Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
MG-2 (A&C) Terpaksa


__ADS_3

Setelah berhari-hari Cindy masih saja cuti kerja sementara Adrian dan Alex mulai menyusun rencana mengawasi Handoko dan perusahaan nya disisi lain Caca harus menghandle semua urusan kantor selama Cindy cuti ditambah lagi dengan tugas dadakan dari Adrian sebagai hecker.


Meli dan pak Agus yang sudah mendapatkan kontrakan dan pak Agus juga sudah bekerja di kantor Adrian, dirumah saat ini sudah ada pengganti pak Agus sebagai satpam rumah.


Sampai semalam


"sayang maaf ya, aku harus keluar kota karena anak perusahaan disana ada sedikit masalah dan aku harus pergi, gak lama ko paling seminggu lah disana.!"


"kenapa mendadak sih sayang,?"


"ya,, dari informasi yang aku dapat dari Caca penyusup ada yang mencoba mengeruk uang perusahaan memalui internet, aku rasa Handoko mulai menyuruh hecker nya beraksi dan dia sengaja mulai dari anak perusahaa ku, agar aku tidak curiga. tapi sayang nya baru mulai Caca sudah stanbay dan bisa melacak dimana mereka beraksi.!"


"kamu pergi dengan siapa,,?"


"aku sendiri sayang, Alex aku perintahkan berjaga di kantor.!"


"ya udah lah, semoga cepat selesai masalah nya.! huh padahal besok jadwal ku cek kandungan. ya udah nanti aku ajak Meli aja,!"


"maaf ya sayang, kamu jangan nyetir sendiri ya, aku suruh supir kantor jemput ya.!"


"okey! besok pesawat jam berapa,?"


"jam 10, aku ke bandara pagi, soalya jam kerja takutnya kena macet di jalan.!"


Cindy dan Adrian malam itu tidur dengan pikiran masing-masing yang hanya mereka yang tahu. Sampai setelah Adrian pergi diantar Alex ke bandara. Cindy juga bersiap untuk ke dokter. Harusnya bisa nih dianter mama tapi sayang nya mama lagi di Bandung. pikir Cindy


"Mel, hari ini kamu ikut saya cek kandungan ya,,?"


"oke Bu, Meli siap-siap dulu ya,!"


Mereka pergi setelah supir kantor datang menjemput mereka.


*****


Sesampainya di dokter kandungan Cindy melihat dari kejauhan dua orang wanita duduk berjejer dia adalah Stella dan Susan.


"Bu itu bukannya Bu Stella,,?"


"kamu liat juga Mel,,?"

__ADS_1


"iya Bu, gimana?"


"ya gak pa pa, ini kan rumah sakit dia gak akan berani macam-macam, lagian ada Susan, yuk kita daftar, nanti makin lama kita kalau gak langsung daftar.!"


Berjalan mendekati suster jaga, memberikan buku hamil nya diperiksa tensi dan berat badan sebentar lalu duduk menjauh dari Stella. Stella yang sudah melihat kedatangan Cindy sudah memasang wajah tak suka.


"halo Cindy, periksa juga?" Stella basa basi


"iya,! gitu dong bayi nya di cek.!"


"emang kenapa, gue mau cek kek, gak kek, terserah gue dong. emang Lo yang harus di cek kenapa bayi Lo gak sehat ya.?"


"tau bakal ketemu Bu Stella, tadi saya bawa sambel, biar mulut pedes Bu Stella saya sambelin biar makin jontor. !" jawab Meli


"Stella udah jangan cari keributan disini, kamu siap siap bentar lagi kamu dipanggil.!" ucap Susan


"Cindy maaf ya, oiya semoga persalinan kamu lancar dan sehat kamu dan anak mu.!" kata Susan


"terimakasih Susan,!"


Tak lama suster memanggil "Bu Stella silahkan masuk,,!"


Cindy melihat Stella dan Susan masuk kedalam, Cindy merasa Susan agak berubah ada rasa ikhlas di wajah nya.


Susan juga ikut kaget mendengar prediksi hasil USG dokter mengatakan bayi Stella perempuan, Susan kembali ingat dengan perkataan Handoko kemarin


"kamu besok cek kandungan ya, periksa gimana perkembangan bayi nya sehat gak, terus yang lebih penting kalau sudah bisa di cek kelamin nya tanya apa jenis kelamin nya, karena aku mau anak itu laki-laki.!!"


Susan tersandar "eh Stella sabar ya, mungkin dokter belum melihat belalai nya ya dok, karena usia nya masih 4 bulan lebih kan dok,!"


"iya bisa jadi juga seperti itu, nanti ketika usia 6 bulan Bu Stella bisa datang lagi dan cek lagi, semoga hasilnya berubah.!"


Setelah Stella dan Susan keluar, nama Cindy pun dipanggil Cindy melihat perubahan wajah Stella seketika dari sebelum masuk ruangan dengan setelah dari ruangan. Tanpa melihat Cindy, Stella berjalan melewati nya.


Didalam ruangan Cindy diperiksa kondisinya sangat baik, dan sehat. Meli yang melihat merasa haru. Sampai keluar terlihat Meli mengelap air mata nya.


"kenapa Mel,,?"


"terhura Bu eh terharu Bu,, semoga Meli juga dikasih kesempatan hamil ya Bu."

__ADS_1


"aamiin,,!"


*****


Mobil Susan sudah tiba dirumah, disepanjang jalan Stella marah-marah gak jelas.


"pokoknya jangan bilang kalau bayi ini perempuan ya,,!" kata Stella


"iya,!"


Mereka masuk kedalam dikamar Stella kembali ngamuk karena terdengar benda berjatuhan.


Sorenya ketika Handoko kembali tak sabar menemui Stella.


"sayang, gimana tadi cek kandungan nya?"


"anak nya sehat ko, bagus.!"


"terus jenis kelamin nya apa,?"


"itu kata dokter usia kandungan ku masih kecil jadi belum terlihat jelas jenis kelamin nya.!"


"di usia berapa baru bisa terlihat jenis kelamin nya,?"


"saat akan lahir di usia 9 bulan baru terlihat jelas jenis kelamin nya, kamu sabar dulu ya. yang penting kan bayi nya sehat.!"


"oke, tapi aku hanya mau bayi laki-laki. kalau itu bayi perempuan, jangan bawa pulang, tinggal saja di rumah sakit.!" ucap Handoko dan berdiri.


Susan mendengar pembicaraan Stella dengan Handoko menjadi sedih "bagaimana jika benar itu bayi perempuan.. kasian sekali kalau harus ditinggal di rumah sakit.!" batin Susan


"aku gak nyangka Handoko bisa hanya menginginkan anak laki-laki,, terimakasih Tuhan karena bayi itu tidak ada di rahim ku.!" batin Susan


Susan melihat Stella yang masih duduk di sofa dengan pandangan kosong entah apa yang dia pikirkan.


"semoga Stella gak berusaha menggugurkan kandungannya,!"


Susan berjalan mendekati Stella dan duduk disebelahnya.


"apa aku bunuh aja kali ya bayi ini,?!" ucap Stella

__ADS_1


"kamu gila, jangan!! kita belum tau kepastian nya apa. kalau itu laki-laki gimana,, mending kita tunggu sampai dia lahir aja.!"


Stella diam dan melamun...


__ADS_2