
Setelah Adrian berhasil mengatasi masalah di anak perusahaan nya, dia sudah bersiap kembali ke Jakarta. Pesawat pun sudah mendarat di Bandara dengan baik, penumpang turun.
Drett Dreettt Dreettt
"Halooo kenapa?"
"pak, ini pak Bu Cindy. perut nya sakit.!" ucap Meli di telepon
"oke oke, saya sudah di bandara ini mau pulang tunggu ya!"
Adrian menutup telepon mencari Alex,,
"Lex ngebut ya, dirumah Cindy perutnya sakit, jangan-jangan mau melahirkan lagi Lex,!" kata-kata Adrian terdengar panik
"sabar Lex,, semoga kita bisa sampai dengan selamat.!"
Alex mengemudikan mobil nya lumayan agak kencang.
*****
Sementara dirumah Cindy pagi sudah seperti biasa bangun pagi olahraga berjalan kaki di halaman belakang, begitu dia istirahat di gazebo, merasa perutnya mulas.
"aduh,, ko mules ya, setoran dulu kali ya!" ucap Cindy berjalan masuk kedalam
Karena tak tahan dengan mules nya dia memilih kamar mandi dapur, hingga beres urusan setor menyetor dia keluar lega karena mulas nya juga hilang.
"Bu Cindy kenapa muka nya ko gitu,?"
"he-he-he abis setoran saya Mel.!"
"Oalah ya udah sarapan Bu,!"
Cindy duduk di meja makan hendak sarapan tapi mendadak perut nya mules lagi seketika wajah Cindy berubah menahan sakit
"kenapa Bu,?"
"aduh Mel,, perut ku mules lagi..!"
"mau setoran lagi Bu, ayo Meli antar,!"
"gak Mel, udah hilang mules nya.!" Cindy mulai makan biasa tapi baru beberapa suap perutnya kembali mulas lagi.
"aduh Mel,, perut ku mules lagi Mel.!" teriak Cindy
Meli yang sedang mencuci piring panik melihat muka pucat Cindy.
"aduh Bu bentar ya Meli ambil minyak angin dulu!" Meli berlari ke kamar nya
"Bu Cindy udah gak mules lagi..?"
"udah gak Mel, aku mau mandi bentar ya!"
Cindy berjalan ke kamarnya, mendekati ranjang "Meliiii,,,,!!!!" teriak Cindy
__ADS_1
Meli masuk melihat Cindy duduk menahan sakit, "sakit lagi ya Bu, jangan-jangan mau lahiran lagi Bu, kita kerumah sakit aja Bu,!"
Cindy diam mengatur nafas nya hingga mules nya reda dia berdiri mengambil handuk aku harus mandi cepat sepertinya ini sudah waktunya, tapi Adrian belum pulang. batin Cindy
"Mel, cepat kamu telepon Adrian, sama mama kasih tau ya, aku mau mandi dulu!" Cindy jalan ke kamar mandi
Meli melakukan yang diperintahkan, dicoba telepon Adrian belum bisa tersambung, dia menelepon Bu Windy, memberitahu jika Cindy waktunya melahirkan. Meli pun mengulangi panggilan telepon ke Adrian dan tersambung saat pas Adrian sudah turun pesawat.
Dikamar mandi lagi-lagi Cindy menahan mules nya, Meli menunggu Cindy diluar. Cindy keluar saat perutnya normal.
Tok Tok Tok
"Bu bentar ya, seperti nya ada tamu.!"
Meli berlari keluar membuka pintu.
"mana Cindy,?" tanya Windy
"ada di kamar Bu, mari!" ajak Meli
Mereka masuk kekamar melihat Cindy merasakan sakit perut lagi.
"Cindy, perut kamu sakit lagi Nak, ayo kita kerumah sakit.!"
"tunggu Adrian dulu mah,!"
"nunggu nya di rumah sakit aja,,nanti mama kasih kabar!"
"sayang, ayo kerumah sakit kalian papa tunggu lama amat sih!" teriak papa Leon
*****
"Lex,, lewat jalan lain aja.!" gak sabar
"jalan mana sih, udah sabar bentar lagi juga macet nya selesai.!" Alex ikutan kesal
Dreettt Dreettt Dreettt
"halo mah,, oh gitu iya oke oke.. aku kesana sekarang.!" Adrian menutup telepon
"ke rumah sakit Lex, Cindy sudah dibawa kesana.!" perintah Adrian
"oke bos..!"
Adrian benar-benar gelisah membayangkan jika dia tidak sempat menemani Cindy saat melahirkan itu akan jadi penyesalan bagi nya. "ya Tuhan,, ku mohon ijinkan aku menemani istriku melahirkan. ijinkan aku berada disampingnya memberinya semangat, ijinkan aku jadi orang pertama yang melihat anak ku lahir Tuhan..ku mohon,,!!". doa Adrian dihatinya
*****
Didalam mobil Cindy kembali merasakan mules, kenapa hari itu jalanan semua macet.
"aduh, sakit lagi ma,,!"
"iya sabar ya Nak, sebentar lagi kita sampai rumah sakit. tahan ya Nak,,!!"
__ADS_1
"pah, cepat dong, bawa mobilnya.!" mama ikutan gak sabar
"papa harus gimana mah, mobilnya gak ada sayap kita gak bisa terbang..!" becanda papa membuat Cindy tertawa
"ha-ha-ha,, papa bisa aja.!" ucap Cindy
"sabar ya Cindy, cucu papa juga sabar ya. nah nih kita jalan ya nak, bentar lagi sampai.!" Leon tancap gas begitu ada kesempatan
Sampai di rumah sakit, Meli segera berlari keluar "mas mas, tolong Bu Cindy mau melahirkan..!" ucap Meli
Para perawat bergegas membawa brankar keluar, membantu Leon membopong Cindy. Cindy dibawa keruang persalinan. Tak lama bidan rumah sakit datang mengecek dan ternyata baru pembukaan 5.
"ini masih pembukaan 5, masih harus menunggu sebentar lagi. kalau Bu Cindy mau makan atau jalan-jalan juga masih bisa.!" ucap asisten bidan.
"haduh,, mana kepikiran buat makan lagi mules gini ya kali.!" gumam Cindy
Cindy didalam ruangan yang hanya ditutupin pembatas kain dengan kanan dan kiri nya juga sama ibu hamil seperti dirinya yang juga siap melahirkan. Perawat memasanSatu orang ibu hamil didorong menuju ruang operasi Caesar. Hari itu ada sekitar 4 ibu hamil yang juga sama akan melahirkan tapi hanya Cindy yang akan melahirkan normal.
Mules yang dirasakan Cindy semakin lama semakin sering, bidan kembali mengecek Cindy sudah masuk pembukaan 7.
"sudah pembukaan 7, dikit lagi kalau ketuban sudah pecah teriak ya Bu.!"
Sementara diparkiran begitu mobil berhenti Adrian langsung turun dan berlari ke resepsionis.
"mba pasien ibu melahirkan dimana ya?!"
"disebelah sana pak,,!"
"oke terimakasih,,!" Adrian berlari dan mau tidak mau Alex ikut berlari.
"Adrian begitu cinta nya dengan Cindy terlihat raut wajah panik dan berlari begitu tiba di rumah sakit, apakah aku juga akan merasakan hal yang sama nanti nya..??? batin Alex
"papa,,!!" teriak Adrian
"Ian,, ayo masuk Cindy didalam.!" Leon membawa Adrian masuk.
Adrian melihat Cindy sedang berdzikir sambil melawan rasa sakit nya.
"sayang, aku datang..!"
Cindy menoleh tersenyum melihat orang yang ditunggu datang, walau masih merasakan sakit perut yang datang dan hilang terus menerus. Adrian memegang tangan Cindy memberikan kekuatan nya.
"kamu pasti bisa sayang, kamu istri yang hebat, kamu pasti bisa melahirkan anak kita.!" ucap Adrian
Tak lama "AAAAAA,,,,!!!! Bu,, Bu,, pecah ketuban nya pecah,,,!!!" teriak Cindy
Bidan dan beberapa asisten bidan segera mengambil tindakan, Adrian memegangi tangan dan mengusap kepala Cindy disebelah kiri, sedangkan mama nya disebakan kanan ikut memegang tangan Cindy. Papa dan Alex juga Meli menunggu diluar.
"tarik nafas Bu, atur nafas Bu, oke ayo Bu ngejan Bu,,!!" bidan memberi aba-aba
Cindy yang merasakan sakit luar biasa dengan mulut masih berdzikir dia mulai mengejan dan tepat pukul 1 siang lahir lah seorang bayi perempuan cantik dengan suara tangis yang nyaring memenuhi ruangan.
Cindy menghela nafas lelah sekaligus senang, Adrian dan mama tak kuasa menahan tangis, air mata mengalir Dimata mereka.
__ADS_1