Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.86 Susan


__ADS_3

Susan diam dengan kepala menunduk, sampai Adrian terpaksa datang mendekati nya dan duduk di sofa berseberangan dengan Susan. Terlihat wajah Susan, agak sedikit sendu, setelah pertemuan terakhir dia dan Susan juga Stella bersamaan dikantor nya dulu dia memang tidak lagi bertemu Susan dan Stella, sampai dia tau dari tv jika Stella tertangkap polisi karena narkoba.


Saat ini Susan datang lagi kekantor nya, Susan teman saat dia kuliah, biasa aja tak ada yang spesial, sampai orang tua mereka menjodohkan mereka.


"Susan, kamu kenapa,?" tanya Adrian


" apa kau tau, kalau aku sebenarnya sudah memiliki kekasih,,?" tanya Susan


" ya aku tahu, tapi aku gak tau siapa kekasih mu, maka dari itu kenapa kamu mau dijodohkan dengan ku,, jelas-jelas kamu sudah punya kekasih, dan aku sama sekali tidak menyukai mu.!" jawab Adrian


" sebenarnya aku juga gak suka sama kamu tau,,!!" jawab Susan


" terus ngapain masih ngejar-ngejar aku,, bikin repot aja..!" jawab Adrian


" kekasihku, hanya laki-laki biasa bukan dari keluarga kaya apalagi terpandang, dia hanya staf karyawan biasa. tapi kami saling mencintai. sampai ternyata orang tua kita bekerjasama bisnis dan beralih ke perjodohan, aku terkejut dan bingung. aku takut jika tidak menuruti kemauan orang tua ku, aku beneran diusir dari keluarga, karena itu ancaman orang tua ku.!" ucap Susan sedih


Adrian diam, mendengar curhatan Susan, ada rasa iba dihati nya karena dia pun tidak mengharapkan perjodohan ini. Adrian agak sedikit lega.


" sekarang aku tanya,, apa kamu siap untuk keluar dari rumah orang tua mu,,? dan memperjuangkan cintamu,,!" tanya Adrian


" aku tak ingin dibenci orang tua ku, apalagi sampai diusir, aku ingin orang tua ku memahami ku dengan pilihan hidupku,!" jawab Susan


" aku saat ini sedang hamil, buah cinta kami, itulah sebabnya aku datang kesini untuk sekedar cerita padamu..!" ucap Susan


" Hah,,!!! kamu hamil,, berapa bulan, ko gak keliatan,?!" tanya Adrian kepo


" iya aku hamil baru 3 Minggu,!" jawab Susan


" ini sih udh gak bisa diperlambat lagi, sekarang gini, ajak kekasih mu, datang kerumah mu, ceritakan semuanya, beri orang tua mu pengertian, jika apa yang kamu pilih ini memang apa yang kamu cintai, dan mohon lah restunya, juga buatlah sedikit penekanan jika dirimu siap dengan kehidupan kedepan nya bersama kekasihmu,,!" ucap Adrian


" sebenarnya kekasihku ingin sekali bertemu dengan orang tua ku tapi aku belum mempertemukan nya karena aku masih takut..tapi setelah ini aku akan mempertemukan mereka, dan aku akan tetap ada dipihak kekasih ku.!" jawab Susan


" karena seburuk-buruk anak, mereka akan tetap mendapat kan maaf dari orang tua.!" jawab Adrian

__ADS_1


" iya,, terimakasih kamu mau meluangkan waktu mu untuk ngobrol dengan ku, maafkan aku jika kemarin membuat mu repot, oiya kalau bisa kau juga jangan sama perempuan yang dulu datang kesini bersama ku, dia perempuan tidak baik.. ya sudah aku pamit ya,,!" jawab Susan


" iya sama-sama, maaf ya tadi aku sempat memprotex diriku. tapi sekarang kita bisa berteman, kalau nanti menikah jangan lupa undang aku ya, nanti aku akan kenalkan siapa gadis yang aku suka,,!" balas Adrian


" doakan aku ya,, semoga orang tua ku bisa menerima calon pilihan ku dan bayi dalam perutku yang juga cucu mereka." jawab Susan


" aamiin,,!" balas Adrian


Susan pergi dari kantor Adrian, dengan perasaan lega, tapi juga masih ada rasa takut. karena tujuan berikutnya adalah bertemu dengan orang tua nya bersama kekasih nya.


" Susan, semoga kamu berhasil meyakinkan orang tua mu." gumam Adrian


****


Susan yang sudah sampai diparkiran mobil kantor Adrian segera masuk kedalam mobil, didalam sudah ada kekasihnya yang bernama Steven menunggunya. mobil pun bergerak melaju menuju rumah Susan.


" sekarang kita bertemu mama dan papa ku, ko kamu terlihat santai sih, aku masih cemas begini..!" ucap Susan


" kenapa harus takut, mama papa mu juga makan nasi kan, lagian aku datang bukan ingin merampok tapi aku hanya ingin menculik anaknya saja he-he-he,,! jawab Steven


" sayang, kamu harus percaya sama aku, aku mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihan mu, kamu mau menerima ku saja itu sudah buat ku senang, apalagi ditambah saat ini kamu mengandung anakku semakin membuat aku mencintaimu, apapun halang rintangan nya akan kita hadapi bersama, oke,,!" ucap Steven sambil menggenggam tangan Susan


Tak lama mobil sampai didepan sebuah gerbang rumah yang besar dengan dua lantai dan pilar besar yang menyangga atas rumah tersebut. Satpam segera membuka gerbang, dan mobil pun masuk kedalam berhenti didepan pintu rumah besar itu.


Susan dan Steven keluar dari dalam mobil dan berjalan bergandengan menuju tangga untuk ke pintu masuk rumah tersebut, mengetuk sebentar.


Pintu dibuka oleh bibi pembantu dirumah itu.


" eh non Susan, masuk non..!" ajak bibi


Mereka masuk dan berjalan kedalam menuju ruang keluarga, karena biasanya mama dan papa nya ada disana, dan benar sekali mereka sedang duduk menatap tv menyala tapi pandangan mereka kosong.


" mah, pah,,!" panggil Susan

__ADS_1


Yang dipanggil pun menoleh kearah suara yang memanggil mereka, tersenyum melihat siapa yang ada dihadapan mereka.


" Susan, sayang kamu pulang nak,,!" ucap mama


Susan menghampiri kedua orang tua nya, memeluknya, menangis bersama.


" kamu kemana aja sayang,tak pulang dan tak memberi kabar juga,,?!" tanya papa


Mereka melepaskan pelukannya, Susan kembali ke Steven, menggandeng dan membawa ke hadapan orang tua nya.


" mah, pah, kenal kan ini kekasih ku Steven, kami berpacaran sudah lama sekali sekitar 2 tahun, dan saat ini aku sedang mengandung buah cinta kami. maafkan Susan mah, pah, tidak mengikuti keinginan mama dan papa,, karena Susan tidak ingin perjodohan dengan Adrian berlanjut mah, Susan memiliki pilihan sendiri..!" ucap Susan


Mama dan papa Susan masih diam, menoleh kearah Steven


" maafkan saya om, Tante, sudah membuat posisi yang sulit. tapi ini kesungguhan saya om tante, saya mencintai anak om, dan ingin segera menikahinya, saya mohon om dan Tante merestui kami..!" ucap Steven


Mama dan papa Susan kembali menitikkan air mata. mereka berjalan menghampiri keduanya, mama memeluk Susan dan papa memeluk Steven. Susan tak menyangka orang tua nya akan menerima Steven.


" sudah mari kita duduk, dan bercerita..!" ajak papa


Bibi yang mau maju mengantarkan minum sempat terhenti sejenak, melihat pemandangan indah dan sedih didepan nya. baru setelah mereka setelah mereka selesai berpelukan bibi berani berjalan mengantarkan minum.


" maafkan papa dan mama, yang tidak tahu dan tidak memahami apa keinginan mu, malah memaksa mu untuk menerima perjodohan dengan Adrian,!" ucap papa


" iya sayang, kami gak mau kehilangan mu lagi nak, jangan pergi lagi ya sayang, maafkan mama, Susan.. mama dan papa merestui kalian berdua.!" ucap mama


Susan bahagia sekali sampai air mata yang sudah berhenti keluar harus keluar lagi dan lagi.


" apa kamu bilang tadi Susan, kamu hamil Alhamdulillah, kita akan jadi kakek dan nenek pah,,!" kata mama


" susah berapa usia kandungan mu,,?" tanya papa


" jalan 3 Minggu pah,,maaf kan Susan yang harus seperti ini agar papa dan mama bisa mengerti kemauan Susan..!" jawab Susan

__ADS_1


" sudah,, kami orang tua yang tidak bisa memahami isi hati putri tunggal kami, wajar nak jika kamu berontak,, tapi lupakan soal yang sudah lalu, Sekarang kita atur acara pernikahan kamu. mumpung baru berusia 3 Minggu,!" jawab mama


__ADS_2