
Sementara didalam ruang karaoke,
"heh siapa yang nyuruh Lo pindah tempat duduk,,?" tanya Susan
"gak ada gue yang pengen deket Adrian, kenapa gak suka?!" tantang Stella
"iya dan Lo udah berani nantang gue ya,,? oke Lo denger ya,,!" jawab Susan
Stella menangkup kedua tangannya didepan dada berdiri menatap Susan, "apa yang mau Lo lakuin hah,,!" tantang Stella
Susan mengeluarkan Hp menelepon seseorang manajer PH tempat Stella bekerja sebagai peran pembantu disana. "haloo bos, apa anda bisa membantu saya,? oke terimakasih, beres tenang aja!" ucap Susan dan menutup telepon nya.
"oke Stella gue rasa kita emang gak bisa bekerjasama dengan profesional, gue akan menghapus kontrak kerja sama dengan Lo, dan gue pastiin hidup Lo akan lebih menyedihkan dari sekarang, ha-ha-ha,,,!" ucap Susan sambil keluar dari ruangan.
"Tunggu,,,!" teriak Stella
"Lo gak bisa seenaknya memutus kontrak kita, Lo harus membayar biaya kompensasi karena melanggar kontrak,, apa Lo sanggup?!" tanya Stella
Tanpa berbalik badan Susan memerintahkan pria disamping nya "Jimi lakukan sesuai prosedur berikan apa yang baru saja pengemis itu minta, kasian dia!" jawab Susan lalu pergi
Jimi mulai mengeluarkan cek dari saku jas nya menuliskan angka kompensasi sesuai yang tertulis di kontrak kerjasama, dan menyerahkan kepada Stella.
"silahkan diambil mba,!" ucap Jimi
Stella mengambil kertas cek itu dengan kasar "bilang sama perempuan sialan itu gue juga gak akan mau kerjasama dengan dia lagi,,!" ucap Stella
Jimi keluar dari ruang karaoke mengejar Susan yang sudah lebih dulu keluar. tak lama kemudian Hp Stella berdering..
"iya haloo bos, Hah,!!! apa,,!! jangan bercanda bos, masa main putus gitu aja sih, baru juga 5 episode saya mainnya,!" Stella masih termenung bahkan setelah telepon terputus.
Masuklah notifikasi di Hp nya pembayaran kompensasi pemeran pembantu yang hanya dihargai 10juta ditambah cek dari Susan 50juta. Stella tersenyum sinis "jadi ini maksud itu perempuan sialan bilang bakal bikin hidup gue menyedikan,, oke Lo udah ngusik gue Susan, kita liat apa yang akan gue lakuin ke Lo nanti nya,!" ucap Stella penuh amarah
****
__ADS_1
Alex mengantarkan Adrian pulang kerumahnya karena saat berangkat meeting mereka memakai mobil Adrian, dan mobil Alex ditinggal di kantor dan itu sudah pukul 23:00 karena sepulang dari meeting mereka mampir ke coffe shop sebentar hanya untuk refreshing. Begitu tiba di rumah "thank you broo,,!" ucap Adrian
Alex pergi kembali ke apartemen nya. Pak Agus sudah siap dengan gerbang yang dibuka dari tadi saat mendengar suara mobil di depan pagar.
"ko tumben pak baru pulang,,?!" tanya pak Agus
"iya tadi ada meeting dengan klien, apa Cindy udah tidur,,?"
"kaya nya udah deh pak, tadi Bu Cindy duduk di teras dengan saya dan Meli lumayan lama pak, menunggu bapak pulang katanya kayanya sampai jam 9 deh, tapi karena lelah Bu Cindy naik kekamar.!" cerita pak Agus
"oke makasih pak,,!" Adrian masuk kedalam rumah sudah gelap hanya ada cahaya remang dari bagian dapur, Adrian langsung naik keatas.
Dibuka pintu kamar dilihat istrinya diatas kasur dengan posisi tidur miring memeluk guling. Berjalan masuk langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih tak lama mengikuti istrinya tidur disampingnya.
Adrian tidur didepan istrinya menatap wajah istrinya yang manis dan agak mulai berisi, diurungkan niat nya membelai wajah istrinya khawatir akan terbangun. Hingga Adrian tertidur karena lelah dengan memeluk istrinya.
****
Alex pun tiba di apartemen nya, berjalan masuk kedalam "capek banget gue hari ini, untuk besok tanggal merah, bisa tidur puas dah.!" Alex bergumam sambil menanggalkan pakaian nya berdiri dibawah pancuran air hangat.
****
Stella yang dengan hati kesal penuh amarah pergi ke club' malam niat nya hanya ingin menenangkan hatinya tapi jika ada yang nyangkut boleh juga. Tapi sayang nya malam itu Stella benar-benar sendiri sampai dia puas minum, dan pergi tanpa mendapatkan cuan.
Di parkiran saat Stella hendak menaiki mobil butut miliknya dia melihat seorang pria setengah baya sekitar umur 60 an terlihat kebingungan karena ban mobilnya bocor. Stella berjalan menghampiri "selamat malam ada yang bisa saya bantu pak,?" tanya Stella
Pria itu menatap Stella dari ujung rambut sampai ujung kaki, cukup menggoda pikirnya "ini ban mobil saya bocor, dan saya gak bawa ban cadangan.!"
"kalau gak keberatan saya bisa mengantarkan bapak,, dimana alamat bapak,?"
"benarkah,,? baiklah jika tidak merepotkan,!" pria itu mengangguk
"oke tapi maaf mobil saya butut, semoga bapak tidak menghina mobil saya,,!" Stella berjalan diiringi pria tadi
__ADS_1
Stella masuk kedalam mobilnya diikuti pria itu, " dimana rumah bapak,,?"
"apakah kamu keberatan jika kita bermalam di hotel,,?" tanya pria yang ternyata genit
Stella mulai menghayal akan mendapatkan uang tambahan, "tapi kalau kita ke hotel apakah nanti bapak akan,,,,?" Stella memancing
"iya kamu akan saya kasih uang sesudahnya,,!" jawab pria itu mengerti yang dimaksud Stella
"oiya ehmm tapi biasanya saya itu dibayar,,,,?" Stella sengaja tidak melanjutkan ucapannya
"saya akan memberi mu 25 juta, saya transfer langsung bagaimana,,?"
25 juta dikit sih, tapi lumayan lah dari pada gak dapet duit,, pikir Stella
"baiklah,,mari kita ke apartemen ku saja,,!" ajak Stella
Mobil berbelok masuk ke apartemen, dan parkir dihalaman parkir, turun dengan merangkul pundak Stella berjalan naik kekamar Stella.
"bapak apa mau mandi dulu atau langsung,,?"
"langsung aja lah,,!"
"oke, apa bisa ditransfer sekarang uangnya,,?"
"oke, sebutkan nomor rekening mu,,?" Stella menyebutkan nomor dan tak lama sebuah notifikasi masuk ke Hp nya, dilihat sebentar lapor dana masuk.
Tanpa basa-basi pria itu langy menubruk Stella, dan mulai terjadi pergulatan olahraga malam dikamar itu, hingga mereka lelah dan laki-laki itu tertidur pulas.
Stella bangun memakai kimono nya, melihat isi dompet nya, terpampang jelas foto laki-laki itu dengan seorang wanita yang dia kenal dan juga dia benci,, Susan.
"oooo ternyata kamu suami dari perempuan yang sudah memutus uang ku. he-he-he !" dengan seringai jahat Stella mulai berfikir akan ide gila nya.
"apa yang kamu lakukan padaku, aku akan membalas nya sebentar lagi, kamu tunggu aja permainan ku Susan..!" gumam Stella
__ADS_1
Stella mulai memfoto dirinya dengan pria itu dengan berbagai gaya dan pose. "kamu salah sudah mempermainkan aku Susan, kartu As mu ada ditangan ku, jika bukan karena laki-laki ini kamu juga bukan apa-apa,,cuihhh!!" kata Stella geram