
"Bu Imelda, kenapa bisa masuk sini lagi sih Bu,,?" tanya Cindy
"ha-ha-ha ibu lupa gak cek up setelah keluar dari rumah sakit waktu itu, dan obat ibu habis jadi deh ibu tumbang."jawab Imelda
"ibu udah kaya pohon aja tumbang segala,," ucap Cindy
"oiya Cindy,, mau gak kamu menemani ibu dirumah,,?" tanya Imelda
"menemani ibu maksudnya,,?" tanya Cindy
"iya kamu tinggal dirumah ibu, bantu ibu seperti mengingat kan ibu untuk minum obat, mengantarkan ibu cek up, menemani ibu ngobrol dirumah, soalnya sejak suami ibu tau ibu sakit, ibu dilarang untuk kerja lagi, ibu pasti bosan jika tak ada teman ngobrol dirumah,, gimana Cindy kamu bersedia kan,, tenang saja ibu akan gaji kamu, jadi anggap saja kamu bekerja dirumah ibu,,!" ucap Imelda
"lah, kan saja sudah bekerja di kantor nya suami ibu, bagaimana dengan pekerjaan saya itu Bu, saya mana bisa bagi waktu nya..?" tanya Cindy
"ya kalau kamu bekerja dirumah ibu berarti kamu resaign dari kerjaan cleaning servis kamu dikantor,,!" ucap Imelda
"haduh,, gimana ya Bu tadi sewaktu datang kesini Adrian juga meminta saya untuk menjadi sekertaris nya, karena mba Bella sekertaris nya itu akan menikah, dan juga setelah menikah tidak diijinkan bekerja oleh suaminya..saya jadi bingung deh,!" ucap Cindy
"ha-ha-ha,, seperti nya ibu kalah cepat ya dengan Adrian,, ya sudah kamu pikirkan saja dulu,, ibu tidak memaksa,," ucap Imelda
"oke deh,, sekarang ibu sarapan yah,," balas Cindy
"kalau Cindy yang suapin ibu pasti makan,," jawab Imelda
"yah jangan begitu dong Bu,,ibu harus tetap makan dengan siapapun nanti yang akan merewat ibu,," jawab Cindy
__ADS_1
"oiya Cindy, Adrian itu pacar kamu ya,,?" tanya Imelda
"ha-ha-ha pacar apanya Bu,, saya dan Adrian itu cuma teman masa kecil, tapi Adrian pernah sih menyatakan perasaannya kepada saya,,!" ucap Cindy
"terus jawaban kamu apa,,?" tanya Imelda
"akh Adrian itu orang nya suka bercanda Bu, jadi ya saya anggap nya itu bercanda juga, saya jawab gini ' kamu kan orang kaya, sukses,mapan dan aku juga pengen seperti kamu, jadi nanti kalau aku sudah jadi orang kaya baru kamu menyatakan cinta mu lagi kepadaku,,gimana!" begitu Bu Cindy jawab nya, ha-ha-ha,," jawab Cindy
"terus Adrian menerima jawaban kamu,,?" tanya Imelda
"dia bilang wah nunggu kamu kaya, lama banget, aku udah nunggu kamu dari lama sekarang setelah ketemu masih harus nunggu lagi,,"cerita Cindy
"memang apa salahnya dengan Adrian,, dia mapan, sukses, dan juga tampan,,kalau kamu berlama-lama nanti yang ada dia diambil wanita lain bagaimana,,?" tanya Imelda
"iya juga sih,, tapi ibu tanya sama kamu,,, jujur ya,, kamu cinta gak sama Adrian,,?" tanya Imelda lagi
"justru itu Bu,, Cindy masih bingung apa ini cinta atau apa, karena dulu saat Cindy tak lagi bertemu Adrian, Cindy ada rasa kehilangan dan rindu, tapi setelah bertemu Adrian lagi, justru Cindy malah jadi malu karena Adrian sudah sukses, dan yang lebih gila nya setiap bersama Adrian selalu diliat oleh semua wanita buat Cindy risih, belum lagi ada dua wanita yang nempel dengan Adrian juga, wanita itu cantik Bu, pokonya Cindy mah kalah deh,,!" jawab Cindy
"ha-ha-ha,,Cindy Cindy kamu polos banget ya,, kamu suka tapi kamu masih belum yakin,," kata Imelda
"Cindy sih gak mau buru-buru Bu, usia Cindy juga masih muda masih ingin bekerja mengumpulkan uang, karena Cindy pengen mama gak perlu lagi buat kue dan dititip di toko, jadi pengen nya Cindy bahagiain mama dulu, baru Cindy cari kebahagiaan Cindy,," jawab Cindy
"iya kamu betul juga,,kamu harus membahagiakan mama kamu, karena beliau yang sudah mengandung, melahirkan, dan merawat kami sampai sebesar ini, dan juga berhasil mendidik kamu menjadi gadis baik,,oiya Cindy seandainya suatu saat kamu bertemu dengan papa kamu,, apa yang akan kamu lakukan,,?" tanya Imelda
"apa ya Bu,, karena jujur aja dari dulu Cindy kecil selalu diejek teman-teman katanya Cindy gak punya papa, Cindy anak haram, Cindy anak yatim, pokoknya gitu-gitu lah, dulu Cindy sempat nangis dan ngadu ke mama, nanya haram itu apa, yatim itu apa, sampai mama hanya bilang kalau papa Cindy sudah meninggal dan minta agar Cindy gak perduli kan ocehan teman-teman. sampai sekarang Cindy bisa move on tanpa menanyakan tentang papa, pernah sih Cindy tanya kuburan papa dimana, tapi mama gak jawab dan malah masuk kekamar,, sampai akhir nya Cindy dewasa dan akan kuliah di Jakarta barulah mama menceritakan semua masa lalu nya.. jadi kalau ditanya apakah Cindy ingin bertemu papa,, jawaban nya ingin, tapi jika ditanya apakah Cindy akan menerima papa sebagai papa Cindy, itu semua terserah mama, tapi yang jelas Cindy rindu keluarga yang utuh, 21 tahun Cindy gak pernah merasakan rasanya keluarga utuh." ucap Cindy berkaca-kaca
__ADS_1
"kamu yang sabar ya,, berdoa lah jika Tuhan berkehendak kalian pasti akan bertemu entah bagaimana caranya." ucap Imelda
Imelda yang ikut sedih merasakan perasaan Cindy ikut menangis, ingin rasa nya dia bilang suamiku itu papa kamu Cindy, tapi itu tidak mungkin karena saat nya tidak tepat, jadi biarlah Tuhan yang membongkar rahasia ini.,pikir Imelda
****
Dikantin rumah sakit Adrian yang tadi sudah sarapan terpaksa ngemil bakso sambil menemani Leon sarapan mereka ngobrol santai.
"pak, istri bapak sebenarnya sakit apa pak,,?" tanya Adrian
"istriku menderita meningitis, sebelumnya tidak itu terjadi belum lama ini, entah apa penyebabnya, tapi yang buat saya heran kenapa dia menyembunyikan penyakit nya dari saya,,?" ucap Leon
"mungkin Bu Imelda tak ingin membuat pak Leon kepikiran." jawab Adrian
"sepertinya begitu, mulai saat ini dia tak akan saya ijinkan untuk bekerja dikantor lagi,, biar saja rawat inap dirumah sakit,," ucap Leon
"tapi apakah itu tidak membuat Bu Imelda jenuh dan bosan nanti nya setiap hari dirumah saja orang bisa bosan, apa lagi harus dirumah sakit, saya malah takut nya Bu Imelda malah stress,, lebih baik dibicarakan lagi pak, ikutin apa yang jadi kemauan Bu Imelda,," ucap Adrian
"iya kamu benar juga,, baiklah nanti saya akan bicara dengan Imelda, dan dokter juga." jawab Leon
"sepertinya kita harus kembali ke kamar Bu Imelda pak,,!" jawab Adrian
"iya,, yukkk" jawab Leon
Mereka segera berjalan kembali kekamar VIP, dan untungnya pembicaraan dua wanita sudah selesai.
__ADS_1