
Setelah seminggu lama nya menginap di rumah sakit, hari ini Cindy sudah bersiap untuk pulang. Suaminya yang sedang keluar sementara Cindy sudah mandi berganti pakaian meskipun masih agak susah untuk berjalan tapi dia sudah bisa sendiri ketimbang awal melahirkan masih dibantu suaminya.
"kamu sudah siap sayang?" Adrian datang
"sudah dong, aku sudah gak sabar ingin pulang kerumah."
Dokter dan suster datang mengunjungi Cindy untuk yang terakhir. "Bu Cindy seperti nya sudah tidak sabar untuk pulang ya.?"
"dokter tau aja,, iya saya rindu rumah.!"
"Baiklah ini saya berikan ibu beberapa obat, dan juga jangan lupa diganti kain kasa nya secara teratur ya.!"
"siap dok.!"
Tak lama masuklah mama dan mba Bella.
"sini suster biar saya yang menggendong bayi nya.!" kata mama
Adrian membawa tas sedangkan Bella mendorong kursi roda Cindy lalu berpamitan. Mereka menunggu Adrian mengambil mobil Adrian dan Bella membantu Cindy naik mobil duduk di depan, sedangkan mama, Bella dan bayi dibelakang.
Mereka sampai dirumah.
Meli yang sudah menyiapkan kamar tamu bawah lengkap dengan kasur bayi juga keranjang baju bayi dan perlengkapan lainnya. Beberapa jam kemudian datang silih berganti para tetangga sekitar yang ingin menengok bayi.
Adrian diluar meninggalkan wanita yang sedang bercerita seputar hamil dan melahirkan.
"Haloo Lex, gimana mau dimulai sekarang,,?!"
"dari kemarin juga gue udah pengen mulai kali..!"
"ya udah kalau Lo gak sabar, lakukan Lex. jangan kasih ampun ya..!"
"siap laksanakan..!"
*****
Alex pergi melaporkan ke polisi masalah pencurian yang dilakukan Handoko, sementara Leon dan beberapa bodyguard sehari lebih dulu menangkap hecker suruhan Handoko. Caca tak mau ketinggalan peran nya, dia mengumpulkan data dari semua perusahaan yang pernah ditipu Handoko, data tertulis maupun data lisan berupa rekaman.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya Handoko mendapatkan telepon dari hecker nya yang disuruh Leon me low speaker dan merekam pembicaraan mereka.
"halo bos Adrian telah mengetahui pencurian di perusahaan nya!"
"sejak kapan Adrian tau kalau kita mencuri dana perusahaan nya"
"kayanya sejak sebulan yang lalu deh bos,,!"
"ha-ha-ha,,,!!! biarin aja dia tahu. percuma anak perusahaan nya sebentar lagi juga akan bangkrut. gak usah dipikirin lah. gue udah dapat apa yang gue mau. Lo tenang aja gue akan kasih Lo bonus.!" jawab Handoko
"tapi bos, Adrian udah laporin bos ke polisi,,!"
"Hah,, yang bener kenapa baru sekarang dia melapor,,?!"
"gak tau bos,, bos harus hati-hati ya. saya juga mau pergi bos.!"
Telepon terputus..
"aneh,, jangan-jangan ini jebakan. jangan-jangan si Yadi udah ditangkap sama Adrian lagi..?!" gumam Handoko panik
"ini gak bisa dibiarkan, gue harus cepat pergi jauh dari sini.!"
"kenapa disaat begini Stella dan Susan malah pergi sih,, apa gue harus nunggu mereka..?!" Handoko gelisah
Handoko masuk kedalam kamarnya mengambil kunci mobil lalu pergi. Sayang nya mobil yang dibawa Handoko sebelum sudah dipasangi GPS.
*****
Di sebuah Mall setelah Susan mengantarkan Stella ke dokter kandungan untuk kedua kalinya, dan lagi-lagi dokter mengatakan bayi itu perempuan. Membuat Stella drop dan langsung emosional. Susan mencoba menenangkan nya membawa nya menikmati es krim.
"bayi gue perempuan,, karena bayi ini gue akan kembali miskin..!" ucap Stella
"sabar Stella,, jangan ngomong gitu. anak itu rezeki, kamu harus nya bersyukur diberikan kesempatan hamil sampai usia segini. sedangkan aku,,?"
"gue gak butuh bayi perempuan,, kalau Lo mau setelah anak ini lahir gue kasih buat Lo !"
__ADS_1
"lalu kalau anak ini kamu kasih aku, apa yang akan kamu bilang sama Handoko,,?"
"heh,,, gue akan beli bayi laki-laki. atau gue tuker aja bayi ini nanti ya kan..!"
"gila kamu,,!"
"ya gue emang gila,, terlebih jika anak ini benar perempuan gue akan semakin gila..!"
"ya udah kita pulang, kamu harus istirahat.!"
Dirumah mereka mendapati rumah kosong, padahal saat mereka pergi Handoko masih dirumah.
Tak lama kemudian
Tok Tok Tok
Stella membuka pintu berdiri tiga orang berseragam polisi.
"betul ini kediaman pak Handoko,,?"
"iya betul saya isteri nya, tapi suami saya gak ada dirumah pak, ada apa ya?!"
"kami dari kepolisian mendapatkan surat perintah penangkapan pak Handoko.!"
"apa,, penangkapan.. suami saya salah apa,,!" teriak Stella
"Susan,,,,!!!!!" panggil Stella
"kenapa,, loh pak polisi ada apa,?"
"kami mohon ijin untuk menggeledah rumah ini,!"
Susan mempersilahkan polisi mencari tanpa hasil, "segera beritahu kami jika pak Handoko sudah kembali!"
Polisi sudah pergi, Stella yang syok diam pucat, dipapah Susan.
*****
__ADS_1