
Kita tinggalkan saja Caca yang sedang merutuki Alex sambil menikmati roti bakar pesanannya, semoga Alex di luar sana tidak sedang makan karena kasian bisa tersedak dia 🤭.
"oooo begitu proses nya,,!" ucap Adrian lalu mematikan layar Hp nya
"gimana sayang sudah mulai paham?" tanya Cindy
"sudah lebih mengerti lah, semoga sampai menjelang persalinan kamu gak mengalami fase mual muntah ya sayang,!" Adrian sambil mengelus kepala dan perut Cindy
"aamiin semoga ya,,!"
"aku akan menjadi suami siaga, dek kalau nanti saat kamu mau lahir, usahakan ya dek saat papa masih dirumah ya.!"
"kamu ada-ada aja deh mana bisa diprediksi kaya gitu sih, aku kan mau nya lahir normal jadi ya natural aja.!" jawab Cindy
"kenapa gak cecar aja sih sayang, jadi kita bisa menentukan tanggal cantik untuk anak kita dan aku gak harus melihat kamu kesakitan deh,,!"
"sayang, apa pun proses melahirkan mau normal atau cecar itu pilihan dari kami perempuan atau pun memang ada beberapa ibu hamil yang disarankan cecar oleh dokter dengan alasan tertentu. tapi aku yakin deh sayang setiap ibu hamil dia akan memilih lahir normal jika bisa, karena apa? kami mencari rasa bagaimana dulu aku dilahirkan mama susah payah, makanya aku ingin merasakan itu.!" jelas Cindy
"tapi kan sayang sakitnya luar biasa kan, makanya mama gak mau punya anak lagi karena sakit yang luar biasa itu, jadi lah aku sendirian.!"
"gak usah sedih gitu kali sayang, ada istilah yang namanya truma ko, tapi sekarang kamu gak sendirian ada aku, dan anak kita!" jawab Cindy
"siapa nanti yang mau kamu butuhkan saat kamu melahirkan sayang,,?"
"kamu, mama Windy, mama Vivi, dan Oma, karena kalian semangat ku.!"
"jika Oma dan mama sibuk,,?"
"cukup dengan kamu dan mama ku,!"
"apa kamu yakin bisa sayang,,?"
"harus yakin, kamu juga harus dukung dan kasih aku semangat jangan malah buat aku gak yakin, kita harus sama-sama yakin..!"
__ADS_1
"ya okelah, pokoknya aku hanya mau yang terbaik untuk kamu dan anak kita, karena kalian adalah kebahagiaan ku,!" jawab Adrian
"ya sudah bagaimana kalau kita turun makan siang dulu,,!" ajak Adrian
Sampai dibawah Meli sedang menata makanan di meja makan.
"silahkan Bu sudah matang,!"
"terimakasih ya Mel,, eh iya ini kan tanggal merah Mel kamu gak kencan sama pak Agus,,?" ledek Cindy
"kencan apaan sih Bu,,?
"ya kencan nonton bioskop kek, makan ke cafe kek, atau cuci mata di mall tanpa belanja gitu kan bisa,,!"
"tadi sih pak Agus ngajakin, tapi gak berani bilang sama ibu sama bapak juga,,!"
Cindy menatap Adrian "sayang gimana tuh, boleh gak?"
"emang kalian udah jadian pakai mau kencan segala,,?!"
"ooh ya udah sana gih pergi, pakai motor yang didalam garasi aja, tapi jangan terlalu malam pulang nya,!"
"jadi boleh pak, makasih ya pak, makasih Bu Cindy, malam apa nya pak, sore juga sudah sampai rumah lagi.!" Meli segera berlari keluar menemui pak Agus
Meli masuk lagi melewati meja makan masuk kekamar berganti pakaian kilat dan keluar lagi "Bu Meli makan bakso dulu ya,,! ibu mau dibawain juga gak?"
"bakso ya Mel,, boleh juga tuh bawain ya jangan pakai mie ya, saos sambal pisah aja, makasih ya Mel!"
Meli keluar dan pak Agus sudah menunggu dengan motor matic yang sudah dia keluarkan dari garasi, karena motor jarang dipakai jadi kunci selalu tergantung di motor.
"sayang kita nonton tv di ruang keluarga aja yuk, sambil makan buah ah,,!" Cindy berjalan ke kulkas melihat buah yang sudah dipotong oleh Meli jadi dia tinggal menaruh diatas piring.
Kali ini Cindy ingin membuat salad buah "sayang kamu mau kan salad buah, aku buat agak banyak ya,,!"
__ADS_1
Adrian yang sudah lebih dulu didepan tv melihat infotainment siang, tak lama Cindy muncul dengan semangkuk aneka buah potong yang disirap mayonaise dan susu ditaburi parutan keju yang luber.
"sayang kamu gak salah banyak banget bikin salad nya,,?"
"ya gak dong ini kan untuk kita bertiga,,!"
Sambil menikmati panas nya siang itu dengan salad buah segar menatap layar tv, yang pas kebetulan menampilkan berita seorang artis yang bisa dibilang sudah anjlok kita tampil di publik dengan menggandeng seorang pria setengah baya.
"ya ampun Stella sama siapa lagi itu,, kasian amat sih hidupnya dia,,?" ucap Cindy
"biarin aja lah,, gak penting,!" Adrian sudah bersiap ingik mengganti Chanel tv tapi ditahan oleh Cindy
"jangan dulu sayang, kita liat dulu!"
Cindy menyuapi Adrian yang bermain Hp, sampai salad buah itu habis dan mereka kekenyangan.
****
Di tempat lain Susan yang saat itu juga sedang santai menonton tv kaget melihat berita di tv bahwa Stella secara terang-terangan menyebut bahwa pak Handoko adalah kekasih nya.
Dengan kepala yang panas, Susan merasa harga dirinya jatuh, "dasar laki-laki hidung belang mata keranjang berani-beraninya dia selingkuh dibelakang gue,,!" teriak Susan
"ini gak bisa dibiarin, gue gak mau kalau sampai Stella wanita sialan itu ngambil suami gue,, kurang ajar Stella,, berani Lo main-main sama gue,,!" jerit Susan
Susan menelepon kuasa hukum suaminya "pak saya Susan istri pak Handoko,, saya mau tahu apa hak saya sebagai istri Handoko,!"
"menurut perkataan pak Handoko, beliau akan tetap membagi harta nya kepada ibu itu 25 persen, jadi ibu hanya menerima mobil pribadi yang ibu pakai dan ada deposito sejumlah 1miliyar juga untuk ibu.!"
"apa hanya 25 persen, jadi maksudnya 25 persen itu hanya mobil dan deposito saja, iya,,,!!" teriak Susan
"betul sekali Bu,!"
"ya udah makasih,,!" Susan memutuskan sambungan telepon nya
__ADS_1
"kurang ajar si Handoko dia nipu gue, dulu dia bilang akan ngasih gue aset kekayaan dia, tapi nyata nya,,?" ucap Susan geram
"oke kita liat aja,, siapa yang akan menang pada akhirnya,,!" ucap Susan dengan senyum licik sambil menatap kearah foto pernikahan nya.