
1 tahun kemudian, dihari Sabtu pagi keluarga Cindy duduk berkumpul di gazebo taman belakang, mama dan papa nya sudah mulai memikirkan Cindy agar segera mencari pasangan, karena lama nya Cindy, menjomblo dan malah semakin fokus dengan urusan pekerjaan, hal itu membuat keluarga mereka agak khawatir.
Adik Cindy yang bernama Vicky saat ini sudah bisa berjalan sehingga harus selalu mendapat pengawasan ekstra. Cindy yang setiap pagi disaat weekend selalu menyempatkan diri untuk berenang, seperti sekarang ini dia pun berenang. Orang tua serta adiknya menunggu di gazebo sambil sarapan ringan.
Selesai berenang Cindy menghampiri gazebo, menyomot kue serta meminum teh manis hangat, dengan dibalut handuk mandi dia duduk disamping mama nya.
" tumben banget pada kumpul disini..?" tanya Cindy
" sayang, usia kamu kan udah 24 tahun, kamu gak berniat menikah,, atau minimal bertunangan lah gitu..?" jawab Windy
" kirain mama mau tanya apa. gimana ya mah, pah, Cindy tuh lagi menikmati banget dunia kerja Cindy. papa bisa liat kan, setelah Cindy pegang bisnis papa, omzet nya setiap bulan naik terus, dan itu semakin membuat cindy semangat.!" ucap Cindy
" iya papa, tau kamu berbakat dalam urusan bisnis, tapi kamu juga harus memikirkan dirimu juga, masa iya selamanya kamu akan terus menjomblo, gak ingin berkeluarga..? betul kata mama minimal bertunangan lah dulu,," tanya papa
" tapi masalah nya Cindy belum menentukan mau tunangan dengan siapa pah,,! apalagi sekarang Baim sudah kembali ke Indonesia, dan dia memulai membuka kantor di Indonesia dan akan stay di Indonesia juga, itu yang bikin Cindy dilema, Cindy mungkin sudah terbiasa dengan Adrian, tapi Cindy juga tau kalau Baim pun mengharapkan Cindy, makanya Cindy belum memberi celah untuk mereka..!" jelas Cindy
" ooh, Baim sudah di Indonesia ko gak kamu ajak main,,? tinggal dimana dia,,!" tanya mama
" baru juga kemarin mah, datang nya. seperti nya sih tinggal di apartemen, tapi Cindy juga gak tau di mana..iya nanti Cindy bilang supaya mampir ke sini.!" ucap Cindy
" Menurut papa dan mama Cindy harus gimana,, Adrian selalu menanyakan perasaan Cindy kepada nya, sedangkan Baim dia memang sudah pernah menyatakan perasaannya dan berjanji akan kembali untuk memperjuangkan cinta nya tapi dia tidak pernah memaksa Cindy.. lagipula Cindy belum mengenal mereka lebih dalam pah,,!" kata Cindy lagi
" Menurut papa gimana tuh, anak perawan nya pusing, disukai dua lelaki, sama-sama tampan, sama-sama kaya dan mapan,, amboiii enak kali kau nak,, ha-ha-ha 😂!" ledek mama
" apa nya yang enak, pusing iya. enak tuh kaya mama, walaupun disukai cowok mama cuek dan cowok gak ngejar eh ujung-ujungnya dapet papa kan.. tampan kaya mapan,, mama juga gak pusing.!" balas Cindy
" ha-ha-ha,,!!! ya udah gini-gini ini saran papa ya, papa dan mama mau menilai kedua laki-laki itu Adrian dan Baim, biar papa yang undang mereka untuk makan siang dirumah tapi gak barengan Adrian siang Baim malam, tapi kamu jangan muncul ya, papa gak mau dengan kemunculan kamu malah buat mereka jadi cari perhatian didepan kamu, kamu pergilah kemana gitu..!" ucap papa
" yah, papa usir Cindy,,mah masa papa usir anak perempuan nya sendiri sih,,huaa,,!! " ucap Cindy mewek
" ha-ha-ha,, manja deh au ah,,!! pokoknya kamu besok pergi dulu ya, nanti balik kalau udah selesai, nanti papa kasih tau kalau Baim sudah pulang.oke.!" jawab Leon
" okey, deh.papa atur aja deh. lagian kan papa mungkin bisa tau karena sama-sama cowok.. udah ya Cindy laper mau mandi terus sarapan, masuk yuk..!" ajak Cindy
Mereka masuk kedalam, Leon biar pun repot karena bisnis dia tetap memikirkan anak gadisnya, dia harus tau dan lebih mengenal pribadi kedua laki-laki yang dekat dengan anaknya, selebihnya biar Cindy yang akan menjalani dengan keduanya sampai nanti Cindy bisa menilai bagaimana hati dan perasaan nya sesungguhnya.
__ADS_1
****
Keesokan harinya di hari Minggu pagi, keluarga Leon sudah berkumpul di ruang keluarga bersama jagoan mereka, Cindy masih seperti biasa berenang. Selesai renang Cindy pun bersih-bersih lalu ikut bergabung dengan kedua orangtuanya serta adik nya yang sedang lucu-lucunya. Setengah jam kemudian datang Oma dan opa nya.
" wah, Oma Opa,,!" teriak Cindy ancang-ancang siap berlari dengan gaya meledek adik nya.
" aaaaa,,,aaaaa,,,!!!" adiknya pun ikut berlari menuju Oma dan Opa nya mengikuti Cindy.
Otomatis semua tertawa melihat tingkah Cindy, yang selalu bisa diikuti adiknya. Opa nya ikut berlari menangkap Vicky karena takut jatuh, dan Oma memeluk Cindy.
" kebetulan sekali Oma dan Opa kesini, sekalian kita menilai calon pasangan Cindy,,!" ucap Leon
" ya elah, papa,, udah deh yuk kita sarapan, Cindy mau kerumah mba Bella nih, kangen si kembar juga..!" jawab Cindy
Mereka sarapan, selesai Cindy pun pamitan. Setelah Cindy keluar rumah, Leon membicarakan tentang Cindy ke orang tuanya untuk membuat rencana makan siang dengan Adrian dan makan malam dengan Baim.
Siang harinya, yang ditunggu pun tiba, Adrian datang.
" assalamualaikum om Tante,,ah apa kabar,,wah ada Oma juga,?" ucap Adrian memeluk Leon dan Opa
Mereka berjalan menuju ruang makan, diselingi obrolan santai. Adrian yang menanyakan Cindy. Mungkin karena Adrian memang rekan bisnis Leon dan juga dari kecil Adrian teman main Cindy jadi mereka sudah terbiasa dengan Adrian. Sampai hari menjelang sore Adrian pamit, karena dia ingat ada urusan lain.
****
Sementara itu Cindy, yang sudah sampai dirumah Bella, merasa aneh biasa nya kalau mau datang pasti ngasih kabar gak tiba-tiba muncul.
" hayoo ngaku ada apa, datang gak ngabarin dulu, untung mba gak pergi..!" ucap Bella
" he-he-he,, mba Bella nih to the poin banget deh, ha-ha-ha,, aku kesini soalnya dirumah semuanya sedang ingin mengintrogasi Adrian dan Baim di waktu yang berbeda,, nanti siang Adrian terus malam nya Baim, dan Cindy diusir sama papa, suruh ngungsi kerumah mba..!" jawab Cindy sok sedih.
" oooh,, laki seleksi calon mantu ya,, ha-ha-ha,,!" ledek Ariel
" apaan sih mas Ariel nih, calon mantu, Cindy tuh sebetulnya masih pengen kerja mas, tapi papa tu lo, sibuk banget liat aku masih sendiri.!" jawab Cindy
" ya makanya, kamu pilih salah satu dari mereka, jangan anggap mereka temen terus, dan jangan menggantung kan salah satu dari mereka,!" ucap Bella
__ADS_1
" tapi aku belum terlalu mengenal mereka mba,,aku masih perlu mengenal mereka lebih jauh, dan memastikan hati ku sendiri,!" jawab Cindy
" iya, tapi kalau bisa segera kamu pikirkan jangan terlalu lama, usia mu juga sudah cukup kan untuk mengenal kata cinta..!" balas Bella
" haduhhh,,,!!! oke oke, akan aku pikirkan mulai sekarang akan aku perhatikan setiap aku berjalan dengan mereka, dan pelan-pelan akan ku tentukan hatiku.!" jawab Cindy
" ya udah, kita makan siang dulu yuk,,!" ajak Bella
"mba, Cindy kekamar dulu ya, ngantuk.!" ucap Cindy berjalan menuju kamar tamu
****
Hingga hari mendekati malam, bibi pun telah menyiapkan makan malam untuk tamu undangan kedua yaitu Baim. Baim yang memang teman kampus Cindy, juga diketahui anak seorang konglomerat sukses di Jerman, kembali ke Indonesia karena untuk mengembangkan bisnis nya di Indonesia juga untuk memperjuangkan cinta nya pada Cindy.
Waktu makan malam pun hampir tiba mereka masih menunggu tamu nya, tak lama kemudian Baim pun datang.
" selamat malam om,Tante,Oma,opa, wah ramai sekali,, halooo tampan,,?" ucap Baim
" selamat malam nak Baim, mari masuk sudah kita makan malam sekalian, takut makanan keburu dingin..!" jawab Leon
" oiya om, turut berdukacita atas meninggalnya Tante Imelda ya,,!" ucap Baim
" iya Terimakasih,,!" jawab Leon
Mereka kembali makan malam keluarga tanpa Cindy, sambil ngobrol banyak tentang bisnis, sampai soal perasaan nya terhadap Cindy. Tak terasa hari semakin larut, dan Baim pun pamit pulang.
****
Mereka juga selesai makan malam, duduk bersantai sambil menonton tv. Hingga pukul 21:00 Cindy pamit untuk pulang.
" mba, mas, nek Cindy pamit ya, terimakasih untuk ngungsi nya he-he-he,,!" ucap Cindy
" Halah,, segala terimakasih.kamu kan adik mba,!" jawab Bella
Mereka berpelukan dan pamit.
__ADS_1
Sesampainya dirumah Cindy memasukan mobilnya ke garansi, dan berjalan masuk kedalam rumah. Rumah sudah sepi karena memang sudah malam saat Cindy sampai dirumah. Dia pun berjalan kekamar nya, untuk istirahat karena sudah mengantuk.