Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Kita Berteman oke


__ADS_3

Sampai di parkiran "kita sudah jauh dari mereka apa yang mau kamu katakan,,?" ucap Cindy


"Cindy,,,! aku merindukan mu,!" jawab Hendra


"bukan itu jawaban yang ingin aku dengar,,!"


"oke oke, bagaimana jika kita ngobrol sambil minum teh di cafe sana,!" ucap Hendra sambil menunjuk cafe diseberang restoran Jepang


Cindy berjalan mendahului Hendra agar semuanya cepat beres dan tidak bertele-tele. Hendra hanya mengikutin Cindy berjalan dibelakang nya, begitu dipinggir jalan raya dan akan nyebrang Hendra tiba-tiba menggandeng tangan Cindy dan menyebrang bersama.


"terimakasih,,!" ucap Cindy sambil melepaskan pegangan tangan Hendra.


Cindy masuk kedalam Cafe itu memilih tempat duduk di pojok Hendra mengikuti, pelayan datang menyodorkan buku menu.


"silahkan mau pesan apa,?"


"teh jasmine 1 dan kopi Moccha 1," jawab Hendra


dia masih ingat teh kesukaan ku" pikir Cindy


"oke sekarang katakan kenapa tiba-tiba muncul,,?"


"kenapa kamu begitu tak sabar, santai lah, wanita hamil tidak boleh terburu-buru.!" jawab Hendra


"aku tidak punya banyak waktu, ini masih jam kerja, aku harus kembali ke kantor.!"


"baiklah,, maafkan aku Cindy ku, jika dulu aku pergi dari sisi mu, dan tidak pernah mengirimkan pesan untuk mu.!" ucap Hendra


"sudahlah tak perlu kamu sesali, semua memang sudah jalan nya seperti ini, kita mendapatkan kehidupan yang berlainan, aku sudah dengan kehidupan ku, dan kamu juga dengan kehidupan mu.!"


"kamu mungkin bisa mendapatkan kehidupan mu, dan melupakan aku Cindy, tapi aku,,? aku masih saja meskipun jauh hatiku stak padamu,!" balas Hendra


"ada baiknya mulai sekarang kita bersikap profesional layaknya rekan kerja, tidak mengungkit masa lalu.!"


"kenapa karena kamu sudah menikah,,?!"


"ya, aku sudah menikah dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu, jadi lebih baik jika kita berteman baik saja.!" jawab Cindy

__ADS_1


"kembalilah padaku Cindy, aku akan menerima dirimu juga anakmu, aku juga akan memberikan apapun yang kamu mau,,!"


"Hendra, sudah bukan hal yang tepat membicarakan perasaan, karena tak ada perasaan istimewa lagi terhadap mu, semenjak kamu pergi meninggalkan aku dan tak pernah mengirim surat padaku.!" jawab Cindy


Hendra diam, karena dilihat dari sudut manapun dia sudah tidak bisa lagi mengharapkan Cindy kembali. Dulu dia pamit kepada Cindy akan pergi dan berjanji akan mengirimkan surat ke Cindy setiap bulan nya, tapi kenyataannya Hendra melupakan janjinya. Dia memang sibuk belajar, kuliah sambil bekerja karena hanya satu keinginan nya bertemu Cindy dan menikah dengannya tapi kesalahan nya dia tidak pernah mengabari Cindy sehingga Cindy pun melupakan dirinya.


Meskipun saat ini Hendra belum terlalu sukses karena baru merintis karier nya tapi dia berani datang ke Jakarta dengan harapan Cindy masih sendiri dan menunggu nya. Tapi sayang nya jauh dari keinginan nya, setibanya di Jakarta dia langsung mencari tau alamat kantor Cindy setelah sebelumnya dia ke Bandung kerumah Cindy, ternyata rumah itu hanya ditinggali oleh pembantu rumah tangga.


Meskipun Hendra sudah tau Cindy telah menikah tapi masih ada keinginan untuk bertemu dengan nya, makanya dia mengatur cara agar bisa bertemu Cindy dengan melakukan bekerjasama dengan Cindy. Tapi kini Hendra melihat sendiri wanita yang kini duduk didepan nya bukan lagi gadis nya dulu, dia sudah milik orang lain.


"maaf pak Hendra saya rasa waktu ngobrol kita sudah cukup. untuk kerjasama kita selanjutnya akan dihandle oleh sekertaris saya Caca,!"


"saya mau kerjasama itu ditangani oleh mu, please,,!" Hendra memohon dengan tangannya


Cindy menghela nafas panjang


"bisa asalkan dilakukan dengan profesional,!"


"oke gak masalah,, jika kamu mau sekertaris mu yang hendle, itu juga gak pa pa.!" jawab Hendra


"baiklah, saya harus kembali menemui Caca, permisi,,!" Cindy berdiri dan berjalan keluar


Kembali menggandeng tangan Cindy lembut dan membawa nya kembali ke restoran Jepang.


"ternyata kamu masih kesulitan untuk nyebrang ya he-he-he,,!" ledek Hendra


"gak susah, tadi kan memang sedang banyak kendaraan, lagian kenapa sih disini gak dipasang tangga penyebrangan sih!" jawab Cindy


"kamu suruh aja suami mu, bikin jembatan penyeberangan disini,,!"


Cindy menoleh dan memajukan bibirnya dengan kerut didahi.


"berteman,,!" ucap Hendra mengulurkan tangannya


"berteman,,!" jawab Cindy menerima uluran tangan Hendra.


Berjalan masuk kembali ke restoran Jepang, disana masih dengan formasi yang sama dan tanpa hidangan apa pun, karena Caca yang ditawari makan sudah tidak berselera makan memikirkan Cindy. Begitu melihat Cindy dan Hendra masuk, Caca memeluk tubuh Cindy.

__ADS_1


"Ca, kamu kenapa,?"


"Bu Cindy baik-baik aja kan,,!" Caca memperhatikan seluruh tubuh Cindy


"saya gak pa pa Ca, kamu gak usah khawatir, kalau begitu kami permisi dulu, sampai berjumpa lagi Lesti pak Hendra,!" ucap Cindy santai


Cindy berjalan keluar diikuti Caca yang berhenti disamping pak Hendra "kalau sampai aku tahu kamu punya niat gak baik terhadap Bu Cindy, kamu berurusan dengan ku.!" ucap Caca tepat di telinga Hendra


Hendra hanya tersenyum sambil mengangkat bahu nya.


"sekertaris Cindy boleh juga, tegas dan melindungi banget, persis Cindy dulu selalu melindungi aku saat dijahili anak lain,,!" batin Hendra melayang entah kemana.


"kita pasti akan sering bertemu lagi Caca,,!" pikir Hendra.


*****


"Bu Cindy beneran gak diapa-apain kan sama pak Hendra, Caca udah pengen tabok aja itu mereka yang ngalangin Caca, tapi Bu Cindy malu lagi sama kelakuan Caca,!" ucap Caca


"ha-ha-ha,,, makasih ya Ca kamu emang selalu bisa aku andalkan, gak salah papa ngutus kamu jadi sekertaris ku, tapi Ca kamu boleh pintar, cerdas, hebat, tapi jangan sampai kamu lupa kamu juga perempuan yang harus punya sisi wanita mu, jangan sampai hilang itu!" jawab Cindy


"Bu Cindy ngomong apa sih, ko jadi gak nyambung, dikasih makan apa tadi ibu sama pak Hendra,sampai jadi aneh gini!"


"makan apaan boro-boro,, justru aku mau ajak kamu cari makan siang, laper nih aku. kamu udah makan ya didalam,,?" tanya balik Cindy


"makan apaan boro-boro, Caca gak tenang ibu pergi sama pak Hendra, gak napsu makan Bu, tapi sekarang laper. makan apa ya Bu kita,,?"


"mie ayam bakso aja yuk Ca,,! padahal aku udah ngebayangin makan sushi, eh batal!" jawab Cindy


"iya juga ya Bu, ya udah kita meluncur ke mie ayam,,!" Caca menjawab dan menjalankan mobilnya


bersambung,,,


****


**wah kayaknya Alex punya saingan nih,,


kalian pendukung Alex apa Hendra nih mana suaranya,,? 🤭🤔🤭🤔🤭

__ADS_1


jangan lupa like and vote nya 🤗🙏**


__ADS_2