
Sorenya Adrian sudah datang menjemput Cindy, diperjalanan pulang Cindy bercerita mengenai kerjasama dengan grup Hen.
"grup Hen, ko aku gak pernah dengar nama itu ya,, apa mungkin dia perusahaan baru,?" tanya Adrian
"aku sih sudah bilang ke papa, karena semua keputusan ada di papa, dan pastinya papa akan menyelidiki siapa grup Hen itu.!" jawab Cindy
"tapi kenapa mereka mengirimkan perwakilannya kalau memang perusahaan baru, harus nya paling gak CEO nya turun tangan langsung, jadi memberi kesan CEO yang humble. kecuali kalau dia perusahaan besar ya oke lah kita jarang bisa lihat owner nya. tapi kadang perusahaan besar sekalipun masih mau turun langsung bertemu dengan klien mereka.. agak sedikit aneh,,?" jawab Adrian
"ya udah sih sayang, kita tunggu aja jawaban dari papa,!"
"eh sayang, kita beli martabak dulu ya sebelum pulang,!" ucap Cindy
"oke,,!"
*****
Kantor pusat Leon Coorporation
Pak Leon masih mencerna email dari Cindy, memikirkan siapa CEO grup Hen.
"haloo Ca, kamu sudah diminta Cindy menyelidiki grup Hen kan,,?"
"iya pak sudah, saya hanya tau jika grup Hen bergerak dibidang perhotelan, dengan owner seorang pria. seperti nya ini perusahaan baru pak, dan wanita yang datang ke kantor sebagai perwakilan itu adik dari CEO itu sendiri, dia menjabat sebagai direktur di grup Hen.!" jawab Caca diseberang sana
"okey siapa nama wanita yang datang ke kantor,,?"
"dia Bu Lesti pak, saya tidak melihat proposal nya, hanya mendengar nya saat dia memperkenalkan diri dengan Bu Cindy.! dan sepertinya Bu Cindy pernah bertemu dengan Bu Lesti sebelumnya,"
"oke, kamu cari tau terus ya Ca. terimakasih infonya.!"
"baik pak sama-sama,,!"
sambungan telepon terputus.
"jika memang mereka perusahaan baru kenapa CEO nya tidak datang langsung, seperti merahasiakan jati dirinya..? sebenarnya tidak ada masalah berarti jika bergabung, toh sama-sama saling menguntungkan bagi perusahaan.!" gumam Leon
"hanya saja, kenapa seperti main tebak-tebakan ya, dan kenapa dia mendatangi kantor cabang, kalau dia perusahaan baru harusnya dia datang ke kantor pusat, karena biar bagaimanapun ketuk palu nya ada di kantor pusat.!" ucap Leon lagi
__ADS_1
"apa karena takut berhadapan dengan ku, jadi dia memilih bertemu Cindy, semoga bisa mulus dengan sendirinya, apakah ini murni kerjasama perusahaan atau ada motif dengan Cindy,,?"
"sudahlah kita lihat saja kelanjutan nya, aku mau siap-siap pulang dulu.!"
Leon berjalan keluar kantor.
*****
"sayang kamu ko bengong sih, bukannya dimakan martabak nya nanti keburu dingin.!" ucap Cindy
"aku masih kepikiran sama grup Hen itu deh, kamu bilang kalau perwakilan mereka itu perempuan yang waktu itu nabrak kamu si supermarket kan, apa ini cuma kebetulan kah?"
"aku pikir sih cuma kebetulan deh sayang, karena kejadian itu kan udah lama banget dan kita baru bertemu lagi tadi, malah dia menawarkan kerjasama.!" jawab Cindy
Tiba-tiba Hp Cindy berbunyi
"papa telepon, haloo pah,?!"
"halo sayang kamu sudah sampai rumah kan, sedang apa,?
"iya pah sudah ni lagi makan martabak,,! ada apa pah,,?"
"oh gitu oke pah,, oiya papa lagi dimana,?"
"ini papa diparkiran, baru mau pulang ya udah ya, dah!"
"oke hati-hati pah,!"
Telepon terputus.
"kata papa, kerjasama nya dilanjutkan karena dari sisi mana pun menguntungkan bagi perusahaan ku." ucap Cindy
"ya sudahlah yang penting kamu sudah bilang ke papa, dan juga sudah cerita padaku, jadi misalkan di kemudian hari ada masalah kami bisa ikut menangani,,!" jawab Adrian
grup Hen, Lesti sepertinya nama Lesti tidak begitu asing ditelinga ku, tapi siapa ya aku lupa deh?! aduh tadi aku lupa baca nama lengkap nya lagi Lesti siapa ya tadi,,!" batin Cindy
*****
__ADS_1
Leon tiba dirumah, " sayang ko tumben baru pulang!" tanya Windy
"iya aku sedang mendalami email dari Cindy,!"
"ya sudah papa mandi dulu ya,!" Windy membawa tas kerja suaminya masuk kekamar
"mana Vicky,,?" tanya Leon
"dia sedang dikamarnya sayang, tadi ku lihat dia sedang membaca,,!"
Vicky memang sudah tidak lagi tidur dengan orang tua nya sejak usia 3tahun dan saat ini usianya memasuki 5tahun tapi pemikiran nya seperti anak usia 7tahun, dia suka membaca dan juga sudah bersekolah TK, harusnya dia sudah bisa masuk SD karena membaca menulis dan berhitung nya diatas anak seumuran nya tapi karena usia nya belum cukup jadi tidak diperkenankan padahal dia sudah mulai bosan di TK.
Leon yang selesai mandi duduk di sofa kamar "sayang sini deh aku mau cerita,!"
"kenapa?" Windy menghampiri dan duduk disebelahnya.
"tadi di kantor cabang, Cindy kedatangan tamu dari grup Hen menawarkan proposal kerjasama, tapi anehnya aku tidak mengenal nama perusahaan itu grup Hen itu, makanya aku berfikir ini kalau bukan perusahaan baru pasti bukan perusahaan besar. terus yang datang ke kantor itu bukan CEO nya melainkan perwakilan mereka yang ternyata adik dari CEO itu yang bernama Lesti dan juga Cindy dan Lesti sempat pernah bertemu tapi sepertinya sudah lama jadi Cindy sempat tak ingat.!"
"menurut kamu aneh gak,,?" tanya Leon
"aku kan gak paham dunia bisnis, kalau dunia kue aku jago nya. tapi kalau dilihat dari nama grup Hen itu kemungkinan CEO nya bernama Hen, Hendra, Hendri, atau siapapun.! dan kalau mereka datang hanya dengan perwakilan saja masih bisa diterima kan kerjasama nya,,!?" tanya Windy
"ya bisa sih,, jadi kamu gak merasa ada yang aneh ya,,?!"
"ya kan kalau pun ada yang aneh kedepan nya aku percaya suamiku dan juga menantu ku Adrian pasti sanggup membereskan nya.!" jawab Windy
"eh sayang, tapi tunggu deh kalau memang CEO itu bernama Hen dan adik nya bernama Lesti,, masa iya itu mereka,,?" gumam Windy
"mereka siapa sayang, kamu kenal,,?" tanya Leon penasaran
"gak sih, bukan siapa-siapa hanya saja aku ingat dulu Cindy pernah punya teman main waktu sekolah namanya Hendra dan juga Lesti adiknya, tapi kayanya dulu mereka pindah sekolah dan rumah juga deh, jadi persahabatan mereka berpisah.!" jawab Windy
"tapi masa itu mereka yang sekarang,, apa iya yah..waduh?" gumam Windy
*****
**Hi-hi-hi 😁 penasaran gak,,?
__ADS_1
Jangan lupa Like Komen Rate 5 dan yang paling penting Vote nya 🤗**