Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.70 Menyebar


__ADS_3

Cindy tiba dikampus sedikit lebih cepat dari biasanya, jadi dia tak perlu lari-larian untuk kekelas. Setelah berpamitan dengan Bella, segera Bella kembali pulang karena tak ingin bertemu dengan wanita jadi-jadian.


"tumben, masih pagi udah datang,,!" sapa Baim


"Hah,, pagi,,? ini udah malam Baim, kamu ngigau ya!" ucap Cindy


"ha-ha-ha,,,!" Baim malah tertawa


Tak lama datang lah 2 wanita jadi-jadian yang disebut Cindy mba kunti,,


"Cindy, Baim aku mau undang kalian ke pesta ulang tahun ku,, lusa di klub xxx, apa kalian bisa datang,,?" tanya Silvi


"maaf sepertinya aku tidak bisa datang,,!" jawab Cindy


"ayolah Cindy, datang ya,,!! Baim kamu juga bisa kan datang,,,!" ucap Silvi lagi


"oke aku akan datang bersama Cindy,," jawab Baim


Silvi senang mendengar perkataan Baim,,


"oke,, jangan lupa ya aku tunggu,," jawab Silvi pamit


"eh,, apaan aku gak bisa datang, acaranya pasti malam aku bisa gak dikasih masuk kalau keluar malam-malam,, sory aku gak bisa datang,," ucap Cindy


"gak pa pa,, jangan bilang pergi acara ulang tahun, nanti aku yang minta ijin kerumah mu,," jawab Baim


"bukan begitu Baim,, masalah Silvi dan Jihan itu punya masa lalu yang buruk untuk mba Bella,, dan mba Bella selalu bilang aku tak boleh dekat-dekat dengan mereka,," ucap Cindy


"makanya jangan bilang pergi dengan mereka,, kamu percaya kan kita pasti aman, dan aku akan melindungi kamu, tenang aja." jawab Baim


"ya udah deh,, ini pertama dan terakhir aku berurusan dengan mereka,," jawab Cindy


Mereka segera berjalan menuju kelas. Hingga jam pun sudah menunjukkan waktu pelajaran usai. Cindy segera keluar bersama Baim, menuju parkiran dan ternyata Bella sudah ada disana.


****


Keesokan harinya mereka kembali beraktivitas seperti biasanya, kali ini Cindy mengantarkan Imelda untuk cek up kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, Imelda dan Cindy segera menunju ruangan dokter Rizal.


"halooo ibu Imelda, Cindy apa kabar,,?" tanya dokter Rizal

__ADS_1


"hai dok,, kabar ku entahlah dok, akhir-akhir ini saat menjelang subuh kepala ku sering sakit, memang tidak lama tapi lebih sering.." ucap Imelda


"baik, bagaimana jika kita melakukan MRI lagi Bu,, apa ibu mau, agar kita tahu apakah virus itu semakin mengecil dan hilang ataukan malah semakin membesar,,!" ucap dokter


"iya dok,baiklah," ucap Imelda


Segera Imelda dan dokter menuju ruangan khusus pengecekan.


"Hasilnya akan keluar besok ya Bu,, sekarang saya akan tetap meresepkan obat untuk ibu." kata dokter


Imelda dan Cindy pamit untuk pulang karena hari juga sudah hampir mendekati siang.


****


Keesokan hari nya, Imelda yang sudah mendapatkan pesan dari dokter bahwa hasil pagi ini sudah keluar diminta untuk datang ke rumah sakit, dengan didampingi oleh suaminya setelah sarapan mereka segera menuju rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, Imelda segera menuju ruangan dokter Rizal, setelah mereka memberikan informasi sudah janji bertemu.


"selamat pagi dok,,!" ucap Leon


"pagi pak Leon, Bu imelda silahkan duduk,," jawab dokter


Mereka duduk dan agak sedikit gugup karena melihat wajah dokter.


"apakah tidak ada cara nya untuk sembuh dok, selain dengan obat,,?" tanya Leon


"bisa pak, dengan operasi, tapi yang perlu dikhawatirkan efek setelah operasi kemungkinan ibu Imelda bisa kehilangan sedikit memori tentang semuanya." jawab dokter


"gak dok,, saya gak mau,, biar saja saya seperti ini adanya, saya ikhlas dok, daripada saya harus kehilangan sebagian kenangan saya, itu lebih menyakitkan.," ucap Imelda


"tapi sayang, apa gak sebaiknya kamu operasi saja, walaupun kamu akan kehilangan sebagian memori mu, aku tidak akan meninggalkan mu,asalkan kamu sembuh,!" ucap Leon


"tidak sayang,, aku tidak mau, tetap tidak mau, biarkan aku hidup bersama mu sampai akhir hayatku dengan kenangan yang aku miliki." ucap Imelda


"baiklah jika ibu Imelda, tetap kekeh dengan pilihan ibu, saya mengerti Bu. yang penting ibu tetap diminum obatnya, makan makanan sehat, istirahat yang cukup, dan jangan terlalu banyak pikiran.." ucap dokter


"iya dok, terimakasih kalau begitu kami permisi,," jawab Leon


Segera meninggalkan rumah sakit,,

__ADS_1


****


Sudah dua hari sejak kejadian Ayu dibawa oleh ibunya Bastian, hingga sekarang keadaan cukup aman. Dikamar Cindy masih belum meminta ijin untuk pergi ke ulang tahun Silvi, karena takut.


Cindy keluar dari kamar bergabung dengan Bella, Ayu, dan nenek yang sedang nonton Brownies sambil makan es campur. Tak lama kemudian terdengar pintu diketuk dari luar, Cindy pun segera berjalan menuju pintu depan.


Ternyata tamu yang datang keluarga Bastian semuanya. Cindy mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk diruang tamu, Cindy kembali untuk memanggil Bella.


"silahkan duduk, saya akan panggilkan mba Bella,,!" ucap Cindy


" mba Bella, ada tamu keluarga nya Bastian datang semua,,!" kata Cindy lagi


Bella dan nenek kaget,,


"mau apa lagi mereka,,!" ucap Bella


Mereka pun segera keluar menemui tamu.


"ada keperluan apa anda datang kerumah saya Nyonya,,?!" tanya Bella


"bukankah sudah jelas peringatan yang saya berikan,,!" ucap Bella


"begini nak Bella, sebelumnya kami sekeluarga datang kesini tulus ingin meminta maaf kepada nak Bella beserta ibu, karena beberapa hari kemarin sempat terjadi kesalahpahaman karena keegoisan istri saya. tapi kali ini istri saya sudah menyadari kesalahannya dan berjanji untuk tidak merebut Ayu dari nak Bella.." jelas ayah Bastian


"kami sunggu sadar, dengan keterbatasan kami, yang berharap mendapatkan keturunan tapi Tuhan berkehendak lain Bastian sudah tidak akan bisa memberikan keturunan lagi, jadi maaf kalau kami sebelum jadi egois. Saya mohon nak Bella mau memaafkan semua kesalahan yang pernah dilakukan Bastian dimasa lalu, dan yang dilakukan istri saya kepada nak Bella, yang saya tau sangat menyakitkan.." ucap ayah Bastian lagi


"jika nak Bella tidak keberatan dan mau berbaik hati, memberikan kami kesempatan untuk bisa juga menyayangi Ayu sebagai bagian keluarga kami juga, tanpa merebut Ayu dari nak Bella." kaya ayah Bastian


Bella dan nenek saling pandang,,,


"baiklah, saya harap apa yang tuan ucapkan itu semua bisa dipertanggung jawabkan, dan bukan hanya omong kosong, saya terima permintaan maaf kalian sekeluarga,, saya juga mengerti maksud Nyonya yang menginginkan cucu penerus keluarga, tapi maaf Ayu anak saya, saya berhak penuh atasnya. Jika kalian ingin bertemu Ayu, silahkan datang kesini.." ucap Bella


"oiya Cindy tolong ambilkan undangan untuk keluarga Bastian didalam lemari itu ya,," kata Bella


Cindy berjalan menuju lemari yang ditunjuk, mencari dan membawa kembali.


"ini mba,," sambil menyerahkan


"oiya,, ini sekalian jika kalian sekeluarga berkenan hadir,di pernikahan saya ini undangan nya.." ucap Bella sambil menaruh undangan diatas meja.

__ADS_1


"kamu usahakan kami akan datang,, terimakasih Bella atas kebaikan hatimu, sudah bersedia memaafkan kami, kami permisi pamit,,,!" ucap ayah Bastian


Mereka keluar dan segera pulang.


__ADS_2