
Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang IGD. Mereka yang melihat dokter keluar segera bangun dan menghampiri dokter.
" bagaimana keadaan Imelda dok,,?!" tanya Leon
"iya dok, menantu saya sakit apa dok,,?!" tanya mama Leon
"sebaiknya kita keruangan saya saja pak,, mari,,,!!" jawab dokter
Mereka segera berjalan menuju ruang dokter Rizal.
"silakan duduk bapak ibu,,!" ucap dokter
" sebelum nya saya ingin bertanya apa yang sudah terjadi dengan Bu Imelda,,?" tanya dokter
" saya tidak tau pasti, tapi tadi itu dia sedang mandi, saya gak tau didalam dia kenapa cuma pas keluar kamar mandi tiba-tiba langsung terdengar bunyi jatuh dan bunyi terbentur lantai,, mungkin suara saat Imelda jatuh dan apa mungkin kepala nya terbentur lantai,,?" tanya Leon
" iya betul, seperti memang kepala Bu Imelda sempat terbentur lantai, dan lagi dari Rontgen kepala Bu Imelda saya liat ada benjolan kecil dibelakang,, tapi karena hasil belum keluar saya tidak tahu itu apa,,!" ucap dokter
" menantu saya sakit apa dok,,?!" tanya mama Leon
" Bu Imelda menderita meningitis Bu yaitu radang selaput otak,,!" ucap dokter
"sekarang Bu Imelda, harus benar-bener dirawat di rumah sakit pak, untuk penanganan lebih lanjut,,!" ucap dokter
" jika hasil sudah keluar segera saya kabari pak Leon,,!" ucap dokter lagi
Telepon diatas meja dokter berdering..
"iya sus,, oh iya oke, baik terimakasih..!" ucap dokter
" pak Leon, Bu Imelda sudah dipindahkan keruang perawatan, ditempat biasa pak.. silahkan jika ingin melihat.!" jelas dokter
"iya dok terimakasih,,!" pamit semua
Mereka keluar dari ruangan dokter dan menuju kamar perawatan VIP tempat Imelda dirawat.
"Leon, kenapa kamu gak beritahu kami kalau Imelda sedang sakit,,!" ucap papa Leon
" Leon cuma bingung pah, Leon cuma gak mau mama malah makin mengejek Imelda, dengan segala kekurangan nya..!" jawab Leon jujur
" astaga Leon, kapan mama mengejek Imelda, mama hanya menyuruh kamu mencari perempuan lain dan menikah tanpa harus menceraikan Imelda,, agar kamu punya keturunan dan mama juga punya cucu." ucap mama
"sudahlah mah,, disaat seperti ini jangan bahas tentang itu, kasian Imelda..!" jawab papa
Mereka sampai dikamar VIP..
Imelda masih tertidur efek obat.
"mah, pah, sebaiknya kalian pulang saja, tidak perlu ikut menunggu, nanti kalian lelah.. biar nanti aku dan bibi yang besok gantian berjaga, dan juga besok masih ada Cindy." ucap Leon
"siapa Cindy,, ?" tanya mama
__ADS_1
" Cindy itu perawat sekaligus teman bagi Imelda mah,,!" jawab Leon
"ooh,, mama pikir pacar baru kamu,,!" gumam mama pelan tapi masih bisa didengar Leon
" ya sudah papa dan mama pamit pulang, kalau kamu butuh bantuan kami, katakan saja,,, ayo mah kita pulang,!" ucap papa
" iya pah, terimakasih,,!" jawab Leon
Mereka pun pamit dan meninggalkan kamar VIP itu. Sepeninggalan orang tua nya pergi Leon kembali merenung.
****
Dirumah Leon, bibi yang bingung dan panik mencoba beberapa kali menelepon Cindy, tapi tidak diangkat. Dicoba nya lagi setelah 5x tidak berhasil,,
"bismillah,, semoga diangkat,,!" gumam bibi
Tersambung
" haloo neng Cindy,, ini bibi pengurus rumah tangga nya Nyonya Imelda,,!" ucap bibi
" iya ada apa bi,, ko suara bibi seperti orang panik gitu,,?!" tanya Cindy
" itu neng, Nyonya Imelda pingsan, dan sekarang ada dirumah sakit..!" jawab bibi
"HAH,,,!!! ya udh bi Cindy langsung kerumah sakit sekarang,, makasih ya bi informasi nya..!" jawab Cindy
Telepo ditutup, dengan sedikit kelegaan dihati bibi.
****
" mau kemana kamu buru-buru gitu,segala bawa baju segala, mau minggat dari sini,,?" tanya Bella
" ya elah,,, bukan, barusan Cindy dapat telepon dari bibi pengurus rumah tangga nya Bu Imelda, katanya Bu Imelda ada dirumah sakit. Cindy mau kesana mba, siapa tau tenaga Cindy diperlukan, soalnya kan besok udah mulai kerja juga, pasti pak Leon juga kan butuh istirahat. makanya Cindy bawa baju salin sekalian,,gituuuu,,,!" jelas Cindy
"ya Allah,,, Bu Imelda, ya udah yuk mba anter kalau gitu,tunggu mba siap-siap juga,!" jawab Bella
Bella mengeluarkan motor nya, dan Mereka segera bergegas menuju rumah sakit. Sekitar empat puluh lima menit mereka telah sampai di parkiran motor, dan berjalan menuju resepsionis.
" mba, pasien atas nama Imelda Larasati, dikamar berapa ya,,?" tanya Cindy
" di kamar VIP mba,, nomor 3,!" jawab mba yang dibagian resepsionis
"terimakasih mba,," jawab Cindy
Mereka berjalan menuju kamar yang dulu dipakai Bu Imelda awal datang ke rumah sakit ini. Sesampainya di depan pintu kamar.
"Tok,, Tok,, Tok,,!!!!
Pintu terbuka, terlihat wajah Leon yang nampak sedih. Bella yang salah fokus berfikir lain.
" ko tiba-tiba wajah nya pak Leon sekilas mirip Cindy ya,," batin Bella
__ADS_1
" loh, Cindy, Bella, kalian bisa ada disini...?" tanya Leon
" iya pak tadi bibi yang telepon Cindy." jawab Cindy
" besok kan bapak kerja, lebih baik bapak istirahat pulang, biar saya yang menemani Bu Imelda disini,,!" ucap Cindy
"iya, Cindy terimakasih sekali kamu datang kesini, tadinya saya memang mau menelepon kamu, tapi masih ragu. ya sudah kalau begitu saya pamit pulang, saya titip Imelda jika ada apa-apa segera kabari saja,,!" jawab Leon
" siap pak,,!!" ucap Cindy
" mba Bella, Cindy laper mba, bisa minta tolong gak sebelum pulang beliin Cindy roti dulu,," pinta Cindy
" oke mba belikan di kantin dulu ya,, permisi pak." ucap Bella meninggal kan ruangan pergi ke kantin
"saya juga permisi, Cindy saya titip Imelda ya, dia masih belum bangun." ucap Leon
Tak lama setelah Leon pergi Bella pun kembali dengan membawa makanan dan air.
"Cindy, ini mba beli makanan dan minum untuk kamu.. mba pamit ya, besok mba masih harus kerja dan menyiapkan Ayu sekolah, besok pulang kerja mba mampir lagi kesini,, oke..!" ucap Bella
"iya mba gak pa pa, terimakasih ya makanan nya,, hati-hati dijalan ya mba,,!" jawab Cindy
Bella pergi meninggalkan ruangan VIP itu, sementara Cindy kembali duduk di kursi dekat ranjang pasien menatap Imelda dengan sedih.
"ibu harus kuat, ibu harus sehat, Cindy yakin ibu pasti bisa sembuh, ibu gak boleh nyerah,,!" gumam Cindy sambil memegang tangan Imelda
Cindy beranjak ke sofa yang ada diruangan itu, untuk makan karena perutnya sudah mulai lapar. Baru saja dia akan menyobek bungkus roti, terdengar suara erangan dari arah ranjang.
"eeghhh,,, aduh kepala ku sakit sekali,,!" ucap Imelda tiba-tiba
Cindy yang mendengar segera menghampiri ranjang,,
"ibu, Bu Imelda sudah bangun, efek obat nya lama juga ya Bu,ibu sedang ada dirumah sakit,,!" jawab Cindy sembari memencet tombol yang ada diatas kepala Imelda, tombol yang langsung tersambung ke suster jaga.
"oh kamu disini Cindy,, ibu senang ada kamu yang menemani ibu,!" jawab Imelda
Tak lama Tok,,Tok,,Tokk,,!!!
Suster dan dokter Rizal masuk kedalam,,
"halooo Bu Imelda, lama juga anda tidur,," ucap dokter
Suster memeriksa tensi, dan denyut nadi Bu Imelda, dokter memeriksa denyut jantung dengan stetoskop nya dan juga mengecek mata sambil ngobrol santai.
" Bu Imelda, apa yang saat ini ibu rasakan,,?" tanya dokter
" kepala saya dok sakit sekali, dan juga kenapa tangan dan kaki saya seperti lemas gitu ya,,!" ucap Imelda
" ibu sabar ya,, hasil cek lab ibu belum keluar kemungkinan besok baru keluar, dan untuk kali ini ibu tidak saya perbolehkan untuk pulang,, ibu harus menuruti saya kali ini, oke,,!" jelas dokter
Tak lama makan malam pun datang,,
__ADS_1
"sebaiknya ibu makan dulu, Cindy tolong kamu suapi ibu Imelda ya, saya permisi,,!" ucap dokter