Mencari Gadisku

Mencari Gadisku
Bab.63 Kerja Lagi


__ADS_3

Senin terakhir dipenghujung bulan Februari, Cindy sudah bersiap untuk berangkat kerja seperti biasa bangun lebih awal dari yang lain, selesai membuat sarapan dia makan sendiri lalu menulis pesan seperti biasa karena jarak tempuh yang lumayan jauh, ojek pesenan Cindy sudah tiba


Cindy segera berangkat menuju rumah Bu Imelda. Sampai memasuki perumahan mewah, ojek berbelok kearah rumah bercat biru yang memang satu-satunya disana. Cindy pun turun dari motor dan membayar ongkos nya.


Cindy berjalan menuju pintu gerbang,, memencet bel.


Tak lama gerbang dibuka oleh satpam yang berjaga. Cindy pun segera masuk setelah gerbang dibuka.


"maaf pak apa Bu Imelda ada didalam,,? saya Cindy yang akan bekerja disini,,!" ucap Cindy


"iya ada mba, silahkan langsung kedalam saja," ucap satpam


Cindy berjalan menuju pintu masuk,,


"permisi,, assalamualaikum,, Bu Imelda,,!!" teriak Cindy


"eh, neng Cindy sudah datang ya, mari masuk mba, nyonya sedang membantu tuan bersiap-siap untuk berangkat kerja,," ucap bibi


Cindy mengikuti bibi keruang tamu, duduk menunggu.


"bibi ambilkan minum ya neng,,tunggu y," ucap bibi


Tak lama muncul Imelda yang berjalan mengiringi Leon menuju meja makan untuk sarapan, melihat Cindy.


"eh,,Cindy sudah datang dari tadi ya,, ayo sekalian kita sarapan yukk,," ajak Imelda


"baru datang ko Bu,, terimakasih Bu tadi sebelum kesini Cindy sudah sarapan. ibu sama bapak silahkan sarapan saja,," ucap Cindy sopan


"sudahlah ayooo,, kita sarapan sama-sama,,kalau menolak nanti kamu saya pecat loh!" ajak Leon


"yah, jangan dipecat dong pak, iya deh Cindy ikut sarapan, daripada dipecat.." jawab Cindy mengikuti berjalan kemeja makan.


Imelda entah kenapa merasa bahagia sekali melihat seorang papa memaksa anaknya yang susah makan itu lucu sekali, karena memang hanya Imelda yang tau tentang mereka.


"sayang,sayang,, andai saja kamu tau bahwa Cindy itu adalah putri mu,," gumam Imelda pelan


Mereka sarapan dengan diselingi beberapa pertanyaan santai untuk Cindy, sampai pada saat Leon merasa jika wajah Cindy mengingatkan nya tentang Windi,, tapi segera ditepis pikiran itu.


"sudah sayang aku berangkat kerja dulu ya,kamu hati-hati dirumah,,!" ucap Leon


"Cindy, kamu perhatikan dan temani ibu ya,,!" ucap Leon

__ADS_1


"sayang, kamu tenang aja selama ada Cindy disini aku pasti tidak akan telat makan dan minum obat,," ucap Imelda


"iya pak Leon tenang saja, Cindy akan merawat Bu Imelda seperti merawat orang tua Cindy sendiri,," ucap Cindy


Imelda yang kaget dengan ucapan Cindy..


"wah akhirnya aku bisa merasakan yang namany dirawat oleh anak sendiri,, he-he-he terimakasih Cindy,," ucap Imelda


"oke lah kalau begitu,," ucap Leon berjalan keluar pintu.


Selepas kepergian Leon,, Imelda mengajak Cindy duduk dihalaman belakang, sambil ngobrol santai.


****


Disekolah Ayu, sudah menunggu sebuah mobil yang didalam nya pengawal Ayu kiriman dari Adrian, menunggu Ayu dari mengantarkan hingga menunggu sampai pulang sekolah. Tak terasa waktu mendekati siang dan sebentar lagi anak-anak sekolah akan segera pulang.


Tiba-tiba dari arah sebelah kiri jalan muncullah sebuah mobil yang berjalan pelan dan parkir di samping pagar sekolah, seorang ibu paruh baya menurunkan kaca mobil sambil mengamati sekeliling.


Bel pulang telah berbunyi tanda pelajaran usai dan anak-anak pun berlarian keluar kelas. Ayu pun sudah keluar gerbang. Segera ibu paruh baya tadi menghampiri Ayu.


Saat hendak memegang tangan Ayu, segera lengannya ditampik dengan kasar oleh laki-laki berjas hitam.


" maaf ibu siapa ya,,?" tanya pengawal


"maaf-maaf saya akan segera pergi,," ucap nya dan meninggalkan Ayu dan laki-laki itu


Sebenarnya tadi dia ingin membawa Ayu, langsung kerumah sakit, agar langsung bisa dicek, tapi karena sudah ketahuan terpaksa dia berakting. Segera dia menjalankan mobil nya menuju rumah sakit untuk membawa sample rambut Ayu untuk dicek DnA Ayu, karena entah kenapa saat bertemu Bella dan Ayu di Mall beberapa hari lalu dia seperti yakin bahwa Ayu adalah cucu nya.


Ayu pun pulang dengan menaiki mobil yang ada pengawalan ketat, pihak sekolah pun sudah memperingatkan agar jangan ada orang lain yang datang untuk melihat atau menjemput Ayu.


Sebenarnya Ayu, risih tapi karena ini permintaan ibu dan om Adrian, Ayu terpaksa mengikuti nya. Sesampainya dirumah Ayu disambut oleh neneknya, dan pengawal itu pun pulang entah kemana.


"nek,, masa tadi waktu Ayu sedang nunggu jemputan, ada ibu-ibu seperti nenek gitu usia nya dia datang mendekati Ayu terus ngelus rambut Ayu,, kalau gak salah seperti ibu-ibu yang waktu itu pernah datang kerumah nek,,!" ucap Ayu


Nenek kaget,, tidak menyangka jika wanita itu sampai nekat mendatangi sekolah Ayu, tapi nenek bersyukur Adrian sudah memberikan pengawal untuk menjemput, menunggu, dan mengantarkan pulang.


"sudah,, pokoknya nenek ingatkan lagi sama Ayu, jangan pernah mau jika diajak pergi, atau diberikan apapun oleh orang asing,, Ayu mengerti,,!" ucap nenek


"iya nek, Ayu ngerti, tadi juga Ayu udah pengen teriak nek, kalau ibu-ibu itu berani macam-macam.." jawab Ayu


"sementara ini, Ayu jangan main diluar ya,, karena ibu dan nenek takut Ayu diculik oleh ibu-ibu tadi,, Ayu ingat kan pesan ibu tadi sebelum ibu berangkat kerja,,?" tanya nenek

__ADS_1


"iya nek,, Ayu akan diam dirumah, dan tidak lupa mengunci pintu,,!" jawab Ayu


"anak pintar,, ya sudah kalau begitu kita makan siang setelah itu kita tidur,," ucap nenek


****


Dihalaman parkir rumah sakit, terlihat seorang ibu paruh baya berjalan sedikit berlari, menuju resepsionis untuk bertemu dokter X, dokter yang tadi sudah dia telepon sebelumnya. Dokter datang menemui nya di resepsionis dan segera mengajak keruangan nya.


"ini dok, saya hanya bisa membawa sample rambut anak laki-laki saya dan juga anak yang saya pikir itu cucu saya,," ucap ibu itu


"oke,, bisa Bu, dengan rambut pun sudah jelas bisa terbaca DNA seseorang, tapi hasilnya tidak bisa keluar hari ini,, kemungkinan besok,, akan saya kabari via chat.." ucap dokter


'oke gak pa pa dok,, kabari saya segera,, kalau begitu saya permisi,," jawab ibu itu dan pergi meninggalkan rumah sakit.


****


Waktu nya bagi para pekerja untuk bersiap pulang, karena hari sudah menjelang sore, begitu pun dengan Cindy.


"Bu, Cindy pamit pulang ya,, besok Cindy datang lagi,," ucap Cindy


"iya Cindy, kamu hati-hati ya,," jawab Imelda sambil mengantarkan kedepan pintu.


Cindy segera naik ojek online yang sudah dia pesan tadi, dan segera pulang.


****


Bella pun bersiap untuk pulang, karena setelah kedatangan ibunya Bastian membuat Bella tak bisa lama-lama meninggalkan rumah, walaupun Adrian sudah menyediakan pengawal untuk Ayu, tapi hati nya tetap ingin segera pulang jika tak ada urusan lain.


Adrian dan Alex, sore itu masih dikantor karena ada sedikit file yang harus dia selesaikan hari itu, karena file itu akan dipakai untuk meeting esok hari.


****


Tak butuh waktu lama untuk Bella sampai dirumah, segera mengetuk pintu, tak lama nenek membuka pintu.


"Ayu, mana nek?" tanya Bella


"Ayu ada dikamar, oiya Bella tadi disekolah wanita itu mendatangi Ayu, dia mengelus rambut Ayu,, tapi kamu tenang saja pengawal Adrian bisa mengatasi nya,,!" ucap nenek


"apa nek,, mengelus rambut,,? Astaga jangan-jangan wanita itu mengambil contoh rambut Ayu, untuk dicek DNA Ayu nek,,,?!" ucap Bella panik


"kalau iya, bisa ketahuan kalau ayu benar cucu nya,,!!" kata Bella lagi

__ADS_1


"ya ampun,, kamu benar juga,, yasudah kamu cepat beritahu Adrian dan Ariel.." ucap nenek


Segera Bella mengirim pesan kedua laki-laki tentang kejadian hari ini.


__ADS_2