakit Imelda yang sudah bangun dari tidur nya, melihat bibi disamping ranjang nya.


" bibi, ko ada disini,,?!" tanya Imelda


" iya Nyonya, sudah bangun, tadi tuan menyuruh bibi datang kesini untuk menemani Nyonya, karena sepertinya tuan pergi bersama neng Cindy dan mama nya neng Cindy,,!" jawab bibi


" bi, akhirnya aku merasa tenang sekarang melihat Leon, bisa menemukan wanita yang dulu pernah dia cari,,!" ucap Imelda


" apakah Nyonya tidak apa-apa,,, dengan keadaan seperti ini,,?" tanya bibi


" tidak bi, justru aku merasa senang, aku gak boleh Egois bi, disaat aku sudah tidak bisa melakukan tugasku sebagai seorang istri lagi nantinya, aku akan serakah jika tidak memikirkan kebahagiaan Leon bi,,!" jawab Imelda


" Nyonya jangan bicara seperti itu, Nyonya pasti akan sembuh ko, Nyonya harus yakin dan semangat untuk sembuh,,!" ucap bibi

__ADS_1


" aku tau bi, apa yang aku alami ini sudah kehendak Allah, dan mungkin dengan cara seperti ini Allah menghapus dosa-dosa ku sebelumnya, hanya ini yang bisa aku lakukan, aku tidak boleh Egois, dan harus bisa merelakan Leon menikah dengan wanita yang sudah memberi nya keturunan, demi melihat Leon bahagia, karena aku mencintai nya.." balas Imelda


" semoga mereka nanti juga tidak akan berubah sifat ya ke Nyonya setelah menjadi istri tuan Leon, tapi sih kalau dari yang saya lihat tadi saat berkenalan ibu Windy sama baik nya seperti neng Cindy, dari cara mereka menatap Nyonya seperti nya tulus.." jawab bibi


" iya bi, aku sudah merasakan bagaimana Windy, yang bisa mendidik Cindy jadi seperti sekarang ini, juga karena kebagian hati ibu nya. apalagi sudah 21 tahun mereka tidak mendapatkan dan merasakan ada laki-laki yang melindungi mereka, dan biarkan kini mereka mendapatkan kebahagiaan yang seharusnya mereka dapatkan.." balas Imelda


Tak lama pintu bunyi ketukan dari luar.


Tok Tok Tok !!!


Pintu terbuka, masuklah Windy, tanpa Leon dan Cindy.


" maaf apakah aku mengganggu,,?" tanya Windy


" ah, Windy mari sini tidak menggangu,, sini sini,, aku hanya bertanya kenapa ada bibi disini,,kenapa kamu sendiri,, Leon dan Cindy mana,,?" tanya Imelda


" Leon dan Cindy sedang keruangan dokterp karena mereka akan melakukan tes DNA, sesuai permintaan orang tua Leon," ucap Windy


" jadi kamu sudah bertemu dengan mama dan papa,, apakah mereka bisa menerima mu,,?" tanya Imelda


" entahlah kalau ku lihat dari raut wajah mereka tadi sih sepertinya mereka menerima ku dan Cindy, jadi Cindy diminta melakukan tes DNA agar semuanya jelas.." jawab Windy


" semoga semuanya berjalan lancar ya,,!" balas Imelda


Tak lama kemudian Cindy dan Leon pun masuk keruangan Imelda.


" bagaimana apa hasilnya sudah keluar,,?" tanya Windy


" belum baru besok akan keluar hasilnya,,!" jawab Leon


" oiya mah, nanti malam Cindy ada kuliah ya, ibu Imelda maaf Cindy tidak bisa menemani ibu disini, kalau ibu sama mama gimana,,?" tanya Cindy


" iya sayang, gak pa pa, kamu kuliah saja seperti biasa. biar mama yang menemani Imelda disini.!" jawab mama


" Windy, apa kamu serius mau menemani ku,, senang nya, terimakasih..!" jawab Imelda tulus


" ya udah kalau begitu nanti Cindy papa antar ke kampus ya,, dan besok pagi papa akan urus kuliah kamu jadi jadwal pagi, ngeri ah anak gadis papa kuliah malam-malam..!" jawab papa


" lebai amat sih pah,, kemarin-kemarin juga kan Cindy kuliah memang malam,karena pagi nya harus bekerja, dan akan tetap seperti itu. lagi pula kan nanti setelah mba Bella menikah Cindy kan kerja di kantor Adrian pah, jadi kuliah Cindy tetap malam..!" jawab Cindy


" sayang, Cindy itu memang kalau punya keinginan agak keras, yang penting kita berikan saja keamanan untuk nya,,!" ucap Imelda

__ADS_1


" ya udah kita bahas nanti, tapi malam ini biar papa yang antar kamu, okey!!" tegas papa


" okelah kalau begitu,,!" jawab Cindy


__ADS_2