Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Pengajuan Cuti


__ADS_3

Seminggu Kemudian, di hari Sabtu pagi Meli sudah siap dengan sarapan nasi goreng andalannya, menunggu majikannya turun dengan hati dag dig dug.


"sayang pak Agus rencana nikah kapan,,?" tanya Cindy


"entahlah belum ada yang bicara tuh,! oiya sayang Minggu ini kandungan kamu masuk ke -27 lebih dikit ya,,?" ucap Adrian


"iya, sayang kenapa,,?" tanya Cindy


"kamu apa gak udah waktunya istirahat dirumah aja sayang, rehat dari dunia kerja.!" balas Adrian


"sabar ya sayang, aku pasti berhenti kerja dan akan fokus mengurus anak dirumah tapi nanti ya saat ini aku masih ingin kerja, lagi pulang kalau aku dirumah aja nanti malah jadi jenuh.!"


"ya udah, tapi dijaga baik-baik ya, jangan diforsir, sempatkan tidur siang sebentar ya.!" jawab Adrian


"siap suamiku,, kita sarapan yuk anak kamu udah lapar nih,!"


Mereka turun kebawah menuju meja makan "pagi Bu Cindy pak Adrian,,?!" sapa Meli


"iya pagi Meli,,!" jawab Cindy


Adrian sudah kembali ke meja makan dengan segelas susu ditangannya, Cindy juga sudah menuang nasi diatas piring suaminya, menunggu sebentar dan mereka sarapan bersama.


"emmm pak Bu, maaf Meli dan mas Agus mau ijin pulang kampung, mau nikah,!" ucap Meli


"kamu panggil pak Agus dan kalian keruang kerja saya sekarang ya,!" ucap Adrian


Adrian berdiri berjalan keruang kerja nya diikuti istrinya.


"sayang apa kamu mau kasih kejutan nya sekarang atau nanti setelah mereka kembali,?"


"menurut kamu sayang,?"


"tunggu aja sampai mereka kembali aja sayang,, biar agak dramatis gitu he-he-he,,!" jawab Cindy

__ADS_1


Tok Tok Tok


pintu terbuka lalu masuklah Meli dan pak Agus "permisi pak,,!" ucap pak Agus


"masuk sini masuk silahkan duduk Meli pak Agus,,!" jawab Cindy


Mereka duduk di sofa diam menunduk. Adrian berjalan dari kursi kebangsaan nya berjalan ke sofa dan duduk diseberang mereka.


"jadi gimana pak Agus, Meli,?" tanya Adrian


"iya pak, kami mau ijin cuti menikah di kampung,!" ucap pak Agus


"kapan kalian akan cuti,?!" tanya Cindy


"acara nya bulan depan Bu tanggal 12 April, jadi kami ijin cuti mulai tanggal 10 Bu pak, selama seminggu.!" jawab Meli


"tapi kalian sudah tau kan konsekuensi nya menikah dengan rekan kerja,,?" tanya Adrian


"maaf ya pak Agus, bukannya kami gak ada toleransi atau gimana, cuma kan bapak paham sendiri nama nya satpam rumah itu beda dengan satpam kantor yang ada beberapa orang dan bisa dijadwalkan shif nya.!" balas Cindy


"iya Bu, saya ngerti makanya nanti juga saya mau cari kerja yang bisa pulang pergi dan tidak menetap dirumah bos.!" jawab pak Agus


"ya udah,, gini aja pak Agus Meli, karena istri saya sudah cocok dengan kamu Meli dan tidak ingin berganti pembantu rumah tangga lain jadi kami masih tetap mengharapkan kamu bekerja dengan kami disini. dan untuk pak Agus akan saya bantu carikan pekerjaan satpam juga ditempat lain. jadi intinya saya memberikan kalian cuti selama seminggu, setelah itu kalian kembali kerumah ini dulu baru kita bicara kelanjutan pekerjaan pak Agus,!" jelas Adrian


"iya pak terimakasih banyak pak Adrian Bu Cindy, kami janji kami akan kembali ke sini.!" jawab pak Agus


"ya udah kalian bisa kembali kerja, nanti sehari sebelum mudik ingetin saya lagi ya.!" ucap Adrian


"baik pak, kami permisi!" jawab Meli lalu mereka keluar


Diluar pintu "ya ampun mas, tadi aku deg deg an banget deh. pak Adrian muka nya kaku gak ada senyum nya.!" kata Meli


"biar begitu beliau bos yang baik dan pengertian tau. buktinya pak Adrian masih memikirkan akan membantu mencarikan aku pekerjaan,!"

__ADS_1


"iya mas, kamu benar dulu aku sempat ingin menggoda pak Adrian, apalagi begitu dirayu Bu Stella, aduh aku kapok deh malu mas kalau ingat, Bu Cindy mana baik banget lagi sama keluarga aku di kampung.!" cerita Meli


"ya udah, yang penting sekarang kamu sudah sadar, kalau bisa nomor Bu Stella dihapus aja, jangan berhubungan lagi dengan perempuan jahat itu.!" balas Agus


"iya mas, udah aku hapus dari kemarin-kemarin.!" jawab Meli


"yowes kerja lagi yang betul sana, kerja pakai hati dan ikhlas jadi gak terasa berat, aku juga mau lanjut jaga depan.!" balas Agus


****


Sementara dikediaman Handoko terlihat pemandangan yang membuat iri Stella yang sukses mendapatkan perhatian dan kasih sayang Handoko karena kehamilannya membuat Stella semakin sombong seakan berada diatas angin hingga memandang rendah Susan.


"sayang aku kan sudah positif hamil nih, bisa gak kalau sekarang aku tidur di kamar utama, aku perlu kamar yang luas sayang kalau anak kita lahir kasian dia kalau tidur dikamar tamu." rengek Stella


"oke sayang nanti malam kamu sudah bisa pindah ke kamar utama, biar saja Susan pindah ke kamar tamu.!"


"Susan,,!!" teriak Handoko


"ada apa,!" jawab Susan


"cepat sekarang kamu pindahkan semua barang-barang kamu ke kamar tamu, karena Stella akan menempati kamar utama,!" ucap Handoko santai


"silahkan aja,!" jawab Susan


Susan pergi ke kamar melihat ke segala penjuru kamar yang sudah bertahun-tahun ditiduri nya kini harus berpisah dan diisi oleh wanita lain, ada bulir air mata mengalir di pipi nya.


Susan sebenarnya wanita yang baik karena berasak dari keluarga baik-baik juga, hanya keadaan yang sudah memaksanya berubah. Dulu sebenarnya saat dia dan keluarganya terpuruk ingin rasanya dia datang ke rumah Tante Vivi, mamanya Adrian meminta bantuan tapi dia merasa sungkan. hingga dia menerima perjodohan keluarga nya dengan Handoko.


Setelah menikah bertahun-tahun Susan mulai mengerti darimana dan bagaimana suaminya berbisnis dan menghasilkan uang banyak dalam waktu cepat ada rasa takut dihati nya jika nanti suatu saat dia ikut terseret karena dia ikut menikmati hasil uang suaminya, oleh sebab itu Susan mendirikan Sus Enterprise untuk jaminan hidupnya nanti.


Walau awalnya Susan sebagai wanita normal yang tidak mau berbagi suami, sampai dendam dan benci ingin membuat Stella tak nyaman dirumah pernah dia lakukan diawal pernikahan Stella. tapi entah kenapa semakin kesini terlebih setelah Stella hamil ada rasa iba dihatinya, jika ingin menyakiti Stella. Mendengar Stella hamil yang dirasakan bukan benci malah rasa yang menurutnya aneh, dia ingin memiliki anak Stella.


Sampai pernah suatu hari saat Susan bertengkar hebat dengan Handoko ulah Stella yang memanasi suaminya, dia pergi meninggalkan rumah dan menenangkan diri di Cafe hingga seorang wanita setengah baya berkerudung syar'i datang menghampiri nya.

__ADS_1


__ADS_2