
Seperti janji mereka sorenya mereka berjalan-jalan dipantai menikmati angin sepoi-sepoi dan sinar langit yang siap berpindah ke warna jingga. Duduk diatas pasir bermain ombak berlarian bebas berekspresi tak ada yang mengenali mereka tak perlu jaim.
Puas bermain-main dengan ombak, mereka duduk diatas tikar sambil menikmati kelapa muda dan beberapa makanan camilan, ditambah lagi Cindy meminta rambutnya dikepang oleh penduduk Bali.
Dari kejauhan sepasang mata wanita menatap pasangan yang sedang asik bercengkrama.. "itu bukannya Adrian dan Cindy ko mereka baik-baik aja ya,,?" gumam Susan
"haloo,,!" seorang wanita menyapa
Mereka mendongak melihat dihadapan mereka seorang wanita cantik yang mereka kenal.
"boleh gabung,,?"
"gak boleh,, gak tau apa kita lagi pacaran,,!" Adrian menjawab ketus
"sayang jangan ketus gitu dong, gak pa pa kali kalau dia ikut gabung. silahkan mba duduk,,!"
Wanita itu ternyata adalah Susan, ya Susan memiliki kantor cabang di Bali dan Jakarta, meski kantor itu milik suami keduanya tapi dirinya dipercaya mengelola sebagai penghilang kejenuhan.
"terimakasih,,!"
"selamat ya untuk pernikahan kalian, aku senang dengar nya,,kenapa gak undang sih,,?"
"kami belum mengadakan resepsi mba, nanti dalam waktu dekat kami menggelar resepsi mba Susan pasti akan kami undang,,!" jawab Cindy
Adrian tak minat untuk ngobrol dengan Susan, jadi dia lebih banyak diam dan mendengarkan.
"kamu beruntung banget ya, bisa dapet Adrian,,?"
"beruntung gimana nih maksudnya mba,,?"
"ya beruntung semuanya, kamu dapat Adrian laki-laki kaya, tampan, punya segalanya, baik, dan punya cinta nya untuk kamu,,!" terdengar dari nada nya Susan ada sedikit kecemburuan
"saya lebih respek dengan cinta nya Adrian untuk saya, dari pada kekayaan Adrian, karena tanpa dengan Adrian pun saya dan keluarga saya sudah kaya, jadi saya melihat Adrian murni karena cinta nya yang begitu besar kepada saya, jadi nya saya menerima Adrian.!" jelas Cindy
"kamu tau kan dulu orang tua ku pernah menjodohkan ku dengan Adrian,,!"
__ADS_1
"tau lah, tapi gak jadi kan, karena sebenarnya kamu sudah punya pilihan lain dan gimana kabar anak kamu,,?" Cindy menjawab langsung ke intinya
Susan agak sedikit kaget ternyata Cindy tau cerita nya, berarti Adrian sudah cerita.
"aku keguguran, saat orang tua ku menyetujui hubungan kami dan kami menikah, hidupku lumayan baik tapi sayangnya hubungan orang tua ku dengan suami ku masih tidak baik. sampai aku jatuh dan keguguran disitulah orang tua ku menyuruh aku bercerai.! ternyata sikap baik orang tua ku palsu..sampai sekarang aku sudah menikah lagi dengan pria kaya pilihan orang tua ku,,!"jelas Susan
"aku sebagai wanita turut bersedia dan berduka untuk bayi mu, tapi biar bagaimanapun kehidupan harus terus berjalan dilarang bersedih.!" jawab Cindy
"ya kamu benar Cindy, tapi waktu aku menolak perjodohan dengan Adrian aku agak sedikit kecewa, he-he-he,,,!" ucap Susan nyengir
"tapi kan kamu sekarang sudah memiliki pasangan juga, sudah bahagia juga, apa sekarang kamu sudah punya anak,,?"
"tidak belum,, entahlah, aku tidak memikirkan itu,!" jawab Susan pelan
"sayang udah hampir malam kita kembali ke hotel yuk,,!" ajak Adrian
"oh oke,, Susan kami pamit ya, sampai ketemu lagi..!" pamit Cindy
"oke,,!" jawab Susan
Sepeninggalan Adrian dan Cindy, Susan terus menatap punggung pasangan itu "kamu gak tau Cindy aku menikah dengan laki-laki kaya pilihan papa yang usia nya seumur papa ku, dan dia impoten Cindy,,!" teriak dibatin Susan
"papa mama aku benci kalian, cinta kalian padaku palsu*.!!" Susan menatap laut dengan wajah emosi.
****
Masuk kedalam lobby hotel,,
"sayang tadi kamu lihat gak muka nya Susan, kaya yang benci banget sama hidup gitu deh,,!"
"ah biarin aja lah, bukan urusan kita juga ko, kita kan gak tau cerita dia yang sesungguhnya.!" jawab Adrian
"iya sih,,, jadi malam ini kita,,,? ehmmm,,,!"
"asikkk tumben kamu yang minta sayang, udah gak sabar pengen bunga dede bayi ya,,!"
__ADS_1
"gak tau lagi pengen aja, kenapa,,?"
"gak pa pa, ayoo kita lari yu biar cepet sampai kamar,!" goda Adrian
"ngaco cape tau,,!"
Sampai didepan pintu kamar membuka kode akses masuk,,
"barengan aja yuk bersih-bersih nya,,!" ajak Cindy
Mereka bersama kekamar mandi bersih-bersih badan karena tadi sempat bermain ombak dan pasir membersihkan sisa pasir yang menempel di pakaian. Menanggalkan satu persatu pakaian hingga tersisa bra dan CD untuk Cindy dan boxer untuk Adrian, mencuci kaki, cuci muka, gosok gigi lalu dengan iseng Adrian memukul bokong Cindy.
"aduh sayang apaan sih, sakit tau,,?"
"he-he-he,,abis kamu seksi amat sih,,!"
Dibopong nya Cindy keluar kamar mandi direbahkan diatas kasur.
"siap sayang,,!?"
"tumben pake bilang biasa nya juga bak bik buk cusss,,,!" jawab Cindy
Adrian mulai mencium istrinya dengan lembut hingga mereka melakukan olahraga malam setidaknya dua kali mereka mencapai puncak bersama, dan terkapar sesudahnya. Adrian menutupi tubuh mereka mengecup kening istrinya penuh sayang, dan mereka tertidur.
****
Keesokan paginya mereka sudah bangun lebih pagi dengan alarm Hp, karena pesawat mereka jadwal pagi, berbagi tugas salah satu mandi yang lain nya memesan sarapan ringan hanya untuk mengganjal perut mereka.
"sayang udah yuk buruan, mana pak supir kemarin bawain barang kita,,!" teriak Cindy
Supir hotel datang tak lama setelah Adrian menelepon nya, membantu membawa koper yang isinya hanya oleh-oleh, padahal saat berangkat mereka hanya membawa 1 koper kecil tapi begitu pulang koper kecil mereka beranak menjadi 4. Tiba di Bandara masih menunggu 10 menit sampai mereka masuk kedalam pesawat.
Pesawat terbang mengudara melewati biru nya awan di langit yang terlihat seperti gundukan kapas. Jakarta Bali tak memakan waktu lama, yang bikin lama itu perjalanan dari bandara menuju rumah.
Pesawat tiba di Bandara Soekarno Hatta bersiap turun, mengambil koper menarik mereka keluar mencari supir mereka, siapa lagi kalau bukan Alex.
__ADS_1
Alex asisten pribadi, supir pribadi, semua yang serba pribadi itu Alex ha-ha-ha,, bos mah bebas mau nyuruh siapa aja yang jemput, dan gak ada alasan Alex menolak perintah bos nya karena Adrian yang menggaji nya , karena hari ini Minggu, dan juga karena Alex jomblo.
Alex dengan wajah masam saat mendapat telepon dari Adrian yang sudah naik pesawat langsung bergegas mandi dan ke bandara untuk menjemput, dan disana lah dia sekarang menatap sepasang pengantin baru keluar mendorong koper.