
Pagi harinya Adrian masih juga belum bangun sejak pertama dibangunkan Cindy hingga Cindy kembali ke kamar belum juga bangun. "sayang bangun kamu kerja gak,,?" Cindy mengguncang bahu suaminya
Adrian menggeliat berguling telentang, "kenapa sayang hari ini aku mau dirumah aja nemenin kamu!"
"ih ko malah nemenin aku, kenapa? udah berangkat aja sih sayang.!" bujuk Cindy
"hari ini ya sayang, aku pengen nemenin kamu, lagi males banget keluar aku.!" rayu Adrian
"kamu gak sakit kan,,?!" Cindy memegang kening suaminya
"gak sayang aku baik-baik aja, cuma aku lagi pengen nemenin kamu dirumah,!' jawab Adrian
"ya udah hari ini aja loh ya,!" balas Cindy
"okey,,! aku mau bobo bentar lagi ya,,!"
Cindy meninggalkan Adrian yang sudah kembali memeluk guling. setelah Cindy keluar Adrian duduk di ranjang "Lex, gue gak mau tau Lo harus kirim orang untuk ngikutin setiap gerak-gerik Stella. gue gak mau kejadian kemaren dia datang kerumah terulang lagi!" ucap Adrian di telepon
"oke siap bos, Cindy perlu bodyguard juga gak?!"
"tapi gimana caranya ya Lex, Cindy tuh orangnya gak suka diikutin dipantau, gak bebas katanya.!"
"besok gue suruh orang jaga rumah Lo setelah Lo berangkat kerja, dan akan pergi saat Lo pulang kerja aja gimana, dan dia akan berjaga diluar rumah. jadi Cindy gak tau!" ucap Alex
"ya udah, Lo atur aja deh, pokonya gue mau Stella gak lagi datang dan nyerang Cindy, gila Cindy sampe sekarang gak cerita ama gue coba,!" balas Adrian
"ya udah,, gue mau kerja nih. Lo jangan enak-enak aja dirumah, gue kirim data perusahaan yang mau ngajak kerjasama Ama kita, dan dia perusahaan Handoko!" ucap Alex
"Hah,, gila punya nyali juga dia ngajak kerjasama sama gue. biar aja Lex gue jadi pengen tau apa tujuan dia sebenarnya, Lo selidiki ya,!"
"beres bos,,!!!" jawab Alex
telepon terputus. Adrian kembali menatap langit-langit kamarnya dia tak bisa lagi melanjutkan tidurnya karena membayangkan betapa marahnya dia saat malamnya dia memeriksa CCTV rumahnya melalui Hp dimana Stella mendorong Cindy memaksa masuk dan itu terlihat raut wajah kesakitan dan memegangi perutnya.
Entah kenapa Cindy tidak melaporkan kejadian itu padanya, itulah sebabnya Adrian menyuruh Alex mencari orang untuk memata-matai Stella. Malam itu Adrian bersumpah jika kejadian itu terulang lagi dia tidak akan segan-segan membuat Stella mendekam didalam penjara.
Adrian akhirnya bangun dan mandi lalu keluar mencari istrinya ternyata yang dicari ada di gazebo taman belakang. "sayang kamu sedang apa?"
__ADS_1
"eh sayang kamu sudah mandi,, nah gitu dong gak kerja tetep harus mandi ya!" jawab Cindy
"oiya sayang kenapa kamu gak cerita kalau kemarin Stella datang kerumah, kamu lupa ya aku bisa cek di CCTV kan,!"
"gak lupa ko, buat apa aku cerita kalau akhirnya kamu juga akan tetap memeriksa CCTV juga kan, jadi biar aja kamu lihat sendiri. lagian sayang aku gak tau kenapa ada rasa iba gitu saat liat dia.!" jawab Cindy
"ngapain iba saya orang kaya dia, aku gak mau dia datang kerumah lagi, jadi kamu jangan pernah buka pintu kalau dia datang ya.!"
"iya iya..masuk yuk sarapan, aku sudah lapar nih nunggu kamu.!"
Mereka masuk dan sarapan bersama.
*****
Sementara di kantor Alex kedatangan tamu tak lain adalah Handoko, sekertaris dan asisten nya.
"selamat pagi pak Alex, saya Handoko. kedatangan saya kesini ingin menawarkan proposal kerjasama, bisa bapak lihat dulu.!"
"pagi, saya sudah tau siapa anda.!"
"oke baiklah, ini kenapa saya tidak bertemu dengan pak Adrian ya..?"
"oh iya, masih-masih,, silahkan dibaca dan dipahami semoga pak Adrian berkenan menjalin kerjasama dengan perusahaan saya.!"
"baik ini saya terima, dan akan saya pelajari semua keputusan tetap ada ditangan pak Adrian, mohon anda sabar menunggu. nanti pak Adrian sendiri yang akan menghubungi anda.!"
"baiklah kalau begitu kami permisi. selamat pagi!"
Setelah Handoko pergi, Alex langsung membaca proposal kerjasama itu dengan teliti dan dipahami setiap kata dan mansudnya, sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa kerjasama yang ditawarkan menguntungkan lebih banyak untuk pihak Adrian.
"gue rasa dia sengaja nih, bikin proposal yang menguntungkan pihak Adrian diawal, tapi gue yakin dia punya maksud terselubung dibalik semua ini.!" gumam Alex
"gue harus cek ini, dan kumpulin semua informasi tentang Handoko,!" Alex lalu mengambil Hp nya
"haloo,, gue punya tugas buat Lo. cepat Lo selidiki perusahaan Handoko selengkapnya.!" ucap Alex tak lama telepon dimatikan
Tak perlu menunggu lama sebuah email dan Alex membuka dan mengangguk "oh jadi begitu cara dia,,ini pasti berita yang ditunggu Adrian.!"
__ADS_1
****
Sorenya Alex datang kerumah Adrian karena ingin langsung memberikan bukti dan informasi tentang Handoko.
Tok Tok Tok
Adrian berjalan dan membuka pintunya "Alex bagus Lo datang, gue udah gak sabar pengen denger hasil nya.!" ucap Adrian
"sabar napa, ada tamu tawarin makan kek atau minum kek..!" jawab Alex
Tak lama Cindy muncul "eh Alex baru datang ya,, udah makan apa belum, ?"
"nah ini baru Nyonya rumah yang baik, belum Cin, numpang makan ya ha-ha-ha,,!" jawab Alex
"oke, kalian ngobrol aja dulu aku masak dulu ya, nanti kita makan malam bareng,!" ucap Cindy
"Alex ayo!!" Adrian berjalan masuk keruang kerja nya diikuti Alex.
"wah bakal seru nih Alex juga kerumah bisa pas gini ya si Caca juga mau kerumah antar berkas yang harus aku tanda tangan.!" gumam Cindy
Cindy ke dapur mulai menyiapkan makan malam, Hp nya berdering..
"iya kenapa Ca,,?"
"maaf Bu, agak telat nih Caca kerumah ibu, mobil Caca ban nya kempes, kurang angin kaya nya Bu. gimana ya?"
"kamu dimana, biar dijemput aja Ca. kirim lokasi kamu ya.!" jawab Cindy dan mematikan telepon.
Tak lama Hp Cindy masuk pesan lokasi dari Caca, Cindy langsung keruangan Adrian.
Tok Tok Tok
Dibuka "kenapa Cin,,?" tanya Alex
"wah Lex kebetulan tolong jemput Caca dong, aku kirim lokasi nya ya ke hp kamu, cepetan kasian dia!" ucap Cindy lalu pergi
Alex masih bengong sampai Hp nya masuk pesan lokasi dari Cindy, Alex menengok ke Adrian "ya udah sana gih jemput dulu. cepet!" kata Adrian
__ADS_1
Alex keluar ruangan dan pergi keluar untuk menjemput Caca.