
Keesokan harinya Adrian dan Cindy masih tetap bersembunyi dibalik selimut hangat mereka, jika tak ada suara ketukan pintu mereka pun tak akan bangun.
Tok tok tok...
Dengan malas Cindy menyeret kaki nya kearah pintu, dan membuka nya.
"siapa ya,,?!" tanya Cindy lesu
"maaf Bu, kami pelayanan hotel mengantarkan sarapan,,!"
"oh, iya oke bawa masuk kedalam dan letakkan diatas meja itu,,!"
Pelayan hotel itu mengikuti apa yang dibilang Cindy, dan mereka segera pergi.
"sayang,,, mas bangun sarapan udah datang nih,,!" Cindy mengguncang kan bahu suaminya
Adrian hanya menggeliat sebentar
"sayang ayo kita sarapan dulu baru kita mandi bareng,, kamu juga kan mau ketemu klien kan,,?!" ucap Cindy
Tak menjawab, Cindy pun menarik kaki suaminya,, "sayang bangun dong,,,!!!" teriak Cindy
"iya iya,, aku bangun,,! bisa gak kalau ngomong itu jangan pakai Toa,, berisik,,!"
Dengan malas Adrian beranjak dari kasur mengikuti istrinya ke meja untuk sarapan.
"kulepas semua yang ku ingin kan, dan tak kan ku ulangi,," (suara dering Hp Adrian)
"sayang Hp kamu,, aku ambil ya,,?"
Adrian mengangguk kan kepala masih dengan mulut penuh nasi goreng. Cindy menyerahkan Hp Adrian.
"iya kenapa Lex,, oh gitu oke habis sarapan gue siap-siap deh langsung kesana,, oke thank you ya,,!" Adrian meletakkan Hp di meja
"kenapa,,?" tanya Cindy
"jam bertemu klien dimajukan sayang,, setelah ini aku langsung pergi ya, gak pa pa kan,,!"
"gak pa pa,, aku tunggu di hotel aja, males jalan-jalan sendiri gak asik,, kamu jangan kelamaan,,!' perintah Cindy
"siap Bu bos,,!" Adrian bangun menuju kamar mandi
Sementara Cindy menyiapkan pakaian yang akan di pakai, dan beberapa menit kemudian Adrian selesai mandi berpakaian rapi.
"sayang aku pergi dulu ya,, kalau kamu bosan kamu bisa jalan-jalan aja,,!" ucap Adrian
"gak lah sayang,, aku tunggu di kamar aja. kamu titi dj yah,,?"
"apa tuh titi dj,,?"
__ADS_1
"hati-hati dijalan,, jangan nakal he-he-he,,!"
Adrian mengecup kening istrinya dan melangkah keluar.
"ngapain ya aku,,, oiya aku mau telpon mba Bella aja deh,,!" ucap Cindy sepeninggalan Adrian
****
Cafe Sekar Senggigi Beach
Adrian masuk kedalam setelah memarkirkan mobilnya,
"selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu,,?" pelayan cafe
"oh iya saya sudah ada janji meeting dengan *Sus Enterprise* dimana ya ruangan nya,,?!"
"oh,, baik pak mari saya antar,,!"
Adrian berjalan mengikuti pelayan cafe itu menuju dalam ruangan khusus meeting.
"silahkan pak, ini ruangan yang sudah di booking atas nama Sus Enterprise,,! saya permisi pak,,!" ucap pelayan cafe dan pergi meninggalkan Adrian
Adrian masuk keruangan yang akan dilakukan meeting bersama klien baru nya, menunggu disana, terlihat ruangan didominasi warna pastel lembut, dengan pot bunga sakura disetiap pojoknya. Ditambah dengan wallpaper bernuansa pantai dengan laut biru.
Setelah menunggu sekitar 10menit dan terdengar suara pintu diketuk
Muncullah seorang wanita muda cantik menarik dan yang jelas Adrian mengenalinya, diikuti oleh seorang asisten.
"oh jadi Sus Enterprise itu milik mu,Susan,,?" tanya Adrian santai
"Adrian apa kabar,,? lama kita tak berjumpa ya,,?!"
"sudahlah tak perlu berbasa basi aku tidak punya waktu banyak,, kerjasama apa yang ingin kamu tawarkan padaku,,?"
"oh ayolah, jangan seperti itu, kita sudah lama tidak berjumpa, baiknya sebelum membahas kerjasama kita bercerita dulu aja,,!" ajak Susan
"tawarkan kerjasama nya atau aku akan pergi,,!"
"oke, baiklah baiklah,, sebelumnya mau pesan minum atau makan apa,,?
"terserah apa aja,,!" jawab Adrian cuek
"bawakan aku buku tamu,,!" ucap susan kepada Asia nya
Asisten keluar.
"Adrian,,, dengar-dengar sekarang kamu sudah menikah ya,,?"
"ya, disini aku sedang berbulan madu,,! dan kau mengganggu bulan madu ku..!"
__ADS_1
"santai bos,, jangan gitu lah aku sudah tak berminat dengan mu lagi, jadi tenang aja lah,,!"
"oh bagus lah,, kenapa gak bilang dari tadi, karena aku gak mau ada salah paham dengan istriku jika kamu masih memiliki rasa padamu,,!"
"kamu gak akan pernah tau Adrian, meskipun aku sudah menikah yang kedua kalinya dengan laki-laki kaya, tapi aku masih belum bisa move on dari kamu you know,,," teriak Susan dalam hati
Pelayan datang membawa menu.
"silahkan pilihlah aku yang traktir sebagai ucapan selamat untuk pernikahan mu dengan,,,?!" ucap Susan
"Cindy, istriku bernama Cindy, wanita yang juga pernah bertemu dengan mu, wanita masa kecilku,,!" jelas Adrian
Setelah memilih menu makan siang mereka " sekarang kerjasama apa yang kamu tawarkan,,?" Adrian langsung
"aku berminat ingin membuat sebuah show, dengan menggunakan beberapa perhiasan dari perusahaan mu,,! jadi akan semakin banyak orang yang mengetahui tentang perhiasan terbaik dari perusahaan mu,, gimana,,?"
"aku rasa, semua orang sudah tahu satu-satunya perusahaan perhiasan terbaik itu ada di tempat ku dan omzet ku hanya dari penjualan perhiasan itu sudah tidak perlu diragukan lagi. jadi apa keuntungan lain bagiku,,?" jawab Adrian
Tak lama makanan pun datang,,
"bisa kita sambil makan ya,,?!" ajak Adrian
"okey, apa yang kamu mau agar kita bisa bekerjasama,, karena aku butuh sokongan beberapa perhiasan terbaik untuk show,,?"
"aku mau istriku menjadi salah satu icon di show itu, dia akan jadi Brand di show itu, apa bisa,,?"
"tapi aku sudah ada beberapa selebriti yang nanti akan membawakan perhiasan mu di show nanti,,!" elak Susan
"ya kalau gak mau ya gak pa pa,, aku tidak memaksa,, dan satu lagi aku minta waktu diatas panggung untuk pidato juga, bagaimana,,?!"
Susan nampak berfikir, "kalau Cindy jadi Brand lalu aku,,?" show ini justru aku buat agar aku yang bersanding di sebelah Adrian, tapi kenapa justru dia memberikan ultimatum seperti ini,,,? pikir Susan
"bagaimana,,, iya atau tidak,,?!" tanya Adrian tegas
"okelah,, gak masalah,!" jawab Susan aku akan tetap tampil disebelah Adrian, kita lihat orang akan berfikir kalau aku tetap yang lebih cocok dengan Adrian.
"oke deal,, kirimkan kontraknya ke email ku,,!"
"oke,,!"
Susan memerintahkan asisten nya mempersiapkan semuanya, dan mengirim email ke Adrian.
Selesai makan siang,,
"aku gak bisa lama, aku meninggalkan istriku di hotel sendirian,, aku permisi,,!" Adrian bangun diikuti Susan yang tiba-tiba tersandung dan tak sengaja bibirnya menempel di jas Adrian tanpa Adrian sadari.
"oke,, sampaikan salam ku untuk istri mu,,!" jawab Susan
Adrian pun pergi meninggalkan ruangan itu, sementara didalam Susan masih dengan senyum yang tidak bisa diartikan dan hanya dia yang paham.
__ADS_1