
Stella dikursi belakang duduk diam melamun menatap jendela luar, pikiran nya melayang saat dia mendekam di dalam penjara tak ada keluarga yang datang menengok apa lagi menolongnya, kalut stress bingung yang dirasakan Stella saat itu hancur sudah karier nya, merasa sebagai sampah.
flashback on,,,
Didalam penjara dengan kepasrahan, sampai keesokan Stella mendapatkan kunjungan dari seseorang yang tidak pernah terlintas apa lagi masuk dalam pikirannya, Yon datang ke Jakarta begitu melihat berita penangkapan Stella, langsung dari Bandung ke kantor polisi.
Sampai Stella menangis memohon dibebaskan dan keesok nya Stella pun bebas bersyarat dengan Yon sebagai penjamin nya. Stella keluar dari sel tahanan dengan terus menggandeng lengan Yon.
Yon mengantarkan ke apartemen dan berniat kembali tapi ditahan oleh Stella "Yon jangan pergi, tetap lah disini,,!" pinta Stella
"baiklah aku akan menemanimu malam ini,!" ucap Yon
Stella masuk kedalam kamarnya mandi bersih-bersih "akhirnya masih ada laki-laki bodoh itu yang bahkan mau menjamin ku bebas, Yon Yon aku tahu kamu pasti datang begitu melihat ku di media, aku yakin kamu masih mencintai ku..!" ucap Stella pede
Selesai Stella berganti pakaian,lalu keluar kamar melihat Yon ada didapur sedang memasak. Berjalan menghampiri memeluk dari belakang.
"Yon terimakasih sudah membantuku,, aku sadar kalau memang hanya kamu yang begitu mencintai ku,!" ucap Stella lembut
Yon berbalik dan mereka kini berhadapan.
"aku selalu mencintaimu Stella, aku pasti akan membantu mu sebisa ku, asalkan kamu mau berubah menjadi wanita yang baik dan menikah lah dengan ku,,!" ucap Yon
Stella agak sedikit terkejut walaupun dia tahu Yon mencintai nya dari dulu tapi dia tak menyangka jika Yon akan melamar nya. "Yon Yon kamu itu buka selera ku, aku butuh pria kaya, bukan hanya penjual kue seperti mu" batin Stella
"Stella kenapa diam,, mau kah kamu menikah dengan ku,,?" tanya Yon lagi
"ehmm Yon, aku baru keluar dari penjara, psikologi ku belum stabil biar kan aku berfikir dengan tenang lagi pula masih banyak waktu tak perlu terburu-buru.!" elak Stella
"aku hanya butuh kamu sedikit mendampingi ku menjalani hari-hari, begitu aku siap tampil sendiri aku gak butuh kamu lagi Yon,,!" pikir Stella
"oke aku minta maaf sudah terburu-buru memaksakan kehendak ku, lupakan saja soal tadi okey,,!" jawab Yon mengacak rambut Stella.
__ADS_1
"ayo kita makan siang dulu, selagi masih hangat,,!" ajak Yon
Keesokan paginya,
"Stella aku harus kembali ke Bandung, masih ada keperluan gak pa pa kan aku tinggal?" Yon terlihat khawatir.
"gak masalah Yon, pergilah aku akan baik-baik saja di sini, uruslah keperluan mu sampai beres dan jangan lupa kembali ya,,!" jawab Stella manja
"baiklah kirimkan aku nomor rekening mu, aku akan mentransfer uang untuk membeli keperluan mu, walaupun tak banyak semoga bermanfaat dan kamu bisa sedikit berhemat,,!" jawab Yon lalu mencium puncak kepala Stella, baru kali itu Yon bisa mencium wanita yang dia cintai sejak dulu, dan Yon juga yakin kalau dia akan bisa mendapatkan Stella nantinya.
Yon pergi meninggalkan apartemen Stella. Stella segera mengirim nomor rekening Bank miliknya ke Hp Yon, "coba kita liat berapa banyak uang yang bisa kamu kasih ke aku Yon,,?" ucap Stella
Yon yang baru akan keluar dari basement apartemen membuka Hp dengan segera mentransfer uang yang dijanjikan.
Stella yang mendapatkan notifikasi di Hp nya membaca "Hah,, cuma 15juta bisa beli apa,?!" kata Stella.
"Yon mana mungkin aku mau menerima kamu yang hanya bisa memberikan aku uang segini!" kata Stella lagi.
Sampai suatu hari dimana Yon datang ke apartemen Stella dengan maksud memberinya surprise sudah menyiapkan cincin lamaran juga. Tapi begitu tiba di apartemen ternyata tidak dikunci dan Yon pun masuk begitu sampai di ruang tamu samar tapi jelas terdengar suara desahan perempuan dari dalam kamar yang biasa Stella tempati dan agak sedikit terbuka.
Yon sempat diam ditempat bingung harus maju atau mundur, tapi hati nya memintanya untuk memastikan apa yang terjadi didalam kamar Stella. pelan Yon melangkah mengintip dari celah pintu terlihat Stella dengan laki-laki yang pantas dijadikan ayahnya sedang bergumul.
Dengan perasaan marah dan kecewa, berbalik berjalan ke sofa dan duduk disana. "jadi ini kenapa setelah aku pergi kamu gak pernah ngasih kabar aku, bahkan tak membalas pesan maupun telepon ku,,!" batin Yon dengan tangan terkepal.
Yon berusaha menenangkan dirinya, mencoba ikhlas menghadapi kenyataan jika Stella memang tidak akan bisa menerimanya.
Pintu kamar pun terbuka laki-laki itu keluar dari kamar kaget melihat seorang duduk di ruang tamu. "siapa anda, sedang apa anda disini?!" tanya pria tua itu
Yon masih diam dan hanya berdiri.
"Stella sayang coba kamu keluar seperti nya kita kedatangan tamu sayang,,!" panggil pria itu
__ADS_1
Stella keluar dan begitu syok melihat Yon sudah berdiri disana yang entah sejak kapan. "kamu kenal dia sayang,,?!"
"eh, oh dia teman ku sayang, tak apa. kamu kembalilah ke kamar, aku mau bicara dengan nya sebentar!" jawab Stella
Stella menghampiri Yon "terimakasih ya Stell sekarang mata ku sudah terbuka, kamu memang bukan wanita yang pantas untuk ku,! permisi,,!" ucap Yon dan pergi keluar.
Melihat kepergian Yon, Stella hanya mengangkat bahu. "ya udah biarin aja lah, nanti juga begitu aku telepon kamu akan datang menemui ku!" gumam Stella
Semenjak kejadian menyakitkan itu akhirnya Yon menerima tawaran kerjasama dari pihak restoran di Australia untuk menjadi koki khusus pastry disana, hingga Yon bisa membuka toko kue disana, berikut nya di Malaysia.
Sementara Stella sendiri, tertangkap basah sedang berselingkuh dengan laki-laki lain di hotel, pria yang memberikan segalanya kepada Stella kini pun membencinya dan meminta semua aset yang sudah dia berikan kepada Stella.
Disaat terpuruk Stella kembali mencoba merayu Yon dan Yon selalu mengabaikan nya, bahkan menggapnya tak ada.
Yon kembali dengan wajah baru yang sudah semakin sukses dengan bisnis kesukaannya, bahkan dia sedang menjalin kerjasama dengan Baim sebagai investor.
Stella kini hanya hidup dari satu pria ke pria lain, tanpa kekayaan yang dimiliki, hanya artis pemeran pembantu dan masih dengan dendam ingin merebut Adrian.
flashback off,
"udah sampai Stella, kamu bisa segera turun,,!" ucapan Yon mengembalikan ingatan nya.
"oh iya Terimakasih,!" Stella menjawab lesu dan turun dari mobil
Tanpa menunggu Stella masuk, Yon langsung tancap gas meninggalkan Stella yang masih mematung di pos satpam apartemen.
****
****buat Stella kita bilang apa ya,,? kasian ya,,? apa rasain Lo,,?
jangan lupa like and vote nya 🤗**
__ADS_1