
Setelah dokter keluar, Cindy pun bersiap untuk menyuapi Imelda.
" Bu Imelda, ingin makan yang mana, ini ada nasi, roti gandum, lauk nya ayam goreng, ikan goreng, sayur nya ada capcai, sayur sop, perkedel, kerupuk, buah nya ada pisang dan apel...!" ucap Cindy
" yang mana ya,,, kamu aja deh yang makan, ibu gak berselera,!" jawab Imelda
" dikit aja Bu, untuk syarat ibu minum obat, nanti sisa nya baru Cindy yang habiskan, tapi kalau ibu gak mau makan ya sudah Cindy gak mau nungguin ibu lagi dan Cindy akan mogok makan juga dirumah..!" pancing Cindy
' yah jangan begitu dong. iya deh iya, kamu bisa banget deh ngancem ibu, oke ibu makan tapi jangan banyak-banyak ya, takut nya nanti muntah.!" ucap Imelda
"gak perlu dihabiskan Bu, jika ibu sudah kenyang, yang penting ada makanan yang masuk kedalam perut ibu, jadi mau makan yang mana,,?" tanya Cindy
"nasi dengan sayur sop dan perkedel,,!" jawab Imelda
Cindy segera mengambil piring kecil tempat ayam, dan menyatukan ayam dengan ikan. Piring kecil diisi nasi dan disiram sayur sop. Disuapi ke Imelda dengan pelan dan sabar menunggu sesekali diberikan perkedel juga.
"Cindy, udah perut ibu sudah gak mau nerima, ibu ingin makan apel itu, kamu tolong kupas ya,,!" ucap Imelda
"oke Bu, Cindy carikan pisau dilaci sebentar..!" ucap Cindy
Ternyata dilaci paling bawah, ada beberapa perabot tersimpan ada gelas, piring, mangkok, sendok, garpu, dan pisau buah.
'wow kelas VIP emang spesial ya,,' batin Cindy
Cindy kembali kesamping ranjang, dan mengupas kulit apel serta memotong buah nya kecil-kecil, lalu memberikan kepada Imelda.
"makanan nya ibu sudah, kamu segera habiskan saja, disofa sana, biar ibu disini makan apel ini,,!" ucap Imelda
" baiklah,, Cindy memang sudah lapar Bu dari tadi he-he-he,," jawab Cindy
Beranjak menuju sofa dengan membawa nampan ditangan, tak lupa dia mengunci pintu terlebih dahulu, kemudian dia makan dengan lahap. Tak butuh waktu lama makanan habis dimakan nya. Cindy menaruh nampan makan nya di meja samping ranjang dan membuka pintu kamar.
Cindy kembali mendampingi Imelda disamping ranjang,
" Cindy, kenapa ibu merasa aneh dengan badan ibu ya,, tangan dan kaki ibu rasanya lemas sekali tidak ada tenaga untuk digerakkan,, kenapa ya?" tanya Imelda
" ibu sabar jangan mikir yang aneh-aneh, mungkin itu hanya efek obat sementara saja, oiya ibu belum minum obat, mana ya suster belum datang, Cindy pencet tombol nya dulu deh..!" jawab Cindy
Setelah menunggu beberapa saat,,,
Tok,,Tok,,Tok,,!!!
Dokter dan suster datang, suster membawa nampan berisi beberapa obat.
"Bu Imelda sudah makan malam kan, sekarang waktunya minum obat,, suster berikan obatnya ke mba Cindy,, apa ibu masih merasa lemas,,?" tanya dokter
"iya dok, tadi saja saya mau mengangkat apek berat sekali,, kenapa ya dok, apa saya lumpuh dok,,?" tanya Imelda
__ADS_1
"huss,, ibu gak boleh bicara seperti itu, kita belum tau hasil lab ibu apa,, perbanyak menggerakkan tangan dan kaki ibu, dan jangan sampai malas untuk makan ya..!" ucap dokter
" setelah minum obat, ibu sebisa mungkin istirahat ya,,saya tinggal ya Bu Imelda, Cindy " ucap dokter lagi
"iya dokter,,!" jawab Cindy
Sepeninggalan dokter,,,
"hayoo ibu kita minum obat,," Cindy mengeluarkan satu per satu obat ke tangannya, ada 6 butir obat.
Sambil memegang gelas, meminum obat yang besar terlebih dahulu, baru 4 butir obat kecil diminum langsung. Selesai minum obat, ibu Imelda segera tiduran, karena efeknya mulai ngantuk, hingga akhirnya tertidur. Cindy pun berjalan kearah pintu untuk mengunci pintu, dan kembali ke sofa untuk tidur.
****
Keesokan harinya, Cindy sudah terbangun lalu dia mandi, karena kalau Bu Imelda sudah bangun dia pasti akan sibuk. Tak lama setelah dia selesai mandi, pintu kamar diketuk dari luar.
Tok,,Tokk,,Tok,!!!
Cindy berjalan menuju pintu dan membuka.
'oh pak Leon, dan bibi juga,,!" ucap Cindy
"bagaimana keadaan ibu, Cindy?" tanya Leon
" semalam mau makan tapi gak banyak pak, mau minum obat, cuma ada keluhan dari ibu, Bu Imelda merasakan tangan dan kaki nya lemas seperti tidak ada tenaga untuk menggerakkan nya,, dokter pun sudah mengetahui, tapi karena hasil lab belum keluar jadi dokter belum bisa menjawab pertanyaan Bu Imelda, kata dokter sih, hari ini hasilnya keluar,,!" jelas Cindy
"selamat pagi sayang,, ini aku bawakan kamu buah, dan beberapa camilan untuk Cindy juga ya,," ucap Leon menengok ke Cindy
"wah, Cindy juga kebagian ya, terimakasih pak,,!" jawab Cindy
"iya pasti kebagian,, kan kamu yang jaga ibu disini, jadi kamu juga harus banyak makan, jangan sampai ikutan sakit karena lupa makan,,!" jawab Leon
"bagaimana kondisi badan kamu sayang,,?" tanya Leon ke istrinya
" sayang, jangan-jangan aku lumpuh ya,, ini tangan dan kaki lemas sekali tak ada tenaga untuk digerakkan,, kalau aku lumpuh bagaimana sayang,,!" ucap Imelda sedih
" kamu ngomong apa sih,, gak boleh bicara seperti itu, kita dengarkan nanti hasilnya dari dokter ya,, yang penting kamu tetap harus makan dan minum obat,," jawab Leon
Tak lama kemudian dokter masuk kedalam kamar itu.
"wah sudah ramai sekali,, selamat pagi pak Leon, anda santai sekali hari ini, apa anda tidak berangkat ke kantor,,?" tanya dokter
" untuk hari ini tidak dok, saya ingin menemani isteri saya, dan menemani Cindy juga jika dia jenuh sendiri." ucap Leon
" hemm,,, oke oke,, selamat pagi Bu Imelda,,? apa anda merasa lebih baik sekarang,,?!" tanya dokter
"sakit kepala sih sudah agak berkurang dok, dibandingkan kemarin tapi ini badan saya masih lemas dan tidak bertenaga.." ucap Imelda
__ADS_1
" jadi apakah hasil lab sudah keluar dok,,?" tanya Leon
Baru saja dokter akan bicara, tiba-tiba pintu diketuk
Tok,,Tok,,Tok,,!!! dari arah luar dan dibuka masuklah orang tua Leon,
" mama, papa, kenapa pagi sekali kalian datang kesini.!" tanya Leon
" memang nya kenapa, kebetulan mama dan papa ada undangan dengan klien di hotel seberang rumah sakit ini, jadi mama mampir sebentar untuk melihat kondisi Imelda,,!" jawab mama
" bibi, bisa tolong kembali kerumah dan siapkan pakaian Imelda nanti bawa kesini lagi ya, Cindy tolong bantu bibi dulu ya..!" ucap Leon
"baik tuan,,!" jawab bibi
Bibi dan Cindy segera meninggalkan ruangan VIP tersebut, menuju parkiran mobil karena supir yang tadi mengantarkan bibi dan Leon stanbay menunggu.
" iya pak Leon, ini hasilnya sudah keluar dan sudah saya baca, ternyata Bu Imelda selain mengidap penyakit Meningitis beliau juga menderita penyakit Myasthenia Gravis." ucap dokter
" penyakit apa itu dok,, saya baru dengar,?" ucap mama Leon
"iya Bu, ini termasuk penyakit langka, penyakit ini menyerang otot syaraf,,!" ucap dokter
" Myasthenia Gravis (MG) adalah penyakit autoimun kronis dari transmisi neuromuskular yang menghasilkan kelemahan otot. Myasthenia Gravis menyebabkan kelelahan yang cepat (fatigabilitas) dan kehilangan kekuatan pada saat beraktivitas dan membaik setelah istirahat. Myasthenia Gravis dapat menyerang berbagai otot, tetapi yang paling umum terserang adalah otot yang mengontrol gerakan bisa dari tangan, kaki, gerakan mata, kelopak mata, mengunyah, menelan, batuk dan ekspresi wajah. Bahu, pinggul, leher, otot yang mengontrol gerakan badan serta otot yang membantu pernapasan juga dapat terserang,," jelas dokter
" jadi saya lumpuh dok,,?!" tanya Imelda tiba-tiba
" maaf Bu Imelda, saya tidak bicara seperti itu, tapi saat ini memang Bu Imelda membutuhkan seseorang untuk membantu ibu dalam beraktivitas." jawab dokter
" tapi bisa disembuhkan dok,,?" tanya Leon
" mohon maaf untuk penyakit ini sendiri tergolong langka, dan belum ada obatnya, hanya bisa dibantu dengan perawatan, namun penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Karena penyakit ini menyerang imun Bu Imelda, jadi dia akan tetap ada selama Bu Imelda masih hidup, seperti itu." jawab dokter
" baiklah kalau begitu saya permisi dulu, jika nanti ada keluhan lain bisa segera panggil saya,, permisi..!" ucap dokter
" terimakasih dok,,!" jawab papa Leon
Imelda, kembali sendu tapi tak menangis setelah tau jika dia hanya wanita yang tidak bisa diharapkan apa lagi dibanggakan.
" sayang, kamu gak usah pikiran apa yang tadi dokter katakan, sekarang kamu semangat saja untuk menjalani hari seperti biasa.. oke,,!" ucap Leon
Imelda masih diam..
" Leon, mama dan papa pamit dulu ya, karena masih harus mengunjungi undangan klien di hotel seberang rumah sakit ini,,!" ucap mama
"iya, hati-hati,,!" jawab Leon
Tak lama Cindy kembali tanpa bibi, dengan membawa tas besar isi baju, setelah mengetuk pintu dan membuka, melihat Bu Imelda sedang tidur dan diruangan itu tidak ada siapa-siapa. Cindy meletakkan tas dimeja samping ranjang, lalu keluar mencari pak Leon, ternyata dia sedang duduk didepan kamar yang mengarah langsung ke taman.
__ADS_1